Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Dania dan Salsa


__ADS_3

Sedangkan dikampus. Liora terlihat masih tak begitu bersemangat, ia terlihat lesu dan tak seceria seperti biasanya.


"Pagi Liora." Sapa beberapa mahasiswa dan mahasiswi seperti biasanya.


Liora hanya menanggapi dengan tersenyum tanpa menyapa balik mereka. Mereka yang melihat hanya bisa terheran dengan sikap Liora tanpa mau bertanya langsung.


"LIORA !" Teriak Dania sambil berlari kecil.


"Pagi pagi mau ngajak rusuh ni anak. Gak mood banget deh gue !" Gumam Liora menggerutu.


"Lo kenapa diantar sama pak Aileen sampe halte depan ?" Pekik Dania dengan begitu emosi.


"Masalahnya apa sih sama Lo ? Perasaan sibuk banget ngurusin gue sama pak Aileen deh." Sahut Liora menanggapi.


"Oh jelas. Pak Aileen bentar lagi jadi pacar gue, jadi ini harus jadi urusan gue !" Sahut Dania


"Dasar gak waras !" Cela Liora.


"Lo bilang gue gak waras ? Lo sendiri apa Liora ? Lo udah punya suami tapi lo masih ngedeketin pak Aileen terus juga lo mesra mesraan sama temen lo tuh si Juna. Apa namanya itu ?"


"Heh.." Liora menarik nafas kemudian menghembuskan nya. "Gak guna gue ngeladenin lo. Yang ada bikin emosi gue naik !"


Baru saja Liora akan melangkahkan kakinya menuju lorong, tapi seketika tertahan karena Salsa menarik tangannya dan segera menamparnya.


Plak


Seketika Liora memegangi pipinya yang terasa panas akibat ulah Salsa. Mereka yang masih berlalu lalang terkejut melihat Salsa yang menampar Liora, dan salah satu diantara mereka segera menghubungi Sisi.


"Apaan sih lo Sa, main tampar tampar aja. Sama gilanya lo ya kaya Dania !" Kesal Liora dengan masih memegang pipinya.


"Itu peringatan buat lo karena berani ngedeketin pak Aileen. Padahal Dania sebentar lagi jadi pacarnya pak Aileen !" Sahut Salsa enteng.


"Hah.." Liora tertawa meledek. Bagaimana bisa seorang Dania dengan bangganya memamerkan bahw dirinya akan menjadi pacar dari sang dosen, sedangkan dosen tersebut telah beristri.


"Lo berdua sama sama gak waras. Gila ya, dengan bangganya lo bilang didepan semu orang kalo sebentar lagi pak Aileen jadi pacar lo Dania ? Wah gue salut sama kegilaan lo Dan, salut banget gue !" Liora yang kehilangan kesabaran memaki Dania, dan membuatnya Dania semakin kesal.


"Heh lo denger ya. Emang faktanya sebentar lagi pak Aileen bakalan jadi pacar gue, karena perusahaan bokap gue sama perusahaan pak Aileen lagi menjalin kerjasama. Jadi lo ga boleh dekat dekat dengan pak Aileen !" Sahut Dania tak kalah kesal.

__ADS_1


"Terus lo anggap apa istrinya pak Aileen, hah ?" Ucap Liora lagi dengan tatapan sinis.


"Istrinya tetap istrinya. Dan gue sebagai pacarnya !" Sahut Dania menggila.


Prok prok prok


Lior tertawa sambil bertepruk tangan menertawakan ucapan Dania yang dengan tidak tahu malunya. Itu membuktikan bahwa ia memang bukan wanita yang baik seperti yang lain kira.


"Hahaha... hahaha... Dania, Dania ! Bisa bisanya lo ngelawak pagi pagi !" seru Liora masih tertawa dengan keras.


Semua mahasiswa yang menyaksikan adu mulut antara Liora dan Dania pun mulai mengeluarkan suara, mereka menyebut tindakan Dania kali ini benar benar seperti seorang yang sangat bodoh. Bagaimana bisa seorang gadis cantik dan berpendidikan bersikap seperti seorang yang tak pernaha makan bangku sekolah.


Dania semakin geram melihat Liora yang terkekeh. Kemudian Dania menarik lengan Liora kasar dan menyeretnya ketempat yang lebih sepi.


"Kenapa lo bawa gue kesini ? Takut lo jadi olok olokan orang sekampus karena tingkah laku lo yang bodoh itu !" Liora yang semakin kesal pun semakin mencibir Dania.


"Gue ga perduli sama omongan orang tentang gue. Tapi gue perduli karena lo selalu coba deketin pak Aileen !" Sahutnya dengan nada yang dinaikkan.


"Wajar lah gue dekat sama pak Aileen, gue istri nya ko !" gumam Liora hampir tak terdengar.


"Ko lo makin kurang ajar si Ra !" pekik Salsa.


"Bukan gue yang kurang ajar, tapi lo berdua !" Balas Liora.


Saat Salsa mengangkat tangan hendak menampar Liora, tiba tiba sebuah tangan menangkis kasar tangan Salsa dan menghempaskan nya.


"Berani lo main keroyokan ! PENGECUT !" Sisi datang dan membela Liora.


"Berani lo ya Si ?" Teriak Salsa.


"Kenapa gue harus takut sama cewek ga jelas kaya lo. Yang berani nya cuma main keroyokan !" Sahut Sisi penuh emosi.


"Wah wah wah.. ternyata seorang Sisi semakin berani ya sekarang, dia lupa daratan !"


"Kenapa emang ? Terus kenapa gue harus takut sama kalian. Ya memang kalian punya banyak uang dan bisa seenaknya menghina orang miskin kaya gue. Tapi harus kalian berdua ingat, gue ga akan pernah takut buat membela kebenaran !" Sahut Sisi tegas. "Lagi, gue ga perduli sama perlakuan lo terhadap keluarga gue, karna yang terpenting hidup gue bahagia tanpa bergelimang harta !" Lanjutnya menegaskan.


"Wah wah wah.. bijaksana sekali salah satu sahabat sang ratu Liora !" Salsa bertepruk tangan untuk Sisi.

__ADS_1


"Terus sebenernya mau lo apa si Dan dari gue ?" Tanya Liora dengan nada santai nya.


"Gue cuma ga mau lo deketin pak Aileen lagi. Gampang kan ?"


"Kalo gue ga mau gimana ?" Tantang Liora.


"Gue akan buat nama baik lo hancur Ra !"


"Caranya ? Apa lo bisa ngelakuinnya ?" Tantang Liora lagi.


"Lo tenang aja. Banyak cara yang bakal gue perbuat untuk hancurin nama lo !"


"Oke gue tunggu. Tapi setelah permainan lo berhasil, gue pastiin lo yang akan lebih menanggung malu dibanding gue !" Ancam Liora.


"Gue gak takut. Apa yang gue mau hatus terwujud ! Kalo pun dengan cara yang salah." Dania memgepalkan tangannya tepat didepan wajah Liora.


"Egois ya ternyata. Ambisi yang tak terkalahkan ! Oya, harus lo ingat. Seandainya pak Aileen sendiri yang nolak lo, jangan pernah lo ganggu hidup dan urusan gue lagi !" Liora memperingati.


"Gue ga akan kalah !"Ucap Dania optimis.


"Kita lihat nanti !" Liora langsung menarik tangan Sisi dan mengajaknya pergi menjauh dari Dania yang masih menatap sinis pada Liora.


"Ra lo gapapa ? Tadi ada yang bilang lo ditampar sama Salsa ya !" Sisi khawatir.


"Udah gapapa. Tamparan nya aja ga terasa di pipi gue !" Sahut Liora dengan sangat santai nya.


"Ya ampuun Ra. Jadi beneran lo ditampar ? Mana Ra gue lihat pipi lo !" Sisi menarik perlahan wajah Liora, dan benar saja bekas tamparannya terlihat memerah.


"Gila ya tuh anak. Ra mending tuh anak kita laporin aja ke dekan, biar tau rasa deh Ra !"


"Udah lah Si ga perlu. Selagi gue masih bisa ya gue akan ngurus mereka sendiri. Kecuali, mereka bertindak lebih dari ini."


"Ra.. ayolah ! Kali ini mereka berdua udah keterlaluan Ra. Lo mau nunggu mereka sampe celakai lo gitu ? Atau ga lo bikin pengumuman pernikahan lo aja sama pak Aileen sekarang Ra, biar mereka tahu yang sebenarnya. Jadi mereka ga ngegosipin lo yang ga ga lagi Ra !"


"Nanti aja lah Si. Gue masih mau menikmati semuanya kaya gini dulu. Kalo gue semakin ga nyaman baru deh gue minta mas Aileen buat bikin pengumuman sekalian ada in resepsi Si !"


Sisi terus menggerutu mengatai Dania dan Salsa gila, ia merasa sangat amat kesal karena telah berani menyakiti Liora sahabatnya. Hingga Sisi tak sadar jika ia hampir saja menabrak seseorang yang sedang menunggu kedatangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2