
Malam hari Liora terbangun setelah tertidur bersama dengan Aileen. Walau sebenarnya ia hanya sekedar memejamkan matanya, tapi karena merasa nyaman dengan pelukan Aileen akhirnya Liora malah tertidur dipelukannya.
"Eh.. udah malem ya ternyata ?" Ucapnya sambil merentangkan tangannya diatas kepala.
Kemudian ia melihat Aileen yang masih tertidur disamping nya. "Nyenyak banget kamu mas !"
Liora beranjak dari kasur menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Lalu ia duduk disofa dan memainkan ponselnya untuk sekedar mengecek aplikasi WhatsApp. Ternyata ada panggilan tak terjawab dari nomor sang bunda.
"Bunda ? ada apa ya ?" Liora pun melakukan panggilan pada ponselnya.
Indah 📱 Hallo sayang.. assalamualaikum..
Liora 📱 Waalaikumsalam bunda.. kangeeen...
Indah 📱Sama sayang bunda juga kangen. gimana honeymoon nya ?
Liora 📱 lancar bun.. Liora seneng bisa jalan jalan disini hehehe
Indah 📱Sukurlah.. mana Aileen ?
Liora 📱 Lagi tidur bun. Tadi siang pulang jalan jalan langsung ketiduran.
Indah 📱 oh yaudah kalo gitu. Baik baik ya kamu disana. Bye sayang..
Liora 📱 Bye bunda..
Akhirnya mereka berdua sama sama menutup panggilan telponnya.
"Siapa Ra ?" Tanya Aileen sambil mengucek matanya.
"udah bangun ? itu mas, barusan Bunda yang telpon !"
"oh.. Siap siap Ra kita keluar makan malam !" Ucapnya berlalu menuju kamar mandi.
Liora segera menuruti perintah Aileen dan mengambil pakaiannya dari lemari dan menunggu Aileen keluar dari kamar mandi.
"Ko kamu belum ganti baju Ra ?" Tanya Aileen yang melihat Liora masih duduk di sofa.
"Nungguin kamu dulu mas !" Sahutnya dan Aileen pun mengangguk.
Liora memakai dress sebatas lutut, sedangkan Aileen memakai kaos lengan panjang dan celana jeans. Mereka langsung keluar dari kamar hotel dan meimilih berjalan kaki, karena jarak hotel dan restoran tak terlalu jauh. Padahal bisa saja mereka memesan makanan dari hotel, tapi Aileen lebih untuk makan di restoran luar hotel.
~Indonesia..
__ADS_1
Diandra segera pulang dari rumah Santi (bunda Farisya) setelah mendapat pesan dari Noval yang baru ia buka, padahal Noval sudah mengirim oesan sejak siang hari. Ia menuju kerumah Agus. Disana ia berpamitan pada Agus dan Safira, dan segera membawa kedua anaknya, suster dan ART nya tersebut kembali ke rumah nya.
Kini Diandra, kedua anaknya juga suster sudah selesai dengan acara makan malamnya, suster pun mengganti pakaian Zein dan Zeina dengan piyama karena waktu sudah semakin malam. Diandra begitu khawatir ketika Noval tak kunjung datang, ia berfikiran telah terjadi sesuatu pada Noval.
Tap tap tap
Terdengan suara langkah kaki dibalik pintu. Ceklek
"Assalamualaikum." Ucap lelaki yang sudah berada dibalik pintu.
Diandra dan yang lainnya menoleh, Zein dan Zeina langsung berlari dan berhamburan ke dalam pelukan sang ayah nya yanh sudah beberapa hari pergi untuk bekerja.
"Anak Daddy.." Ucap Noval senang dan mencium kening kedua anaknya.
"Ze kangen Dad.."
"Nana juga kangen sama Daddy !"
"Daddy juga kangen kalian. Kalian baik kam dan ga nakal ?" Tanya nya sambil menggendong Zein dan Zeina dikirim dan kanan. Kemudian Noval menurunkan Zein dan Zeina tepat di sofa.
"Sayang.." Ucap Noval yang langsung beralih pada Diandra.
"Mas.." Ucap Diandra manja dan langsung memeluk suaminya.
"Aku juga kangen sama kamu !"
Mbak Lili sudah menyiapkan teh hangat untuk kedua majikannya, dan juga susu untuk Zein dan Zeina. Ia segera meletakkan minuman tersebut diatas meja. "Silahkan pak, bu. Susunya buat Non Zeina sama mas Zein. Silahkan diminum !" Ujarnya lembut. Setelah itu mbak Lili kembali lagi kedapur.
"Hmm.. Anak Daddy makin pinter aja ya, minum susunya langsung habis !" Noval mengelus kepala kedua anaknya.
"Sekarang kalian istirahat ya soalnya udah mal banget, main sama Daddy nya besok lagi ya kasian Daddy juga capek !" Ujar Diandra pada kedua anaknya.
"Iya mommy.." Zeina.
"oke.." Zein.
"Suster. Bawa anak anak ya. Mbak istirahat juga ya nanti kalo ada apa apa saya panggil !" Suruh Diandra.
"iya bu !" Sahut Mbak.
"Ayo Zein, Zeina. Sekarang suster mau bacain dongeng apa ni ?" Ajak suster sambil menggandeng tangan Zein dan Zeina. Suster Erika begitu menyayangi Zein dan Zeina, sudah seperti anaknya sendiri.
Noval dan Diandra pun pergi ke kamar nya, Noval langsung membersihkan dirinya dikamar mandi sedangkan Diandra merapikan barang Noval. Setelah selesai mandi dan masih mengenakkan handuk kimono Noval langsung memeluk Diandra dari belakang menumpahkan kerinduannya selama lima hari berada diluar kota.
__ADS_1
"Hmm.. Mulai deh manjanya !" Ucap Diandra sambil melepaskan pelukan Noval.
"Gapapa dong, kan aku baru pulang !" Sahut Noval.
"Kamu mau makan ga mas ?" Tanya Diandra.
"Iya dong.." Sahut Noval lagi dengan senyum.
"Mau ku buatin apa ?" tanya Diandra lagi.
"Aku mau makan kamu !" Noval langsung menarik Diandra dalam pelukannya menggunakan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya memegang tengkuk Diandra.
Noval mencium bibir Diandra dan mel**atnya. Diandra tak menolak atau memberontak membuat Noval semakin bersemangat. Kemudian Noval menuntun Diandra hingga ketempat tidur dengan tidak melepas pagutannya. Diandra meletakkan kedua tangannya pasa leher Noval dan kini tubuh Diandra sudah berada dibawah Noval.
Dengan lembut, Noval membuka satu persatu kancing piyama Diandra hingga memperlihatkan gunung kembar milik Diandra yang masih berbungkus bra berwarna merah. Noval mengalihkan ciumannya dileher dan dada Diandra, membuat Diandra mendesah menikmatinya. Noval membuka handuk kimononya, dan menunjukkan seluruh badan Noval yang tanpa sebelah benangpun. Noval pun melancarkan aksinya pasa Diandra tanpa ada halangan karena Diandra pun sudah siap menerima serangan serangan dari Noval. Dan terjadilah yang harusnya terjadi. Kini Diandra dan Noval tertidur dalam selimut yang sama tanpa mengenakan pakaian.
~Korea..
Mereka sudah kembali ke hotel dan kini mereka sedang sama sama berbaring diatas kasur dan dibawah selimut yang sama. Mereka sibuk dengan femikiran mereka masing masing, dan entah apa yang sedang mereka fikirkan sekarang yang jelas hati mereka sama sama sedang melambung keatas awan.
Aileen mengatakan pada Liora bahwa ia menyukai dan kagum pada Liora, walau beluk mengatakan cinta karena belum ada tanda tanda disana. Sedangkan Liora terus memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, di satu sisi ia merasa senang tapi disisi lain ia merasa takut jika suatu saat Aileen akan berpaling dengan wanita lain apa lagi yang Liora tahu bahwa Aileen masih menyimpan rasa pada seorang wanita yang pernah ia cintai sebelumnya.
Walau kini Liora lah yang telah menjadi istri sah nya, namun tak dipungkiri jika hati seseorang siapa yang tahu ? Walau Liora juga beluk memiliki perasaan apa apa pada Aileen tapi ia bertekad untuk menjadikan Aileen sebagai miliknya seutuhnya tanpa ada seorang pun yang bisa mengambilnya.
Liora membalikkan tubuhnya menghadap Aileen dan menatapnya. Meras ada seseorang yang sedang memperhatikan, Aileen pun merubah posisinya menghadap Liora.
"Kenapa Ra ?" Tanya Aileen mengusap lembut pipi Liora.
Deg
Entah mengapa Liora merasa senang dengan ini.
"Gapapa mas, aku ga bisa tidur aja !" Sahutnya.
Aileen menepuk sebelah tangan nya memberi kode pada Liora agar meletakkan kepalanya ditangan Aileen. Liora tak bergeming membuat Aileen mendekatkan tubuhnya dan menarik kepala Liora dan meletakkan diatas tangannya.
"Apa yang kamu fikirin ?" Tany Aileen terus menatap mata Liora.
"hmm.. Aku cuma takut aja mas suatu saat kamu berpaling dari aku disaat aku mulai nyaman sama kamu !" Sahutnya sedikit ragu.
"aku ga akan lakuin itu Ra. Pernikahan bukan mainan dan aku akan pertahankan pernikahan kita sampai kapan pun. Kecuali kamu yang emang mau ninggalin aku !" Jawab Aileen tegas.
Mata Liora sedikit berkaca mendengar jawabab Aileen, ada sedikit ketenangan didalam hatinya. Ia tak mau kejadian beberapa tahun yang lalu terulang kembali. Masih benar terasa sakit apa yanh pernah dialaminya saat itu.
__ADS_1