Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
Pindahan


__ADS_3

Setelah 3 hari akhirnya Farisya dan Ilham pun kembali kerumah kakek Farisya, dan keesokan harinya Ilham langsung memboyong Farisya kerumahnya yang sebelumnya sudah dibelikan oleh Mahendra sebelum Ilham menikahi Farisya.


Bunda mulai meneteskan air matanya ketika Farisya berpamitan kepadanya. Kakek, Diandra, Agus dan Safira pun merasa sedih karena akan berjauhan dengan Farisya. Tapi Farisya dan Ilham meyakinkan mereka bahwa setiap hari minggu Farisya akan datang berkunjung, dan itu membuat Bunda merasa sedikit lebih baik.


Diandra pun ikut mengantarkan Farisya pindah kerumah barunya dengan menggunakan mobil Noval mengikuti mobil Ilham. Gadis itu pun tidak kembali ketoko N3 fashion hari ini, padahal baru saja kemarin dia merengek pada Noval untuk bisa kembali bekerja.


Setelah perjalanan yang hampir memakan waktu 3 jam tersebut sampailah mereka dihalaman rumah yang cukup besar dan mewah tentunya.



Farisya terus mengedarkan pandangannya melihat betapa besarnya rumah yang akan ia tinggali berdua dengan Ilham. Sedangkan Diandra sedari tadi terus mengoceh mengagumi rumah baru Farisya. Ilham dan Noval lah yang membawa masuk barang barang milik Ilham dan Farisya dibantu oleh ART dan security yang dipekerjakan oleh Ilham.


Mereka segera masuk kedalam ketika semua barang sudah di masukan kedalam rumah. Diandra dan Farisya pun langsung mendudukkan dirinya diruang tamu yang bernuansa putih tersebut.



"Gila Sya gilaaaa !" ucap Diandra.


"lo yang gila Di." Sahut Farisya.


"lo berdua yang gila !" tunjuk Diandra pada Farisya dan Ilham. "punya rumah sebagus ini si bisa bikin gue betah diem lama lama dalem rumah !" lanjutnya.


"iya tapi sepi Di, ga ada yang nemenin. Terus kalo nanti mas Ilham lembur dan pulang tengah malem gue kan sendirian dirumah, serem yang ada !" bukannya senang seperti Diandra, Farisya malah terlihat sedih.


"ya kan ada si bibi sama security yang nemenin lo !" ledek Diandra.


"ya ya ya.. gue mah iya aja deh ngomong sama calon pengantin yang otaknya rada geser ! hahaha" Farisya pun meledek balik Diandra.


"iya deh iya yang udah jadi pengantin baru terus otaknya udah kembali ke posisi semula !" Kesal Diandra.


"silahkan den, non, diminum dulu !" ucap bi Minah pada mereka.


"makasih ya bi. Oya bi ga usah masak ya nanti saya makan diluar aja sama mereka. Bibi tolong beresin aja barang barang saya sama Farisya !" perintah Ilham.


"iya den. kalo begitu bibi permisi ya den !" Bi Minah pun langsung membawa koper milik Ilham dan Farisya kekamar utama yang berada dilantai dua.


"widihh.. aura bos nya makin kentara aja !" ledek Noval.


"ya ga gitu juga Val !" Ilham pun nyengir kuda.


"Sya.. gue mau tanya ni, tapi serius." panggil Diandra serius.


"apa ?" Farisya melihat Diandra serius.


Noval dan Ilham pun menoleh kearah Diandra yang terlihat serius.

__ADS_1


"lo itu udah ngelakuin wikwik belom sama mas Ilham, terua rasanya gimana enak ga ?" tanya Diandra sambil memajukan badannya sedikit mendekat pada Farisya yang posisinya berada dihadapannya.


Farisya yang memang sedang meneguk minuman pun menyemburkan minumannya ke wajah Diandra. Ilham dan Noval yang tadi serius pun menjadi tertawa terbahak bahak oleh aksi Farisya.


"hhhuuuuaaaaa..... Farisya lo blo*n banget deh, muka gue masa lo sembur !" oceh Diandra sambil menyambar beberapa lembar tisyu yang diberikan oleh Noval.


"hahahahahaha" Noval dan Ilham pun tertawa terbahak bahak.


"lo yang blo*n jadi manusia. Apa jangan jangan lo bukan manusia tapi alien dari planet mars ya !" Farisya pun terkekeh.


"Sialan lo bilang gue alien, lo tuh ubur ubur !" Kesal Diandra. "sya gue serius ih nanya nya !" lanjutnya.


"Sayang, kamu apahan si nanya nya kaya gitu ke mereka, jelas mereka ga mau jawab lah sayang !" Noval pun mencubit gemas pipi Diandra.


"Val kayanya mending lo cepetan sah'in si Diandra deh biar dia ngerasain !" ucap Farisya.


"ish kalian mah ah.. gue nanya kaya begitu karena gue mau cepet dibikinin keponakan sama lo Sya !" Sahut Diandra.


"terus lo ngapain pake segala nanya enak apa ga ?" selidik Farisya lagi.


"eh.. hehehe.." Diandra hanya nyengir dan tak bisa menjawab pertanyaan Farisya.


"jangan bilang sekarang lo lagi omes !" celetuk Ilham.


"lagian kamu si, nanya nya yang bukan bukan aja sayang. udah ah, mending keluar yuk cari makan !" Noval menarik tangan Diandra menuju ke mobil. Ilham dan Farisya pun mengikuti langkah mereka dengan tertawa.


Entah sejak kapan Diandra semakin menjadi bobrok seperti itu, walau sedari dulu tingkahnya selalu nyeleneh tetapi semakin bertambah usianya semakin tambah berkurang isi didalam otaknya.


"cari mie ayam pinggir jalan aja deh kayanya enak !" pinta Farisya.


"oke. sambil minum jus jambu kayanya seger deh Sya !" ucap Diandra membayangkan.


"yaudah ayo kita cari mie ayam, pake mobil gue aja Ham !" perintah Noval sambil memberikan kunci mobilnya.


Ilham pun melajukan mobil Noval mengelilingi jalanan dan menuju sebuah taman yang tidak jauh dari Dreams Hotel. Saat menuju taman, mereka pun melewati hotel tersebut.


"wah ini hotel milik kamu mas ?" tanya Farisya dan Ilham yang masih fokus menyetir hanya mengiyakan pertanyaan Farisya.


Mereka berempat telah sampai di sebuah taman yang terdapat banyak penjual aneka makanan dan minuman. Mata Diandra dan Farisya langsung tertuju pad gerobak yang bertuliskan mie ayam bakso, dan dengan cepat Farisya dan Diandra langsung melangkahkan kakinya pada gerobag tersebut.


"Bang, mie ayamnya 4 ya !" pesan Diandra.


"makan disini apa mau dibungkus neng ?" tanya abang mie ayam.


"makan disini aja bang !" jawab Diandra.

__ADS_1


"oh iya. neng nya duduk aja disitu ya !" menunjuk meja yang telah tersedia.


Tidak lama datanglah Ilham dan Noval yang membawa jus buah jambu sesuai permintaan Diandra tadi.


"hei.. ni pesenan kalian !" Ucap Noval memberikan jus kepada Diandra. Sedangkan Ilham memberikan pada Farisya.


"Silahkan neng, aden.." ucap abang mie ayam sambil menaruh mangkuk mie ayam nya.


"makasih bang.." ucap Ilham.


Mereka berempat pun menyantap mie ayam tersebut dengan lahap tanpa menyisakan sedikit pun, kecuali mangkuk garpu dan sendok ya. Ga mungkin dong mereka makan itu juga karena mereka kan bukan kuda lumping yang sukanya makan beling.


"alhamdulillah.. kenyang gue Di !" ucap Farisya sambil mengelus perutnya.


"jelas kenyang, lu gangguin Mas Ilham juga Sya !" sahut Diandra.


"hehehe.. abis enak si, mau nambah tapi gue malu tar dikata rakus lagi !" Ucap Farisya lagi dan mendapat kecupan di pucuk kepalanya dari Ilham "gemes banget si kamu !" ucap Ilham.


"mas, kamu pesen lagi deh sana 2, terus dibungkus ya !" suruh Farisya pada Ilham.


"ya ampun Sya, kamu belum kenyang ?" Kaget Ilham.


"aku udah kenyang banget mas. kamu ga lihat aku sampe susah buat nafas !" Farisya memutar kedua bola matanya malas.


"Lah lo terus ngapain nyuruh Ilham buat bungkus lagi sampe 2 gitu ?" tanya Noval heran.


"ya buat si bibi sama pak Dul lah. ya kali buat hue lagi ? emang nya gue perut karung apa !" Kesal Farisya.


"ooohhhhh....." Diandra, Ilham dan Noval pun hanya ber oh ria.


"iyaaaaa !" Farisya menyahuti dengan nada yang naik setengah oktaf.


-


-


-


-


-


**Lanjut ga ni ?


Please di like, komen dan Vote sebanyak banyaknya dong readers 😘😘**

__ADS_1


__ADS_2