
"kalau begitu silahkan masuk, saya akan memulai sekarang juga !" ucap seseorang dibelakang Liora.
"eh.." Liora kaget dan langsung masuk kedalam kelas.
"dari mana lo ? untung ga telat !" ucap Arjun pada Liora.
"kantin sama Mona dan Mahesa. Jun itu dosen baru ya ?" Tanya Liora sambil membuka bukunya.
"Selamat siang semua.." Ucap Dosen tersebut
"Siang pak.." Seru mahasiswa.
"perkenalkan nama saya Aileen Jhofan Gavrien, dan saya dosen baru kalian. kalian bisa panggil Aileen !" Dosen baru tersebut pun memperkenalkan dirinya.
"What alieen ?" ucap Liora tidak sengaja, dan mendapat tatapan sinis dari para mahasiwa yang lainnya.
"Maaf pak." ucap Arjun.
"Aileen, nama saya Aileen bukan Alien !" Tegas dosen tersebut.
Seketika suasana menjadi sangat ricuh karena Liora yang memanggilnya dengan Alien.
Dok dok dok
"sekarang kalian buka halaman 167. dan ...............................!" Aileen pen menjelaskan matkul nya hingga waktu satu jam lebih.
"Sampai disini, ada yang mau ditanyakan ?" Tanya pak Aileen.
"cukup pak..." teriak mahasiswa.
"Baiklah kalian bisa keluar sekarang, kecuali kamu !" Menunjuk Liora.
"sa...saya pak ?" Liora pun menunjuk wajahnya.
"iyah kamu, yang tadi bilang saya Alien itu kamu kan ?" Tanya Aileen ketus.
"iya maaf pak.Masa gitu aja dendam nih si bapak ?" Walaupun menggerutu tetap saja Liora pasrah.
"Li, kalo begitu gue duluan ya, gue tunggu ditaman depan perpus !" Arjun pun pergi meninggalkan Liora.
"Jun... wah tega lo sama gue Jun !" Teriak Liora melihat kepergian Jun. "Tuhkan, bapak si jadi pergi kan !" Omel Liora.
"ko saya ?" Aileen pun menunjukkan wajah kesalnya.
"iyalah gara gara bapak ga izinin saya pulang jadi kan saya ditinggal sama Arjuna !" jawab Liora masih dengan ketus.
"Siapa nama kamu ?" Tanya Aileen.
"Nafiza Eliora Mahendra. Tapi saya biasa dipanggil Liora." sahut Liora masih saja ketus.
"oke Liora. Mulai besok kamu harus datang lebih awal di setiap matkul saya, dan saya ga mau lagi lihat kamu membawa makanan atau minuman kedalam kelas. Karena hanya akan mengganggu konsentrasi anak anak yang lain !" UcapAileen penuh penekanan.
__ADS_1
"iya pak, janji deh ga akan ngulangin lagi !" Liora pun pasrah karena takut melihat wajah Aileen yang sedang memelototinya sedari tadi.
"tangan kamu !" Aileen pun meminta tangan Liora.
"tangan ? buat apa pak ?" Liora bingung.
"udah cepat sini tangan kamu !" Aileen pun meraih tangan Liora dan meletakkan sesuatu ditangannya.
"Loh pak, ini kan gelang saya ?" Liora melihat tangan kirinya,dan benar saja gelang nya tidak ada.
"tadi saya lihat gelang ini jatuh ditempat kamu jatuh tadi." jelas Aileen.
"makasih banyak ya pak, ini tuh gelang kesayangan saya hadiah ulang tahun dari kakak ipar saya. kalo ini sampe hilang, aduh saya ga tau deh harus nyari kemana ? untung bapak yang nemuin, sekali lagi makasih ya pak udah kembalikan gelang punya saya !" Cerocos Liora sambil memeluk gelang nya dan menundukkan kepalanya.
"iya sama sama. Kalo begitu jangan lupa kerjakan tugas kamu, saya permisi !" Aileen pun langsung pergi meninggalkan Liora.
(gelang milik Liora)
"alhamdulillah.. kalo ini sampe hilang bisa ngamuk deh kak Noval sama gue, terus kak Diandra pasti kecewa. Untung ada pak alien !" Liora berkata kata sendiri sambil memakai kembali gelang nya tersebut.
-
-
SKIP RUMAH MAHENDRA
"waalaikumsalam.. Liora kebiasaan ini tuh bukan hutan !" Bentak Bunda.
"hehehe maaf bun udah terbiasa !" Liora mencium punggung tangan Bunda.
"Siang Bun.." Mona pun mencium punggung tangan Indah bergantian dengan Mahesa dan Arjuna.
"ayo mau kemana formasi lengkap kaya gini, ha ?" Bunda sudah menebak jika putri bungsunya akan pergi jika sudah berempat seperti ini.
"palingan juga ngecek cafe nya tuh bun !" Teriak Diandra dari dapur.
"kakak tau aja deh, dukun yaaa ?" ledek Liora.
"enak aja kamu bilang kakak dukun, kamu jinnya. hahaha" Diandra pun meledek balik.
"kak Zein sama Zeina mana ?" Tanya Mona.
"di taman belakang Mon !" Sambil cepika cepiki sama Mona, Mahesa dan Arjuna.
"yess jarang jarang gue cipika cipiki sama cewek cantik !" Ucap Arjuna nyeleneh.
"idihh jones amat !" Cela Mahesa.
"tenang aja, bentar lagi gue bakalan dapetin cintanya yayang Liora ko !" Ucap Arjuna penuh keyakinan.
__ADS_1
"emang nya gue mau sama lo gitu ?" Liora
"yaelah Li lo mah begitu banget dah sama gue !" Arjuna langsung lemas.
"hahahaha. PeDean si lo, mpusss loh !" Mahesa.
"Eits.. Mahesa mau Bunda jewer kuping nya !" Bunda berkacak pinggang dan melotot.
"oups.. maaf bun keceplosan !" Mahesa langsung menutup mulutnya dengan satu tangannya.
"udah ah gue mau kasih ini buat keponakan gue dulu !" Mona membawa kresek berisi makanan untuk diberikan pada Zein, Zeina dan Rania tentunya.
Mahesa pun menyusul Mona, Arjun pun tak mau ketinggalan untuk bertemu dengan ketiga keponakan Liora tersebut.
"Bun, kak Nindya kemana ?" Tanya Liora.
"lagi ke RS, mau cek keadaan Reynand !" Jawab Bunda.
"oh iya Bun, tolong bilang sama mang Aris ya suruh benerin Hp Liora. Tadi ga sengaja jatuh !" Liora memberikan Hp nya yanh sudah rusak pada Bunda.
"ya ampun sayang, ga sekalian aja kamu buang ?" canda bunda.
"Sayang lah Bun kalo masih bisa dibenerin. Nanti Liora mau kasih buat anaknya Bibi aja kalo masih bis bener lagi." Ucap Liora membuat senyum bunda mengembang.
"kenapa ga beli baru ?" Tanya Bunda.
"Liora masih ada Hp yang satu lagi Bun, ya walaupun ga sebagus ini sih. Lumayan lah buat dipake sekarang. Nanti kalo udah sempet Liora mau beli lagi bareng Mona, Mahesa sama Arjuna deh !" Jelas Liora.
"yaudah kalau begitu, nanti Hp ini bunda titip sama Aris biar dibenerin, siapa tau cuma layarnya aja yang rusak ya !" Bunda pun menyimpan ponsel tersebut didalam laci.
"Liora siap siap ya Bun, soalnya udah siang juga takut kena macet !" Liora langsung pergi ke kamar nya dan memasukkan beberapa setel bajunya.
Diandra, Mona, Mahesa dan Arjuna sedang berada di taman belakang bersama Zein, Zeina dan Rania yang sedang asik memakan cemilan yang dibawakan Mona.
"Mon, gimana rencana kamu buat jodohin Liora sama sepupu kamu ?" Diandra.
"jadi dong kak, cuma Jhofannya masih sibuk ngurusin lamaran kerjanya jadi dosen. Ga tau deh dia sekarang keterima di universitas mana !" Jawab Mona.
"what ? bebeb Liora mau lo jodohin Mon ? Wah lo jahat Mon sama gue Mon, Lo bukan temen gue Mon. Masa penantian gue selama 2 tahun sia sia si Mon ? Wah kacau lo Mon !" Gerutu Arjuna.
"ehh ogeb, nyerocos aja ga pake titik koma lo !" Mahesa mengusap kasar wajah Arjuna.
"Ish sialan lo !" Kesal Arjuna.
"ya gue si ogah ya Liora punya pacar yang otaknya kurang seperapat kaya lo, mending sama sepupu gue lah. udah ganteng tampang nya kaya bule. eh emang keturunan bule sih. hahaha" Ucap Mona.
"yah kalah telak lo kayanya Jun !" Ledek Mahesa.
"kaya, pinter, baik hati, tegas dan yang lebih penting dia itu perhatian, penyayang dan pengertian pula !" Tambah Mona.
"potek potek, retak retak hati Arjuna sang pangeran Liora !" Ucap Arjuna mendramatisir.
__ADS_1
Sebenarnya Arjuna tidak benar benar menyukai Liora dan dia sudah memiliki seorang pacar yanh berada dikota yanh berbeda dengannya. Karena merasa kesepian dengan status LDR nya tersebut, Arjuna pun menjadikan Liora sebagai bahan hiburannya. Mahesa, Mona dan Liora pun mengetahui nya, karena memang Arjuna selalu bercerita pada mereka bertiga. Begitupun ketiganya yang selalu menceritakan semua masalah mereka.