Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Bulan Madu 2


__ADS_3

"Hallo pengantin baru. Gimana haoneymoon nya ?" Tanya Mona melalui panggilan telpon.


"Seru dong. Untung aja kalian ga ikut, kalo ikut pasti ganggu banget deh. Hahaha" Jawab Liora.


"gitu lo ya sama kita ? Liora jangan lupa bawa bunga sakura yaaa !" Sisi.


"ya nanti gue bawa sekantong keresek buat lo khusus. Hahaha"


"idiiihhh... ogah banget gue !" Sisi


"Ra, jangan lupa sampein salam gue buat Lisa black pink ya. I Love You.." Arjuna.


"Lah lo kata gue mau nonton konser Junaaa !"


"Aileen mana Li ? Terus terus kalian mau jalan kemana lagi ?" Mona


Di Indonesia


Hari ini Noval telah kembali kerumahnya setelah hari berada diluar kota dengan pak Yohan, sang assisten pribadi Mahendra. Ia memberi kabar kepada Diandra melalui pesan singkat dari aplikasi WhatsApp nya.



Kemudian Noval menyimpan kembali ponselnya kedalam saku bajunya. Selama perjalanan Noval dan Yoga terus berbincang tentang masalah pekerjaan dan masalah pribadinya.


Sedangkan Diandra tengah di sibuk kan dengan tingkah kedua anaknya yang sedang bertengkar memperebutkan hal kecil.


"Stop !" Ucap Diandra menghentikan adu mulut antara Zein dan Zeina. "Suster, ajak Zeina ke kamar nya terus ganti bajunya. Kita kerumah papa sekarang !" Perintah Diandra pada suster Erika. "mbak, mau ikut apa dirumah ?" Tanya Diandra pada ART nya.


Ya karena ulah Zein dan Zeina yang sedang bertengkar, hingga membuat mbak Lili pun turun tangan.


"hmm.. boleh deh bu, kalo ibu yang ajak. hehehe" Sahutnya pada Diandra.


"Yaudah mbak tolong ya gantiin baju nya Zein. Saya mau ambil tas sama kunci mobil dikamar !" Suruh Diandra pada mbak Lili.


"Zein duduk didepan sama Mommy !" Ucap Zein dengan nada tegasnya.


"Iya, yaudah ayo masuk sekarang !"


Mereka pun segera masuk kedalam mobil, dan Diandra dengan perlahan melajukan mobilnya keluar gerbang rumahnya menuju kediaman Agus sang papa tercinta.


Sesampainya mereka disana, Safira langsung menyambut hangat sang putri dan kedua cucunya. "Omma kangen kalian !" Ucap Safira mencium pipi kedua cucunya.


"Papa mana Ma ?" Tanya Diandra.


"Papa lagi kerumah om Marwan, soalnya mobil om Marwan mogok !" Sahut Safira. "Din, tolong ambilin minuman dingin ya !" Suruh nya pada Dino, salah seorang montir yang sedang bersantai.


"Ahsiiap bu !" Sahutnya.


"Omma. Tadi Zein nakalin Zeina !" Adu Zeina pada Safira.

__ADS_1


"gak ko Omma. Orang Zein mau pinjam krayon punya Zeina tapi ga boleh. Yaudah Zein rebut aja, habisnya Zeina pelit !" Elak Zein.


"Udah udah. Ko masih diterusin, kan kita mau senang senang sama omma disini !" Seru Diandra.


"Gimana kalo nanti Zein sama Zeina ikut omma sama opa buat beli krayon, terus nanti Zein beli satu dan Zeina beli satu. Biar adil ya !" Ujar Safira yang diangguki Zein dan Zeina.


"Oke. Sekarang kita tunggu opa pulang dulu ya !" Ucap Safira.


"Ma, aku izin kerumah bunda Santi ya soalnya udah lama ga kesana. Kangen sama bunda Santi." Izin Diandra yang ingin menemui bunda Santi (bunda Farisya)


"yaudah sana, anak anak biar disini aja sama Mama !" Ucap Safira.


"mbak Lili ayo ikut, biar anak anak sama Mama dan suster aja. Gapapa kan sus aku tinggal sebentar ?" Seru Diandra.


"Gapapa ko bu." Sahut suster Erika sambil tersenyum.


Dikampus


Juna yang sudah berhasil membawa Cris kehadapan Sisi dan menjelaskan tentang masalah yang sebenarnya merasa sangat lega. Tapi tidak dengan Cris yang masih tak terima dengan perlakuan Juna padanya, walau ia menyadari jika sikapnya selama ini memang salah.


"Thanks ya Si, lo mau maafin gue !" Ucap Juna pasa Sisi.


"Sama sama Jun. Gue juga minta maaf sama lo atas sikap gue kemarin. Gue cuma ga terima aja sampe Cris bilang gue ngerebut lo dari dia, padahal kita cuma sahabatan ga lebih !" Ujar Sisi.


"Gini kan enak, lengkap formasi kita. Tinggal tunggu Liora pulang aja !" seru Mona.


Sisi, Mona, Juna dan Mahesa terkejut dengan kelakuan Dania yang menendang tong sampah yang ada didekat mereka.


"Buset dah, cantik cantik tendangannya kek pemain sepak bola !" Ujar Juna meledek.


"Diam lo !" Tunjuk Dania pada Juna. "eh Mon, apa bener pak Aileen lagi liburan sama temen lo itu ?" Tanyanya.


"Menurut lo ?" Cuek Mona.


Kini mereka menjadi pusat perhatian seisi kantin, karena ulah Dania.


"Gue tanya sekali lagi sama lo, apa benar pak Aileen lagi liburan sama Liora ?" Dania semakin mengencangkan suaranya.


"Kalo iya emang kenapa ? Toh mereka udah nikah, dan sah sah aja kan kalo mereka pergi liburan berdua !" Ujar Mona tak kalah kencang.


"What ?" Teriak Dania dan Salsa berbarengan.


"Lagi tuh ya gue heran deh sama lo Dan, jelas jelas pak Aileen ga suka sama lo. Kenapa lo masih aja kejar kejar dia ?" Tanya Sisi kesal.


"Kenapa emang nya ? Suka suka gue lah. Dan gue ga percaya sama ucapan lo Mon. Ga mungkin pam Aileen nikah sama si cewek murahan itu !" Ujar Dania.


"Hei.. jaga mulut busuk lo itu. Liora bukan cewek murahan, dia itu cewek baik baik !" Seru Mahesa.


"Dan harusnya lo terima kenyataan kalo emang pak Aileen udah nikah sama Liora !" Tambah Juna.

__ADS_1


Dania dan Salsa semakin kesal dibuatnya. Ia menggebrak meja sambil berteriak "Ga mungkin !" kemudian ia dan Salsa pergi meninggalkan kantin.


"Dasar cewek gila lo !" Juna meneriaki Dania.


"Guys.. emang beneran pak Aileen sama Liora udah nikah ?" Tanya salah seorang siswi yang kagum dengan Aileen.


"elah lo pada seriusan amat si nyimaknya ? Kalian tau kan kalo Liora selalu jadi bulan bulanan nya si Dania dan Salsa, jadi dari pada Liora selalu digangguin sama Dania dan sepupu gue dimeja kena terus mending gue bilang aja mereka udah nikah !" Jawab Mona.


"tapi gue sih mending pak Aileen beneran nikah sama Liora dari pada terus dikejar sama si cewek centil itu. iyuuuhhh !" Ucap teman mereka.


Kini Dania sedang menumpahkan kekesalannya ditaman belakang kantin ditemani Salsa sang sahabat terbaik nya.


Telinga Liora terasa sangat panas, padahal siang ini cuaca nya begitu dingin.


Liora..



"Ra berantakan gitu !" Ucap Aileen sambil mengusap bibir Liora.


"Eh.." Kaget Liora.


Kini mereka sedang berada disebuah cafe sambil meminum kopi, karena cuaca hari ini cukup dingin.


"Mas, habis ini kita balik ke hotel aja ya. Dingin banget soalnya !" Ucap Liora.


"Yaudah.. besok lagi kita lanjut jalannya ya !" Sahur Aileen.


Setelah menghabiskan kopinya, Liora dan Aileen segera kembali ke hotel dengan berjalan kaki karena jarak cafe dan hotel tak terlalu jauh. Liora begitu kedinginan karena ia hanya memakai kaos lengan pendek dan celana jeans. Aileen memakaikan sweater miliknya ke tubuh Liora, dan membiarkan tubuhnya yang kedinginan.


Sesampainya mereka dihotel, Liora langsung memesan coklat panas dan meminta untuk dibawakan kekamar mereka. Aileen langsung menyesap coklat panas tersebut, kemudian ia membaringkan tubuhnya disofa.


"Mas ko tidur di sofa si ?" Ucap Liora yang baru keluar dari kamar mandi.


"gapapa aku cuma mau rebahan aja ko !" Jawab Aileen.


Liora mengambil pakaian dari dalam lemari dan kembali kekamar mandi. Tak lama Liora keluar dengan menggunakan daster tanpa lengan motif bunga.



Bergantian dengan Liora, Aileen masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya. Sedangkan Liora membaringkan tubuhnya diatas kasur dan menarik selimut sebatas pinggang. Namun Liora tidak tertidur, ian hanya memejamkan matanya sebentar untuk menghilangkan rasa lelahnya setelah tadi sempat berjalan kaki dengan Aileen.


Aileen yang telah selesai pun keluar dari dalam kamar mandi langsung ikut berbaring disamping Liora. Ia membalikkan tubuhnya menghadap Liora yang terpejam. Ia menatap lekat pada wanita yang sedang tertidur dihadapannya sekarang, lalu ia mengukir senyum dibibir nya. Ia menyelipkan anak rambut Liora kebelakang telinganya. Liora yang merasakan ada sentuhan di pipinya pun membuka matanya dan terkejut melihat Aileen yang sedang menatap nya.


"Kamu ga tidur Ra ?" Tanya Aileen yang juga terkejut melihat Liora membuka matanya.


"Gak mas, aku cuma pejamin mata aja !" Jawab Liora sedikit canggung.


Aileen mendekati Liora dan memeluknya. Liora terkejut dan dengan cepat ia memundurkan tubuhnya sedikit kebelakang, namun Aileen malah menariknya kembali mendekap padanya. "Sebentar aja Ra, aku nyaman !" Ucapnya. Liora hanya bisa diam dengan jantung yang semakin berlari.

__ADS_1


__ADS_2