
Keesokan harinya Diandra dan Farisya sudah sampai dikampus diantar oleh Papa Diandra. Cantika yang baru saja sampai diparkiran pun langsung menghampiri mereka.
"pagi Di, Sya.." sapa Cantika.
"pagi..." sahut Diandra dan Farisya berbarengan.
"Sayang, papa balik ya mau langsung jemput tuan !" pamit Papa
"iya Pa, hati hati jangan ngebut !" sahut Farisya.
"hati hati ya pa !" Diandra.
"bye, belajar yang rajin !" papa pun melajukan mobilnya perlahan keluar dari parkiran kampus.
"siapa bapak itu ?" tanya Cantika
"papa kita. hahaha" jawab Diandra dan Farisya kompak.
"kalian saudara kandung ?" tanya Cantika lagi.
"ga. itu papa gue. tapi Farisya juga udah nganggap papa gue kaya papanya sendiri karena emang dari kecil Farisya deket sama papa !" jelas Diandra.
"ooohhh... jadi kalian sahabatan dari kecil ni jadinya ?" Cantika pun memahami
"iya betul !" sahut Farisya.
Tanpa mereka sadari ternyata mereka sudah berada didepan kelas yang merek tuju.
"masih sepi ya, jam berapa si ?" tanya Diandra.
"jam 6.47 Di !" sahut Farisya.
"pantes. yuudah yuck masuk aja deh !" ajak Cantika
Mereka pun duduk di kursi deretan kedua dan tak berapa lama beberapa siswa dan siswi yang lain pun masuk satu persatu. Dan 10 menit kemudian masuklah dosen yang akan mengajar pada kelas mereka.
Sekitar satu jam dosen memberikan penjelasan lalu memberikan tugas kepada mereka yang harus dikumpulkan lusa.
pada jam 08.25, Diandra, Farisya dan Cantika pun keluar bersama menuju kantin karena Diandra dan Farisya tidak sempat sarapan maka mereka pun memutuskan untuk makan dikantin.
Saat menuju kantin tiba tiba Diandra bertabrakan dengan Angel yang sedang asik memainkan ponselnya.
bugh...
"aawww..." pekik Diandra dan Angel bersamaan.
Farisya dan Cantika pun segera memegang Diandra yang hampir terjatuh. Angel langsung marah marah pada Diandra.
__ADS_1
"perasaan kampus ini luas banget deh, kenapa si gue harus ketemu lagi sama lo dan lo !" ucap Angel marah.
"gue juga herman deh sama tuhan, kenapa si lo masih aja berani nampakkin diri lo dihadapan kita tanpa rasa bersalah sedikit pun !" bentak Farisya.
"apa maksud lo, hah ?" Angel pun menaikkan nada bicaranya.
"pake nanya lagi maksud gue apa ? lo lupa kejadian beberapa waktu yang lalu ? jangan sampai gue ingetin disini ya !" pekik Farisya yang mulai emosi.
"gue masih inget. dan lo harus tau, kalo kalian berani macem macem sama gue disini kalian akan rasain lebih dari apa yang gue perbuat kemarin !" ancam Angel dengan nada suara yang pelan namun menusuk hati.
"silahkan, gue ga takut sama ancaman lo !" sahut Farisya penuh keyakinan.
"satu lagi Ngel, lo ga akan bisa sentuh gue, Farisya ataupun Tata dengan tangan lo atau orang suruhan lo. karena CCTV selalu mengintai setiap gerak gerik lo 24 jam !" ucap Diandra penuh penekanan.
Angel tidak menjawab perkataan Diandra barusan, hanya terus menatap tajam pada Diandra dan Farisya.
"ayo Sya, Can kita cabut !" ucap Diandra lagi.
Entah dari mana Diandra mendapatkan kepercayaan diri seperti ini, namun yang jelas sekarang Diandra tidak mau jika dirinya terus tertekan dengan sesuatu yang menurutnya harus dilawan.
"gitu dong Di, sesekali lo buka suara jangan cuma jadi orang yang selalu teraniaya !" Farisya.
"ya gue juga ga mau terus terusan diem Sya, gue harus lawan rasa takut gue !" sahut Diandra.
Cantika hanya terdiam dan menyimak pembicaraan mereka tanpa mau berkomentar apapun, karena baginya ini bukanlah urusannya dan Cantika pun enggak untuk ikut campur dalam masalah mereka.
"kalian mau pesen apa ?" tanya Cantika sambil manaruh tas dan buku nya diatas meja kantin.
"gue nasi goreng sama es jeruk !" Farisya.
"oke tunggu sebentar !"
Cantika pun memesan makanan sesuai yang diucapkan oleh Diandra dan Farisya tersebut tak lupa juga Cantika pun memesan minuman untuknya karena dirumah dia sudah sarapan.
"ini non pesenan nya !" pelayan pun meletakkan 2 piring nasi goreng dan 3 gelas minuman diatas meja.
"makasih bu." ucap mereka bersamaan.
"lo ga makan Can ?" tanya Farisya.
"udah tadi dirumah, gue masih kenyang." jawab Cantika sambil meminum jus jeruknya.
Diandra dan Farisya pun memakan nasi goreng nya dengan sangat lahap, dan tanpa tersisa.
"hallo Sya, Ki.." sapa Tata langsung cipika cipiki pada mereka.
"hallo sayang !" sahut Farisya.
"lo baru dateng atau udah selesai kelas ?" tanya Diandra.
__ADS_1
"baru dateng gue, kelas gue mulai jam 09.20 nanti." jelas Tata. "hallo Cantika !" sapa nya lagi pada Cantika.
"hai Ta.." Cantika pun tersenyum.
"kalian udah selesai atau ada kelas lagi ?" tanya tata.
"masih ada, tapi nanti jam 10 ta." jawab Diandra.
"brarti bisa dong pulang bareng, kalian kerumah gue ya ?" ajak Tata. "sekalian lo juga Cantika ikut ya kerumah gue !" Tata pun mengajak Cantika bersamanya.
"gue, ikut kerumah lo ?" Cantika heran dengan sikap Tata yang menurutnya aneh.
"iyah.. kenapa ada yang salah, atau lo ga mau ikut ?" tanya Tata.
"eh bukan begitu. ya gue heran aja kenapa lo bersikap baik sama gue ? selama ini kan yang gue tau lo itu cewek yang dingin dan sombong yang jarang banget bisa bicara sama orang lain !" sahut Cantika.
"what ? tata seorang yang dingin dan sombong ?" heboh Farisya.
"sejak kapan Ta ?" tanya Diandra meledek.
Cantika tambah bingung dengan ledekan Diandra da Farisya pada Tata.
"ga gitu Cantika.. gue bukan seorang yang dingin atau sombong. Tapi gue seorang yang lebih ke pemilih aja Cantika." jelas Tata.
"kenapa, apa karena...... ?" Ucapan Cantika terhenti karena merasa tidak enak untuk melanjutkannya.
"ga ko, gue ga pernah membandingkan derajat seseorang. Tapi lebih ke waspada aja." jelas Tata lagi.
"ohh.. terus kenapa sekarang lo bisa baik sama gue ?" tanya Cantika.
"karena gue yakin, kalo orang yang mau berteman dengan Diandra dan Farisya itu orang yang baik." sahut Tata dengan senyum tulusnya.
Cantika pun tersenyum kepada Tata karena merasa sangat dihargai oleh cewek yang cukup populer di kampus nya.
Sebenarnya Cantika bukanlah seorang gadis biasa, karena kedua orang tuanya adalah pemilik hotel ternama di kota nya. Namun Cantika lebih memilih berteman dengan orang yang jauh dibawah levelnya, menurutnya berteman dengan orang orang kaya atau yang setara dengannya hanya akan membuatnya menjadi seorang gadis yang sombong.
"hmm.. serius banget ngobrolnya kalian !" suara Angga pun memecah keseriusan obrolan mereka.
"hai selamat pagi menjelang siang." sapa Helmi.
"haii.." Diandra.
"pagi.." Farisya.
Cantika hanya tersenyum tipis dengan sapaan Helmi.
"kamu udah lama sampe nya sayang ?" tanya Angga pada Tata.
"ga ko. aku baru beberapa menit disini !" sahut Tata.
__ADS_1
Mereka meneruskan pembicaraan mereka, bahkan Cantika pun turut bertanya kepada Angga CS walau kadang berdebat dengan Helmi seperti tom&jerry.
*****