
Sore hari Liora mulai merasa sakit pada bagian pinggang dan perutnya, karena akan mendapatkan tamu tak diundang yang biasa mampir setiap bulannya. Ia terus memegangi perutnya sambil terus memasak untuk makan malam.
"Uh.. akhirnya selesai juga !" Ucapnya merasa lega dengan penuh keringat dingin yang membasahi kening nya.
Liora pun memilih untuk pergi ke kamar nya dan segera mandi. Sebelumnya ia sudah membuat teh jahe untuknya sendiri.
Aileen yang baru pulang dari kantor papanya sedang mencari keberadaan Liora yang tak ada dikamar, tanpa mencari kekamar mandi karena tak mendengar suara gemercik air. Ia kembali keluar kamarnya dan menuju dapur, namun masih tetap tidak menemukan Liora. Aileen mulai panik karena tidak menemukan keberadaan Liora, ia berlarian di anak tangga menuju kamar nya untuk mengambil ponselnya.
Ceklek
"eh.."
***
Diandra dan Farisya sedang melakukan latihan bela diri ditemani oleh Ilham yang juga menjadi pelatih mereka. Walau sebelumnya Noval dan Ilham tidak setuju akhirnya mereka pasrah dengan permintaan para istrinya tersebut. Entah apa yang membuat Diandra dan Farisya tiba tiba meminta diajarkan bela diri, tapi yang jelas mereka mempunyai alasan tersendiri. Bahkan anak anak mereka yang tadinya sedang bermain malah asik ikut menggerakkan badan mereka sesuai arahan Ilham.
"Udah dulu deh istirahat, udah cukup buat sekarang !" Ucap Ilham yang baru melihat jam tangannya.
"Huhh.. akhirnya !" Diandra pun memggerak gerakan tangannya sambil sedikit memijat bagian yang terasa pegal dengan tangan satunya.
"Capek gila !" Keluh Farisya.
"Udah tau capek, kenapa masih maksa ?" Ilham memberikan Diandra dan Farisya minuman isotonik.
"aku ga mau kejadian waktu itu ke ulang lagi mas, kasian anak anak. Seenggaknya aku bisa ngelindungin diri aku lah !" Jawab Diandra yang langsung menenggak minuman tersebut.
"Bener juga si. Yaudah kalo gitu nanti aku ajarin yang lain juga deh. Biar kalian berdua ga cuma bisa bela diri doang !" Ilham pun ikut duduk didekat Farisya.
"Di, lo dijemput atau mau dianter ?" Tanya Farisya.
"Nanti mas Noval kesini selesai meeting !" Jawabnya.
Diandra, Farisya dan Ilham bergegas membersihkan diri mereka karena waktu hampir malam. Farisya menyiapkan makanan dibantu oleh ART, sedangkan para babby sitter sedang bergelud dengan para makhluk kecil yang sedari tadi tidak mau mandi. Ya siapa lagi kalo bukan Zein, Zeina, Jova dan Jovi.
"Sayang, mandi dulu sana kasian suster dong !" Suruh Diandra pasa Zein dan Zeina.
"No, Mom. Aku mau tunggu daddy dulu !" Jawab Zeina.
"Yes, i do !" Zein menimpali.
"Elah sok Inggris anak lo !" Ejek Farisya.
"Mbak. Anak anak udah selesai belum ?" Teriak Farisya pada pengasuh Jova dan Jovi.
"Bentar lagi Buk !" Sahutnya ikut teriak.
"Cepetan ya !" Teriak Farisya lagi.
"iya bu, sabar dong !" Sahutnya lagi.
__ADS_1
"Ya ampun. Bisa ga sih ga usah teriak gitu lo Sya ! Mana tuh si mbak ikutan teriak juga." Omel Diandra.
"Sudah biasa itu sih Di, mereka berdua udah kaya Tarzan !" Ucap Ilham.
"hahaha.. Ada ada aja mas Ilham !" Tawa Diandra.
~Liora~
"Sakit banget ya Ra setiap mau dateng bulan ?" Aileen memberikan teh jahe untuk Liora yang sebelumnya sudah dibuat oleh Liora.
"Beginilah rasanya.. Tapi cuma sebentar ko ga sampe seharian juga udah ilang sakitnya !" Liora langsung menyesal teh jahe tersebut.
"Tapi aman kan Ra, atau kita kedokter aja ?" Tanya Aileen khawatir.
"Ga perlu mas, ini cukup di kompres aja pake air hangat. Nanti juga ilang sendiri ko sakitnya. Aku udah biasa kaya gini, jadi ga usah khawatir !" Sahutnya.
Aileen langsung mengambilkan air hangat dan handuk untuk segera mengompres perut dan pinggang Liora dengan sedikit mengangkat baju yang dikenakan Liora. Walau sedikit rasa malu, tapi Liora tak menolaknya.
"Makasih ya mas, kamu baik banget sama aku !" Ucap Liora tersenyum.
"Sama sama Ra. aku kan udah janji sama kamu, bakalan jadi suami yang baik buat kamu !" Sahutnya ikut tersenyum.
Aileen begitu telaten merawat Liora yang sedang merasakan sakit pada bagian perut dan pinggang nya, hingga ia lupa bahwa ia dan Liora belum makan malam.
Kriyuukk... kriyukkk...
"Eh !" Kaget Liora menatap Aileen. Sedangkan yanh ditatap hanya tersenyum.
"Kampung didalem perut ?" Tanya Aileen yang tak mengerti.
"Hahaha.. Maksud aku cacing cacing yang ada didalam perut kamu mas !" Sahut Liora. "Ayo mas, jangan mesem mesem gitu lah.." Lanjutnya kembali meledek Aileen.
"Dasar kamu Ra !" Aileen menyusul langkah kaki Liora yang sudah berjalan didepannya menuju meja makan.
Keesokan harinya..
Liora sudah berada di dapur sedari subuh setelah membangunkan Aileen, ia langsung memasak untuk sarapan. Karena hari ini Liora akan kembali kekampus setelah dua pekan ia izin.
"Harum banget !" Ucap Aileen tepat dibelakang Liora sambil berbisik di telinga nya.
"Astaghfirullah ! kamu bikin kaget mas." Liora terlonjak kaget.
"Masak apa sih Ra, sampe harum banget gitu ?" Tanya Aileen yang menyingkir dari belakang Liora dan mengambil air putih untuknya minum.
"Nasi goreng doang ko !" Sahutnya sambil mematikan kompor dan menyiapkan nasi goreng tersebut kedalam piring dan meletakkannya diatas meja beserta telor ceplok.
"Oya Ra, kamu mau bareng aku atau gimana ? Atau kamu masih mau main kucing kucingan ?"
"Aku ikut kamu aja, tapi turunin aku di halte aja ya mas. Biar nanti aku jalan kaki dari sana !" Jawab Liora.
__ADS_1
"Ra itu kan lumayan jauh dari kampus !"
"Ya sekalian olah raga lah. Kan mobil aku juga masih dirumah Ayah, mas !" Jawab Liora lagi.
"Mending sekalian aja Ra sampe parkiran deh, ya kali aku biarin kamu jalan kaki kaya gitu. Itu hampir satu kilo meter gitu Ra !"
"Gapapa mas, lagi juga aku udah biasa ko jalan kaki gitu. Jadi ga perlu khawatir aku takut capek !"
Liora dan Aileen terus saja berdebat, hingga mereka kini hampir sampai pada halte yang Liora maksud.
"Udah mas disini aja berentiin mobilnya !" Suruh Liora.
"Nanggung lah Ra !"
"Mas berenti dong, nanti kalo di parkiran pada mikir yang ga ga mas !"
"ck.." Dengan terpaksa Aileen pun memberhentikan mobilnya di halte. Liora segera turun dan Aileen langsung menancap gas menuju parkiran. Ia menunggu beberapa saat hingga Liora tiba.
Liora terus tersenyum pad siswa dan siswi yang sedang menyapanya.
"Pagi..."
"iya pagi juga.."
"hai.."
"Pagi Ra !" Sapa Aileen berpura pura.
"Pagi juga pak !" Sahut Liora dengan senyum yanh dibuat buat. "ngapain masih disini, bukannya kekantor sana !" Ucap Liora berbisik.
"Aku nungguin kamu dulu lah, takut nyasar. hehehe" Sahut Aileen terkekeh kecil.
"Ya kali deh aku nyasar !" Kesal Liora.
"pagi pak.." Sapa Dania yang baru saja turun dari mobilnya sambil menatap sinis pada Liora.
"Pagi juga Dania. Oya, Ra. Kamu udah selesai kerjain tugas yang kemarin saya kasih kan, kamu juga Dania ?" Tanya Aileen tegas.
Mampus gue ! Belum gue kerjain tuh tugas. Batin Dania.
"Udah beres dong, bapak tinggal cek aja nanti dikelas !" Jawab Liora enteng.
"Yaudah kamu duluan ke kelas ya Ra, terus kamu kumpulin tugas yang lain. Saya tunggu diruangan saya 20 menit lagi !" Aileen langsung pergi meninggalkan Liora dan Dania yang masih di parkiran.
Suami gila ! Umpat Liora.
"Kamu jangan ngebatin kata katain saya ya Ra !" Toleh Aileen.
"What !" Heran Liora.
__ADS_1
"Minggir lo sana gue mau ke kelas !" Dania sengaja menabrak Liora.
"Dasar cewek setress !" Kesal Liora meneriaki Dania.