Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Sikap Liora


__ADS_3

Hai para readera tercintaku.. Aku mau mengucapkan Marhaban Ya Romadhon untuk kita semua. 🙏🙏


💞💞💞


"Berhenti ! Saya tidak mau disentuh sama kamu !" Ucap mama Keke.


"Tante. Saya cuma kangen sama tante !" Joanna memaksa.


"Saya ga kangen sama kamu An. Jadi saya harap kamu bisa jaga sikap kamu ke saya !" Mama Keke terlihat emosi.


"Ma. Mama duduk dulu ya !" Liora berusaha menenangkan mama Keke. Kemudian ia beralih mendekati Joanna.


"Mbak, maaf sebelumnya. Lebih baik mbak kembali ketempat mbak aja dulu, saya ga mau nanti mama Keke jadi emosi karna lihat mbak !" Ucap Liora.


"Siapa kamu memerintah saya ?"


"Mbak, ini bukan waktunya berdebat. Saya ga mau buat keributan, apa lagi ada orang tua saya mbak. Jadi saya mohon, mbak kembali ketempat duduk mbak !" Sahut Liora memaksa.


"Saya akan pergi dari tempat ini. Dan ingat, saya ga akan nyerah segampang ini !" Joanna yang tidak terima pun langsung pergi meninggalkan cafe dengan wajah kesalnya.


"Jelasin semuanya sama mama !" Tegas mama Keke menatap Aileen tajam.


Aileen dengan ragu menceritakan semua nya pada mama Keke, dan Liora pun membenarkan ucapan yanh keluar dari mulut Aileen.


"Mama udah sering bilang sama kamu, ganti nomor ponsel kamu Jhofan. Mama ga mau kamu balik lahi terluka kaya dulu !" Sahut mama Keke semakin kesal pada Aileen.


"Ma, mama jangan salahin mas Jhofan terus, ma. Ini ga sepenuhnya salah mas Jhofan ko !" Bujuk Liora menenangkan.


"Udah Ra, cukup. Kamu ga usah belain Jhofan terus kaya gini. Apa kamu ga sedikitpun merasa kesal Ra !"


"Ma ?" Aileen menatap sendu pada mama Keke.


***


"Ra, kamu kenapa si dingin gini sama aku Ra !" Keluh Aileen yang sedari tadi terus dicueki oleh Liora.


"Ra, ayolah Ra. Itu bukan kemauan aku Ra !"

__ADS_1


"Ra aku minta maaf, tapi aku beneran ga tau kalo dia bakalan ada di cafe Ra !"


"Ra..


"Raaa...


"Raaaa !!!


Begitulah sedari tadi Aileen terus mengganggu Liora seperti seorang anak kecil yang sedang memanggil ibunya. Liora hanya diam, dan sesekali menatap Aileen yang tak henti hentinya terus mencoba meyakinkan Liora bahwa memang Aileen tak tahu apa apa.


Astaga !! Gue harus apa supaya Liora percaya sama gue kalo gue emang udah ga punya perasaan apa apa sama Joanna, dan sekarang yang gue sayang dan cinta itu cuma dia seorang. Apa kaya gini kehidupan sepasang suami istri yang dijodohkan ? Tapi kenapa dia mau serahin semuanya buat gue !!


Aileen mengacak rambutnya frustasi. Ia yang sedari tadi tak bisa tidur terus berdiri sambil melihat kejauhan dari balkon kamarnya. Tatapannya kosong saat ia mengingat kata kata mama Keke.


Ingat Fan, mama ga akan ikhlas dan ga akan pernah rela kalo kamu sampe nyakitin menantu mama. Mama sayang sama Liora, Fan. Kamu tau gimana sedihnya mama waktu kamu hampir gila karena wanita itu ? Apa dia perduli Fan sama kamu ? Jadi mama harap kamu bisa tegas sama wanita itu, jangan sampai kamu sakitin hati Liora !


"Ma, aku ga pernah kasih harapan apapun sama dia. Aku udah bilang kalo aku udah nikah dan aku bahagia sama Liora. Tapi emang dia yang ga mau tau dan terus ngedesak aku buat ketemu sama dia, Ma !" Ucap Aileen sendiri.


Aileen kembali masuk kedalam kamarnya dan merebahkan dirinya disamping Liora. Ia menarik selimut yang juga menyelimuti tubuh Liora, dan memeluk erat tubuh Liora yang sudah tertidur pulas sedari tadi.


"Kamu masih mau diemin aku ni Ra jadinya ?" Tanya Aileen sambil memakai dasi.


"Aku cuma ga mau nantinya kita jadi bertengkar mas. Makanya lebih baik aku diam, sampe aku benar benar tenang !" Sahut Liora memberi pengertian.


"Ya tapi kamu jangan terlalu diemin aku kaya gini dong Ra. Kamu terlalu dingin Ra !" Keluh Aileen lagi.


"Maaf Mas. Mungkin aku udah bikin kamu kecewa sama sikap aku sekarang. Tapi aku juga ga bisa nutupin kekesalan aku sama kamu yang ga bisa tegas sama dia !" Sahut Liora lagi.


"Ra aku kurang tegas gimana si sama dia ? Bahkan aku udah mengakui kamu sebagai istri aku didepan dia. Tapi kamu tau sendiri kan dia yang ga mau dengerin Ra !"


"Aku ga tau lah mas. Ga usah dibahas dulu masalah dia !" Liora yang sudah siap pun keluar kamar dan pergi menuju kemeja makan.


"Ra !"


Setelah selesai sarapan, Liora dan Aileen berangkat bersama menuju kampus. Itupun dengan paksaan dari Aileen yang akhirnya membuat Liora menyetujuinya.


Sama seperti kemarin, banyak yang membicarakan kedekatan Liora dan Aileen yang lagi hari ini mereka turun dari mobil yang sama. Bahkan sangat tidak mungkin jika mereka tidak memiliki hubungan, padahal mereka sama sama sudah memiliki pasangan. Ataukah mereka pasangan selingkuh ? Oh tidak ! Tapi itulah yang kini ada di fikiran para mahasiswa yang tengah membicarakan mereka.

__ADS_1


"Wheii.. Ngelamun aja lo Li !" Mona mengejutkan Liora yang sedang berjalan sambil melamun di koridor.


"Mon, menurut lo apa gue buka aja ya ke publik masalah pernikahan gue sama Jhofan ?"


"Lo kenapa Li, ada masalah ya ?" Mona melihat Liora yang berbeda dari hari biasanya. Liora hanya menggeleng dan kemudian ia tersenyum.


"Li, lo ga boleh bohong sama gue. Apa ini tentang Jhofan ?" Tanya Mona menyelidik.


"Gue bingung Mon, gue harus apa ya sekarang ? 'dia' ada disini Mon !"


"Dia ? Dia siapa maksud lo ?" Mona memang tak tahi tentang kedatangan Joanna, karena Liora baru bercerita pada Sisi.


"Kita bicara dirooftop aja ya Mon. Gue ga mau nanti ada yang denger !"


Akhirnya Liora dan Mona pergi ke rooftop, padahal pagi ini Liora ada kelas.


Sisi sedang menunggu kedatangan Liora bersama Juna didepan pintu, padahal sepuluh menit lagi kelas akan dimulai. Dan benar saja tak lama dosen pun datang dan memulai mata kuliah mereka tanpa Liora yang berada didalam kelas.


Sedangkan di rooftop, Liora mulai menceritakan apa yang terjadi kepadanya dan Aileen. Mungkin bagi sebagian orang ini hanyalah hal kecil yang bisa diurus dengan gampang, tapi bagi Liora ini adalah hal yang sulit karena ia tak pernah tau jika Aileen kini mulai mencintainya.


"Wah gila tuh cewek !! Udah punya suami masih aja berani dateng temuin Jhofan ?" Pekik Mona terkejut. Liora hanya mengangguk dengan wajah yang entar bagaimana rupanya.


"Lo yang sabar ya Li, gue yakin lo sama Aileen bisa selesain masalah ini. Ya kalo perlu sih mending lo umumin aja tentang pernikahan lo sama Jhofan, biar ga nambah cabe yang deketin dia !"


"Mau gue sih gitu. Tapi kan gue sendiri yang minta semuanya buat dirahasiain Mon !" Ucap Liora memeluk lututnya.


"Liora. Jangan sedih sedih ya !" Mona mengelus punggung Liora.


"Gue ga tau perasaan Jhofan ke gue kaya gimana Mon, apa dia masih belum moveon atau ga ! Lo tau Mon, disini gue mulai ngerasa nyaman sama Jhofan dan gue mulai takut kehilangan dia. Sesak rasanya Mon !" Liora mengungkapkan perasaannya pada Mona sambil menunjuk dadanya.


"Ya Allah Li. Akhirnya lo bisa ngebuka hati lo buat lelaki lain, dan lo beneran udah move on sama Firlly !" Mona terlihat senang.


"Ck !"


"LIORA !"


"Ehh..!!"

__ADS_1


__ADS_2