
Mobil yang dikendarai Kiki pun sampai disebuah rumah kosong yang terlihat begitu berantakan dari luar. Ilham melangkahkan kakinya terlebih dahulu mencari keberadaan Harland didalam bangunan tersebut.
Saat sampai di ruang tamu yang tanpa sofa atau apapun langkah Ilham terhenti mendengar suara seorang lelaki yang sedang marah.
"Gue ga pernah ngajarin kalian buat jadi brengsek. Gue ga pernah ngajak kalian buat jadi penguasa jalanan atau pun jadi preman kaya anak anak geng motor lainnya. Gue membentuk geng motor ini cuma buat hiburan dan memperbanyak teman. Tapi kenapa lo bisa melakukan hal bejat itu sama mantan pacar lo yang notabane nya anak baik baik ?" Teriak tegas seorang lelaki bertubuh kurus tinggi tersebut.
"sorry bang, gue benar benar emosi ga terima dengan keputusan mantan gue yang mutusin gue cuma karena ortunya anggap gue berandal !" Sahut Harland ketakutan.
"Tapi dengan lo ngelakuin hal itu, lo membuktikan bahwa lo memang seorang berandal bahkan lo hampir jadi seorang pemerkosa Harland !" Teriak lelaki itu lagi.
Ilham yang mendengarkan sedari tadi pun langsung melangkah kan kakinya kembali disusul Kiki, Arjuna dan Mahesa.
"Permisi, maaf saya menggangu !" Ucap Ilham tegas dan sopan.
"Arjuna, Mahesa.." gumam Harland ketika menoleh kearah suara Ilham dan mendapati Arjuna dan Mahesa.
"siapa lo ?" Teriak lelaki tersebut hendak melangkah kearah Ilham.
"bang tenang bang, mereka temen gue !" Ucap Harland sambil berdiri dan menahan dada lelaki tersebut.
"ada kalian kesini ?" Tanya lelaki itu.
"Harland. bisa ikut saya sebentar ?" Ucap Ilham dengan menajamkan tatapan matanya pada Harland.
"I..iya kak. Ba..bang gue permisi." Pamit Harland.
"tunggu, gue ikut kalian !"
Ilham pun mempersilahkan orang tersebut untuk ikut dengan mereka, dan Ilham pun memulai pembicaraannya.
"Saya ga mau basa basi, saya cuma mau peringatkan Harland. Kalau sampai dia berani menggangu adik saya lagi, bukan cuma Harland yang akan saya hancurkan tapi seluruh yang berhubungan dengannya akan hancur ditangan saya !" Ucap tegas Ilham sambil membelakangi Harland dan orang tersebut.
"jadi cewek yang hampir jadi korban Harland itu adek lo ?" Tanya orang itu.
"Iya. Namanya Nafiza Eliora Mahendra. Tentu kamu tahu siapa Mahendra ?" Kiki pun menjawab dengan santai.
"Sialan !"
plaak
__ADS_1
Orang tersebut pun menampar dengan kencang pipi Harland, hingga sedikit berdarah diujung bibirnya.
"Weii... selow man !" Cegah Kiki ketika orang itu kembali menaikkan tangannya untuk menampar kembali Harland.
"dasar lo brengsek !" Cela orang tersebut.
"bang maafin gue bang, gue salah bang !" Harland pun ketakutan.
"harusnya lo minta maaf sama mantan pacar lo bukan gue Land, karena lo udah hampir nyelakai dia Harland !" Orang tersebut masih begitu emosi
"iya bang, gue akan minta maaf sama Liora sekarang juga !" ucap Harland.
"gue benar benar minta maaf sama kalian dan tentunya adek lo, karena kelakuan anak cunguk satu ini !" Ucap orang itu menatap Ilham dan Kiki.
"Saya ga akan permasalahkan ini ke jalur hukum, asalkan Harland mau ikut saya menemui Liora dan meminta maaf secara langsung pada Liora dihadapan saya sekarang juga !" Ilham.
"iya kak, gue mau kak. gue mau minta maaf sama Liora, gue nyesel kak !" Ucap Harland penuh penyesalan.
"gue bisa ikut dengan kalian ?" izin orang tersebut.
"silahkan !" Sahut Kiki.
Orang tersebut langsung masuk kembali dan memerintah salah satu orang yang berada didalam.
Sedangkan Harland dan orang tadi menaiki motor milik Harland dan mengikuti mobil Ilham.
Setengah jam kemudian mereka sudah sampai dipelataran rumah besar Mahendra.
Diandra, Nindya dan Liora langsung berdiri ketika Ilham masuk dengan membawa Harland disamping nya.
Harland langsung mendekat pada Liora dan bersujud dihadapan Liora menyesali perbuatannya sambil menangis meraung raung.
"Liora gue minta maaf. gue minta maaf. gue benar benar khilaf Liora, gue salah dan gue menyesal dengan apa yang udah gue perbuat sama lo Liora ! gue mohon lo maafin gue Liora, gue mohon !" Tangis Harland
Liora tak bergeming, ia hanya terus meneteskan air matanya tanpa bisa berkata apa apa.
"Harland, kamu ga usah kaya gitu ayo bangun !" Tegas Nindya.
"ga ka, sebelum Liora maafin aku, aku ga akan bangun kak. aku beneran menyesal kak !" Sahut Harland yang masih bersujud.
__ADS_1
"Liora.." panggil Diandra sambil memegang bahunya.
Liora menghapus air matanya sambil memposisikan dirinya sejajar dengan Harland.
"apa lo benar menyesal dengan apa yang udah lo lakuin ke gue Land ?" Tanya Liora sambil terbatas bata.
"gue benar menyesal Liora, gue janji ga akan pernah ngelakuin hal kaya gitu lagi !" Sahut Harland menatap Liora lekat.
"apa ucapan lo bisa gue pegang dan apa lo sanggup terima resikonya kalo lo sampe berbuat hal ini lagi ?" Tanya Liora lagi.
Harland hanya bisa mengangguki apa yang dikatakan Liora.
"gue maafin lo sekarang, tapi jangan pernah lo munculin wajah lo lagi dihadapan gue dengan secara sengaja !" Liora langsung berdiri dan memeluk Nindya.
"makasih Liora makasih. gue janji gue akan memegang ucapan gue dan akan menuruti semua ucapan lo !" Harland langsung berdiri.
"sekarang kamu pergi dari sini, kamu aman selama kamu ga melakukan apapun pada Liora. Tapi ingat baik baik, 24 jam kamu saya awasi !" Tegas Diandra.
"iya kak saya mengerti." Ucap Harland.
"silahkan keluar dari rumah saya dan jangan pernah kamu datang lagi !" Usir Nindya.
Harland pun pergi melangkahkan kakinya dengan berat hati. Orang yang ikut dengannya merangkul Harland memberi kekuatan, dan sepanjang jalan terus menasehatinya.
Liora merasa lega karena secepat itu Harland akan meminta maaf padanya dan Liora tahu jika Harland pasti tidak akan berani lagi melakukan hal apapun padanya.
-
keesokan harinya
-
Akhirnya Liora mendapatkan izin dari Noval dan Raga setelah beberapa drama yang terlah terjadi. Mona, Arjuna dan Mahesa pun menjemput Liora dengan dikawal anak buah Noval. Walaupun awalnya Liora menolak tapi pada akhirnya Liora menyetujui untuk dikawal namun dari jarak yang cukup jauh.
Sesampainya Liora dikampun beberapa orang yang kemarin melihatnya dipeluk oleh Aileen pun mulai berdesas desua tentangnya. Mona yang merasa geram dengan mereka rasanya ingin sekali menegur mereka, namun dihalangi oleh Liora.
Aileen yang baru saja sampai pun berpapasan dengan keempat sahabat itu. Aileen menanyakan keadaan Liora yang kembali kekampus secepat ini dengan keadaannya kemarin.
Ya Liora bukanlah seorang gadis yang berlarut dalam masalahnya, dia seorang gadis ceria yang tegar dan bisa menguasai hatinya sendiri.
__ADS_1
"gapapa ko pak, saya udah dapet izin dari kakak kakak saya. makasih ya pak kemarin pertolongannya, saya ga tau gimana keadaan saya kalo bapak ga nolongin saya kemarin !" Liora pun menjawab pertanyaan Aileen dengan senyum yang benar benar tidak menampakkan trauma sedikit pun walau dalam hatinya masih sedikit takut.
-BERSAMBUNG-