
"hah.. yang bener lo Jun ? Sorry ya pasti karna gue lo jadi diputusin sama cewek lo !" Sisi pun menjadi tak enak hati pada Sisi.
Sreeek... byuuurr...
"jadi lo orang nya yang kemarin peluk pelukan sama Juna di motor !" ucap seorang gadis yang kini sedang berdiri dihadapan Sisi dan Juna.
"haahhhh... apa apaan si !" Keluh Sisi sambil mengelap wajahnya yang basah.
"kamu apaan si Cris, dateng dateng main siram aja !" omel Juna.
"kamu yang apa apaan Jun. Aku dateng jauh jauh buat ketemu sama kamu, tapi kamu malah asik pelukan di motor sama ini cewek. Sekarang kamu makan berduaan disini !" Cris pun tak kalah dari Juna.
"kamu ga bisa seenaknya bilang aku berduaan sama Sisi karena ini kantin, tempat anak anak satu kampus makan." Seru Juna.
Sisi, Juna dan Cris pun menjadi pusat perhatian seisi kantin. Kemudian Sisi pun berdiri "urusin deh urusan lo berdua, gue ga mau ikut campur. Dan lo, sorry ya gue ga ada hubungan apa apa sama pacar lo si Juna. Gue sama dia emang deket banget, tapi cuka sebatas sahabat dan ga lebih !" Ucapnya sambil meninggalkan Juna dan Cris menuju toilet.
"ikut aku !" Juna pun menarik tangan Cris ke taman belakang kantin yang cukup sepi. Juna mendudukkan Cris di kursi panjang dengan wajah yang masih merah karena marah dan malu.
"kamu bisa ga si selesain masalah dengan kepala dingin dan ha harus selalu nyalahin orang lain !" Ujar Juna.
"jadi kamu belain cewek tadi ketimbang aku ?"
"aku ga belain dia. Tapi aku kecewa sama kamu yang ga pernah bisa menyelesaikan masalah dengan baik. Selalu aja akhirnya kaya gini !" Juna.
"aku kaya gini karena cemburu sama kamu Jun. harusnya kamu tau dan ngerti, karena aku sayang dan cinta sama kamu !" Ujar Cris.
"kalo kaku sayanh dan cinta sama aku harusnya kamu percaya sama aku, mau dengerin penjelasan aku dan ga harusnya kamu berlaku kasar sama cewek yang ga salah apa apa !" Sahut Juna.
"kamu bilang ga salah apa apa Jun. Dia peluk kamu di motor, terus aku juga liat dia ngelapin keringat kamu waktu kamu kepanasan. Kamu bilang dia ga salah ?" Kesal Cris.
"udah aku bilang sama kamu, aku kaya gitu ga cuma sama Sisi. Tapi sama Mona juga Liora, Sisi juga sama kaya mereka !" Jelas Juna.
"aku ga percaya sama kamu ataupun Sisi Sisi siapa lah itu. Aku percaya dengan apa yanh aku lihat !" Sahut Cris lagi.
"oke terserah kamu. Aku udah capek ya Cris setiap kali aku berteman sama cewek kamu selalu kaya gini. Dari Mona, Liora sampe sekarang Sisi. Kamu ga pernah sedikit pun percaya sama aku, padahal aku percaya 100% sama kamu walau aku tahu kamu lagi berbohong sama aku Cris !" Tutur Juna.
"kapan aku pernah bohong sama kamu Jun !" tanya Cris yakin.
"apa perlu aku tunjukkin buktinya Cris !" Tantang Juna.
Cris pun hanya diam tak menjawab.
Ditempat lain
__ADS_1
Diandra dan Indah sedang asik berbincang dihalaman belakang rumah Mahendra sambil menikmati teh hangat. Indah menanyakan kabar Angel yang sudah hampir dua bulan berada di penjara pada Diandra.
"sebenarnya Diandra pengen banget bun cabut tuntutan Angel, tapi mas Noval dan kak Mike larang Diandra. Katanya tunggu sampai enam bulan masa hukuman !"
"gapapa sayang. Biar Angel benar benar menyesal dengan semua perbuatannya ke kamu dulu. Sukur hanya dituntut masalah penculikan kamu, dan polisi setuju dengan usul Noval yang meminta keringanan hukuman untuk Angel hanya enam bulan !" Ucap Indah.
"iya sih bun. cuma ga tega aja sekarang Angel semakin kurus." Diandra pun meneteskan air matanya.
"apa besok kita jenguk Angel aja ya, sekalian kita bawain makanan buat Angel ?" usul Indah.
"boleh deh bun. Diandra juga kan kemarin ga jengukin dia. Sekalian aja deh Diandra nginap disini ya bun !" Pinta Diandra.
"boleh dong sayang." Sahut Indah.
"Mom. Nana laper !" Ucap Zeina yang menghampiri Diandra dan Indah.
"mau makan apa sayang ?" Tanya Diandra.
"mau makan ayam goreng sama jus jeruk !" Sahut Zeina.
"Mommy. Zein juga mau !"
"aku juga mau aunty !" Rania pun berlari dan berteriak pada Diandra.
"oke !" Sahut mereka bertiga.
"sambil nunggu mommy buat makanan, kalian main lagi ya !" Suruh indah pada ketiga cucunya.
"oke eyang !" Rania.
Mereka bertiga bermain ayunan ditemani oleh indah, sedangkan Diandra memasak dan membuat minuman yang diminta oleh Zeina.
Lima belas menit kemudian Diandra kembali ke halaman belakang sambil membawa makanan dan minuman untuk anak anak. "ayo ayo.. siapa mau ?" Teriak Diandra dari pintu.
"aku aku aku aku !" Teriak Rania, Zein dan Zeina.
"kemudian Diandra meletakkan tiga piring yang berisi makanan tersebut diatas meja didekat kolam renang, tak lupa pula tiga gelas jus jeruk yang terlihat sangat segar.
"hmm.. yummi..." Ucap Rania yang menikmati makanannya.
"habisin ya kalo enak masakannya !" Ucap Diandra sambil tersenyum.
"oke aunty Di !" Sahut Rania sambil menyuap lagi ayam goreng nya.
__ADS_1
Indah terlihat bahagia sekali dengan perlakuan Diandra yang tidak pernah membedakan keponakannya dengan kedua anaknya. Dan Indah sangat beruntung memiliki menantu seperti Diandra yang tidak pernah menuntut Noval apa apa. Sama halnya Indah pun merasa beruntung memiliki menantu seperti Raga yabg begitu menyayangi Nindya.
"ah.. kenyang nya !" Ucap Rania.
"eits.. bilang apa selesai makan ?" Tanya Diandra.
"Alhamdulillah.. terima kasih ya Allah atas nikmat yang telah engkau berikan kepada kami !" Ucap Zein menyahuti Diandra.
"anak pinter !" Indah mengelus pucuk kepala Zein.
"alhamdulillah.." Ucap Rania dan Zeina berbarengan.
"Bibi.. tolongin dong !" Teriak indah.
"iya nyah, ada apa ?" Tanya Bibi setelah sampai dihalaman belakang.
"tolong bawa piring sama gelas ini ya ke dapur." Perintah indah.
"baik nyah !" Bibi langsung membereskan piring dan gelas yang kotor dari atas meja dan membawanya ke dapur dan kemudian ia mencucinya.
"Mommy. Kita ga pulang ?" Tanya Zein.
"ga sayang. Kita nginep ya disini." Sahut Diandra.
"yeyeyey.. Nana bisa bobo sama kak Rania !" Girang Zeina.
"hore..." Rania dan Zeina berpelukan karena gembira. Sedangkan Zein hanya memperlihatkan wajah datar nya.
"Zein kenapa sayang ? ko kaya ga senang gitu ?" Ucap Indah yang melihat cucunya.
"Ze ga punya teman eyang. Nana sama kak Rania, Ze sama siapa dong ?" Tutur Zein pada Indah.
"kan ada eyang Hendra, nanti sepulang eyang dari kantor langsung temanin Zein main !" Ucap Diandra.
"ga asik mom !" Seru Zein sambil melipat kedua tangannya di dada.
"hmm.. Gimana kalo eyang suruh mama Risya buat ajak Jova dan Jovi nginap disini ?" Ucap Indah yang diangguki oleh Zein.
Indah pun langsung membuka lookscreen di ponselnya dan langsung menelpon Farisya dan menyuruhnya datang dan menginap. Setelah itu Indah memberitahu Zein jika sebentar lagi Farisya akan datang bersama Jova dan Jovi. Zein tersenyum bahagia mendengar kabar tersebut.
*
**
__ADS_1
Bersambung..