Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Masih Liora 1


__ADS_3

"Lebay banget lo Jun !" Ketus Mona.


"Kalian mau kemana sih ?" Tanya Diandra penasaran.


"Puncak kak !" Celetuk Arjuna.


"puncak puncak. pikiran lo puncak doang !" Omel Mahesa.


"ya kan emang kita bakalan lewatin puncak,ga salah dong gue ngomong ?" Jawab Arjuna.


"jangan deh, macet parah. mending lewat atas awan aja !" Mahesa pun otaknya menjadi oleng kekiri.


"lah mulai sama kaya gue bego nya !" Arjuna langsung menoyor kepala Mahesa.


"pinteran gue lah dari pada lo !" Mahesa.


"berisik banget lo pada, mending berangkat sekarang deh yuk !" Ucap Liora yang sudah selesai membereskan barang yang akn dibawa.


"banyak amat neng, mau liburan ?" Ledek Arjuna yang melihat Liora memakan tar Ransel berukuran besar.


"baju gue lah. ini mau gue taro di kamar gue yang ada di cafe, jadi gue ga harus selalu bawa ganti kalo sewaktu waktu gue harus ngecek kesana !" Jawab Liora santai.


"lah terus gue lupa ga bawa baju ganti !" Mona.


"yah lo ketularan si Arjuna deh kayanya Mon !" Ledek Liora.


"gue lagi gue lagi !" Kesal Arjuna.


"hehehe lupa Li !" Mona nyengir.


"yaudah ayo berangkat. Hes lo yang nyetir ya ! Kita pake mobil gue aja, mobil lo taro sini aja jadi satu mobil aja !" Liora menyerahkan konci mobilnya pada Mahesa.


"kak kita berangkat ya." Mona pun bercipika cipiki dengan Diandra, disusul Mahesa dan Arjuna.


"Bunda Liora berangkat !" Teriak Liora dari taman belakang.


"iya sayang hati hati, kalo udah sampe kasih tau bunda ya !" Bunda pun berteriak dari belakang.


Mereka berempat pun pergi dengan mobil milik Liora yang dikendarai oleh Mahesa. Diandra mengajak Zein, Zeina dan Rania untuk masuk dan segera makan siang. Sedangkan bunda masih menyiapkan makanan yang sudah dimasaknya bersama bibi dimeja makan.


Diandra teringat dengan sikap Zein yang kemarin memarahi Jovita hingga menangis dan Diandra pun memutuskan untuk menasehati Zein.


"Zein, mommy mau tanya sesuatu sama Zein." Ucap Diandra lembut.


"apa mom ?" Jawab Zein.

__ADS_1


"kemarin kenapa kamu marah marah sama Jovita sayang ?" Tanya Diandra.


"Zein ga suka mom, Jovita manja dan cengeng." Jawaban Zein memang benar, karena Jovita memang manja dan cengeng berbeda dengan teman temannya.


"Zein sayang, tapi Zein ga boleh marahin Jovita kaya kemarin. Kasian kan Jovitanya jadi nangis." Ucap Diandra tegas.


"Tapi mom, Zein ga suka pokoknya Zein ga suka berteman sama Jovi !" Zein pun marah dan memanyunkan bibirnya.


"sayang.. kamu ga boleh gitu, Jovi kan anaknya baik, cantik terus juga Jovi kan anaknya papa Ilham sama mama Farisya. Zein sayang kan sama papa Ilham dan mama Farisya ?" Ucap Indah lembut sambil memegang kedua pipi Zein.


Zein pun mengangguk mengiyakan perkataan eyang nya.


"Nah, kalau Zein sayang sama papa Ilham dan mama Farisya, harusnya Zein juga sayang sama Jova dan Jovi !" ucap Indah lagi.


"Zein sayang zama Jova juga sayang Jovi. tapi eyang, Zein cuma ga suka sama Jovi soalnya Jovi itu manja, cengeng. Zein kemarin cuma mau pinjam mainan yang dipegang Jovi tapi ga dibolehin terus Zein ambil dari tangan Jovi tapi Jovi malah ngadu sama Jova. Yaudah Zein marahin aja Jovi nya, tapi Jovi malah nangis eyang." Zein pun menjelaskan kejadian kemarin dengan menunduk.


"Sayang.. jangan ulangin lagi ya, kamu harus bersikap baik sama Jovi. sama kaya ke temen temen yang lain !" Ucap Diandra tegas.


"iya mom, Zein ga akan marah lagi sama Jovi !" Zein pun langsing dipeluk oleh Indah.


"Zein anak pinter, eyang sayang sama Zein !" Indah pun mencium kening Zein dan membuat Zein kembali tersenyum.


"yaudah sekarang Zein lanjutin makannya ya, nanti kita jalan jalan ke taman sama Zein dan kak Rania !" Zein, Zeina dan Rania pun bersorak dan mereka segera menghabiskan makanannya dengan cepat.


"mommy, Zeina haus !" Teriak Zeina dari tempat bermain.


"tunggu ya mommy beli minum dulu !" Teriak Diandra juga.


Diandra pun menghampiri penjual minuman, dan membeli 4 botor air mineral berukuran sedang untuk Zein, Zeina dan Rania serta suster.


Mereka kembali kerumah setelah hari semakin sore dan cukup lelah. Karena selain di taman, mereka pun berkeliling ke berbagai tempat atas permintaan Rania.


"eyaaang..." teriak Rania sambil berlari saat turun dari mobil.


"eeehhhh... jangan lari nanti jatuh !" Ucapan Mahendra tak diperdulikan Rania yang langsung menubruk tubuh Mahendra.


"eyaaang..." Zein dan Zeina pun melepaskan genggaman tangan suster dan langsung memeluk Mahendra bergantian.


"kalian dari mana ?" Tanya Mahendra pada ketiga cucunya


"habis jalan jalan dong eyang. kita dari taman terus diajak keliling sama tante !" Jawab Rania.


"Yaudah ayo masuk, terus kalian mandi." Mahendra pun masuk sambil menggandeng tangan Zein dan Zeina.


-

__ADS_1


-


Diperjalanan Liora hanya tertidur didalam mobil, sampai akhirnya Mahesa memarkirkan mobilnya di sebuah cafe yang cukup besar.



(Anggap aja mereka udah didalem Cafe)


Liora langsung mengecek hasil laporan yang diberikan Anya padanya di bang oleh Mona. Mahesa dan Arjuna langsung menuju kamar Liora dan mengistirahatkan badannya.


"berarti omset kita bulan ini melesat dengan cepat dong Nya ?" Tanya Mona yang merasa puas dengan hasil kerja Anya.


"iya dong Mon, Anya gitu loh !" Bangga Anya


"Nya berarti dengan keadaan Cafe yang selalu ramai gini lo harus selalu cek stok barang persediaan ya, jangan sampai kita kehabisan. Ga lucu dong cafe masih siang udah harus tutup karena kehabisan bahan !" Imbuh Liora.


"sudah pasti kalo itu Ra. lo tenang aja, sekretaris gue selalu siap siaga dong !" Jawab Anya.


"Terus makanan yang paling banyak diburu apa Nya ? Secara yang sekarang gue lihat sekarang yang dateng kebanyakan ABG gitu ya Nya ?" Tanya Liora.


"Benar Ra, emang udah sejak dua bulan yang lalu Cafe kita banyak pengunjuk muda mudi semua Ra, Mon. Makanya stok yang paling banyak gue sediain ya kaya selera mereka mereka pada !" penjelasan Anya mendapatkan acungan jempol dari Mona dan Liora.


"guys.. itu cewek siapa ya ? Cantik banget gilaaa... mana sama manager cafe lagi nongkrong nya !" cowok 1


"mana mana ? yang lagi pegang laptop atau yang pegang kertas ?" cowok 2


"*hallah.. biasa aja cakepan juga gue !" cewek 1


" betul itu." cewek 2*


(Anggap iti desas desus dari para meja pelanggan yanh melihat kearah meja Lioran dll.)


"berarti omset kita untuk 3 bulan terakhir itu hampir 300 juta Nya perbulannya ?" Fikir Liora


"right bebb.. anda sangat pintar. bonus lah buat mereka Raaa !" sindir Anya.


"oke, satu bulan gaji masing masing tanpa terkecuali anak baru ya Nya !" perintah Liora pun langsung diangguki oleh Anya.


-


**Bersambung..


Hay readers ku tercinta, maaf ni kalo ceritanya masih muter muter bahkan diem ditempat. Aku mau ngumumin, untuk beberapa bab kedepan aku mau bahas tentang Liora sampai Liora mendapatkan jodohnya ya.


happy reading. 😘😘**

__ADS_1


__ADS_2