
Hari ini Noval, Diandra dan kedua anaknya sudah bersiap untuk kembali kerumahnya, Liora yang sedang masuk siang pun menemani kedua keponakannya terlebih dahulu untuk ikut pulang bersamanya.
Sesampainya dirumah Noval, Liora langsung bercerita tentang niatan ayahnya yang akan memperkenalkan dirinya dengan putra teman ayahnya. Noval yang sebenarnya sudah mengetahui hanya tersenyum dan berpura pura mengiyakan permintaan ayahnya.
"gapapa lo kenalan aja dulu, toh ini bukan pemaksaan kam cuma perkenalan ?" tukas Noval sambil memegang pipi Liora.
"tapi gue takut kak, takut kalo gue ngecewain ayah dan om Johan ! Lo tau kan perasaan gue masih ke Firly, dia cinta pertama gue kak." Seru Liora dengan mata berkaca.
"Dek.. kamu jangan kaya gitu, masalah suka ga suka kan itu udah keputusan kalian berdua. Semua orang tua pasti pingin yang terbaik buat anaknya, tapi orang tua juga ga akan memaksakan kehendaknya kalo emang anaknya ga setuju. Kakak yakin, ayah ga akan pernah memaksakan kehendaknya pada anak anaknya." Seru Diandra.
"iya sih kak, ayah dan om Johan pun bilang begitu sama aku. Tapi ya sebenernya aku ga mau, cuma aku ga mau bikin ayah kecewa sama aku !" Sahut Liora.
"hei.. kan udah gue bilang, ini cuma perkenalan bukan perjodohan yang dipaksakan buat menikah dek ! Ayolah berfikir jernih dengan permintaan ayah, gue yakin ini yang terbaik buat lo." Seru Noval.
"iya kak iya.. Liora akan penuhi permintaan ayah, semoga aja lelaki yang bakalan dikenalin ke gue itu lelaki baik yang bisa menerima semua keputusan gue !" Sahut Liora.
"nah begitu dong, batu Lioranya kakak !" Diandra pun memeluk Liora dari samping.
"iya kakak sayang.." Liora pun kembali melihat jam ditangannya dan segera berpamitan ketika jam sudah menunjukkan pukul 12.20. "kak aku berangkat ya, udah hampir telat ni." kemudian ia meraih dan mencium tangan kedua kakaknya dan mencium kening kedua keponakannya.
Liora melajukan mobilnya perlahan menuju kampusnya. Saat diperjalanan mobil Liora pecah ban, dan membuat Liora mengumpat kesal. Ia mencoba menghubungi Arjuna namun tidak ada jawaban, kemudian ia menghubungi Agus (papa Diandra) untuk menolong nya mengganti ban yang pecah dengan ban serep.
Waktu sudah semakin sempit karena dua puluh menit lagi Liora akan memulai kelasnya dengan seorang dosen yang cukup killer baginya. Liora mencoba menghentikan taksi yang lewat namun tidak ada yang mau menerimanya, kemudian Liora mencoba mencari ojek namun nihil tidak ada satupun ojek disana.
"Aduh gimana dong ? Mana si Juna susah banget lagi ditelpon ga diangkat angkat !" Gerutu Liora sambil terus memperhatikan jalan untuk mencegat taksi atau ojek.
tin.. tin..
Seketika mobil berwarna putih berhenti tepat dihadapan Liora, seseorang yang berada didalam mobil membuka kaca mobilnya dan menyapa Liora.
"Ra, kamu ngapain mondar mandir disitu ?" Tanya seorang tersebut.
"Om Johan.. itu om, aku lagi nunggu taksi yang lewat soalnya ban mobil aku kempes. aku mau kekampus !" Sahut Liora.
Ya seseorang itu adalah Johan, teman Mahendra yang baru saja kemarin siang berkenalan dengan Liora.
"kalau begitu ayo om antar, kebetulan om kearah yang sama dengan kamu !" Ajak Johan.
"eh.. ga usah om nanti ngerepotin om. Biar Liora nunggu taksi aja disini, sekalian nunggu montir om !" Sahut Liora menolak dengan lembut.
__ADS_1
Johan pun turun dari dalam mobil dan menghampiri Liora "mana kunci mobil kamu ?" Pinta Johan.
"buat apa om ?" Tanya Liora bingung.
"Pak.. pak.." Teriak Johan pada seorang petugas kebersihan yang sedang berada disekitaran.
"saya pak ?" tanya nya yang diangguki oleh Johan.
Petugas kebersihan pun kemudian menghampiri Johan dan Liora "ada apa pak, ada yang bisa saya bantu ?" tanya nya lagi.
"ini pak keponakan saya mau kekampus, tapi mobilnya kempes. Saya mau mengantarnya dan saya mau minta tolong sama bapak jaga mobil ini sampai montir datang. Ini untuk bapak, anggap aja saya numpang parkir disini !" Ucap Johan sambil memberikan uang seratus ribu rupiah pada petugas kebersihan tersebut.
"alhamdulillah.. terima kasih pak. iya saya akan jaga mobil mbak ini. oya mbak nanti nama montir nya siapa ya terus nama mbaknya siapa ?" Tanya nya menegaskan.
"montir nya dari bengkel pak Agus ya pak, terus nama saya Liora. Tolong ya pak, selain montor dari bengkel pak Agus jangan diterima !" Titah Liora.
"siap mbak, saya bisa dipercaya !" Ucap petugas tersebut.
"baik pak terima kasih sebelum nya ya !" ucap Johan menepuk bahu lelaki berbadan kurus tersebut.
"sama sama pak !" Sahutnya.
Didalam mobil, Johan terus bertanya tentang Liora dan ia pun menjawab dengan apa adanya tanpa ada yang ditutupi. Tak lama mobil Johan pun sudah berada tepat didepan gedung fakultas, kemudian Liora menyambut tangan Johan dan menciumnya seperti yang ia lakukan kepada kedua orang tuanya. Kemudian ia pun membuka pintu mobil.
"sekali lagi terima kasih banyak ya om atas bantuan nya." ucap Liora sopan sambil beranjak turun.
"sama sama." sahut Johan.
Johan melajukan mobilnya perlahan sambil menolah ke kiri dan ke kanan seperti mencari keberadaan seseorang. Dan dari jarak yang tidak terlalu jauh ada sepasang mata yang ternyata melihat Johan yang mengantar Liora.
"itu bukannya Papa ya ? tapi kenapa Papa mengantar Liora !" ucapnya.
Liora yang hampir terlambat pun berlari melewati lorong, untunglah kelas nya berada dilantai bawah jadi memudahkan Liora. Sesampainya Liora dikelas, ia langsung menggerutu pada Arjuna karen sudah mengabaikan panggilan telponnya.
"sumpah Jun, lo tuh susah banget gue telponnya !" Ucap Liora masih dengan nafas yang terengah engah.
"hp gue ketinggalan markonah. Mana tau gue lo telpon !" Sahut Arjuna.
"sial banget deh gue. Untung aja ada om Johan lewat, jadi gue diantar sama dia dan ga telat !" Seru Liora.
__ADS_1
"yaudah ni lo minum dulu deh !" Ucap Sisi sambil memberikan botol minum miliknya pada Liora.
"makasih !" Liora pun menyambar botol tersebut dan meminum air nya hingga tandas.
"buset dah ikan mujair kehabisan oksigen, air sebotol langsung lenyap !" Seru Juna yang melihat Liora minum tanpa bernafas.
"hahaha.. sorry ya Si gue abisin, habisnya capek dan haus banget gue !" Ucap Liora sambil mengembalikan botolnya pada Sisi.
Tak berselang lama seorang dosen wanita yang sekitaran usia 40 tahunan pun masuk kedalam kelas, dan suasana yang tadinya bising pun seketika menjadi hening.
"Selamat siang semuanya !" Ucap bu Siska.
"Siang bu.." Sahut semua siswa.
"Baiklah sekarang kalian bukan bab 18, dan bla bla bla bla bla bla bla........." Dosen yanh disebut bu Siska pun mulai menjelaskan matkulnya.
Disela sela penjelasan, bu Siska pun mengajukan beberapa pertanyaan dan dengan sigap beberapa siswa pun menjawab dengan benar pertanyaan yang dilontarkan kepada nama siswa yang disebut termasuk Liora.
Setelah selesai bu Siska pun memberikan tugas kepada siswanya yang akan dikumpulkan minggu depan, kemudian ia undur diri dan mempersilahkan siswanya untuk beristirahat.
"ahh.. akhirnya lolos juga, bisa gue jawab pertanyaan bu Siska !" Ucap Juna lega.
"yaelah Jun, makanya fokus dong fokus !" Sindir Sisi.
"udah lah yang penting lo bisa jawab kan. balik yuck kita kan cuma satu matkul hari ini !" Ajak Liora
Mereka bertiga pun memutuskan untuk langsung pulang, namun saat di lorong tak sengaja Liora menabrak seseorang dengan tubuh tinggi dan tegap.
"Aduh !"
-
**Bersambung..
-
Hayo siapa tuh yang ditabrak sama Liora sampe kesakitan gitu ?
penasaran ga ? tunggu kelanjutannya ya.. babayy..
__ADS_1
Jangan lupa dikomen, like, rate dan vote ya readers**..