Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Ga tau judulnya


__ADS_3

Shiit !! Umpat Aileen kesal


Kenapa si harus sekarang ? Mau apa lagi, kenapa harus sekarang ? Disaat gue udah mulai ngebuka hati gue buat Liora, lo seenaknya mau narik lagi hati gue yang udah lo bikin mati !


Sedangkan didalam kamar mandi, Liora menatap dirinya dalam cermin. Joanna !


"Apa mas Aileen masih belum bisa move on sama dia ? Sampe sampe mas Aileen masih simpen nomornya ?" Liora bertanya pada dirinya sendiri didalam cermin. "Tenang Liora. Lo harus berfikir positif, jangan sampai berfikiran yang macem macem sama suami lo sendiri !" Lanjutnya.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan sosok Liora yang masih dengan muka bantalnya. Aileen langsung menghampiri Liora dan menggenggam kedua tangganya.


"Aku mohon kamu jangan salah faham ya Ra ! Aku udah ga ada hubungan apa apa sama dia, semenjak dia pergi tinggalin aku !"


"Mas. Ga usah bahas masalah itu ya ! Aku percaya ko sama kamu." Sahut Liora tenang.


"Makasih ya Ra !" Aileen langsung mengecup kedua tangan Liora bergantian.


Drtt... drtt... drtt...


Kembali ponsel Aileen berdering dan menampakkan nama yang sama di layar ponsel. Aileen menekan tombol berwarna merah dan langsung menonaktifkan ponselnya tersebut. Liora, walau dengan wajah yang cukup tenang tapi didalam hatinya terasa sedikit terganggu dengan nama tersebut yang ia tau betul siapa pemiliknya.


Aileen menatap pada Liora seperti meminta maaf, Liora yang ditatap hanya tersenyum. Kemudian Liora menyuruh Aileen segera mandi karena hari ini dia harus pergi kekantor papanya, untuk menandatangani berkas penting. Sedangkan Liora turun kebawah menuju dapur untuk membuat sarapan.


"Nanti aku jemput kamu ya Ra, selesai dari kantor !" Ucap Aileen sambil memakan sarapannya.


"Ga usah mas, aku naik motor kamu aja. Nanti kamu capek harus bolak balik kantor, rumah sama kampus !" Sahutnya.


"Gapapa Ra. Aku ga ngerasa capek ko."


"Ga usah mas, biarin kamu fokus dikantor duku hari ini. Aku bisa ko bawa motor kamu. Lagi juga cuacanya ga panas panas banget, jadi ga bakalan bikin aku gosong." Tolak Liora lagi.


"Yakin ?" Aileen menegaskan dan Liora menganggukkan kepalanya.


Selesai dengan sarapan, Liora mengantar Aileen hingga depan pintu. Kemudian ia mencium punggung tangan Aileen, dan mendapatkan ciuman hangat dari sang suami di keningnya.


"Hmm.. Ra !" Liora mengangkat kepalanya menatap Aileen. "kamu beneran percaya sama aku kan Ra ?"

__ADS_1


"Iya mas. Aku percaya ko sama kamu !" Jawab Liora dengan senyum terpaksa.


"Yaudah ya Ra, aku berangkat ! Assalamualaikum." Aileen langsung masuk kedalam mobilnya dan melajukan perlahan keluar halaman.


Liora melambaikan tangannya menatap mobil suaminya yang mulai menjauh.


"Aku ga tau mas harus percaya atau ga sama kamu. Aku belom yakin sepenuhnya sama kamu, aku takut kamu masih punya perasaan sama dia !" Ucap Liora lirih.


Liora memilih langsung mandi dan segera merapikan dirinya untuk pergi kekampus. Ia menggunakan celana jeans dan kaos yang dilapisi dengan jaket denim serta sepatu casualnya. Walaupun ini masih pukul delapan pagi hari mengingat jadwal kelas Liora yang baru akan dimulai pukul sepuluh nanti, tapi Liora tetap melajukan perlahan motor yang dikendarainya.


Tepat disebuah taman ia berhenti sejenak untuk merasakan silaunya matahari pagi. Ia duduk pada rerumputan yang berhamparan luas. Ia mengedarkan pandangannya ke kiri dan ke kanan sambil menikmati matahari pagi yang menurutnya masih sangat menyegarkan.



"Udah lama ga duduk santai kaya gini !" Ucapnya pelan sambil beranjak bangun untuk mengambil ponselnya dari dalam tas yang sedari tadi berdering.


Ia langsung mengangkat telpon tersebut setelah sebelumnya melihat kelayar ponsel siapa yang melakukan panggilan padanya.


"Hallo Ra. Lo ngapain sendirian duduk di taman ?" Tanya seseorang diseberang telpon.


"Eh.. lo lihat ya ? ga ngapa ngapain gue cuma lagi menikmati pagi hari aja ko. hahaha.."


"Yaudah sini, nanti bareng sama gue pake motor. Kita main panas panasan !"


Kantor Aileen


Konsentrasinya buyar setelah mengaktifkan ponselnya tang sedari tadi dibiarkan mati. Ia begitu amat segan untuk mengangkat panggilan telpon di ponsel nya yang sudah pasti dari seseorang yang terus mengganggunya sedari kemarin.


"Ada apa lagi sih !" Bentak Aileen ketika sudah mengangkat telpon tersebut.


"Jho, aku cuma mau ketemu sama kamu sebentar. Atau aku kerumah kamu ya sekarang !" Ucap orang tersebut diseberang telpon.


"Udah aku bilang, jangan pernah ganggu hidup aku lagi Anna ! Aku udah bahagia sama istri aku." Sahut Aileen yang mulai emosi.


"Aku ga percaya sebelum aku lihat langsung !"


Tut tut tut

__ADS_1


Joanna langsung mematikan panggilannya, Aileen langsung membanting ponselnya ke sembarang arah dengan kasar hingga ponsel tersebut hancur. Seorang sekretaris yang sedari tadi mendengarkan dari luar langsung masuk kedalam setelah mendengar suara keras tersebut.


"Pak. Bapak ga apa apa kan ?" Tanya nya khawatir.


"Saya gapapa. Tolong bikinin orange jus buat saya !" Suruh Aileen pada sekretaris pribadinya tersebut.


"iya pak !" Sahutnya dan lalu meninggalkan ruangan Aileen dan menyuruh seseorang untuk membawakan orange jus yang tadi dipinta oleh Aileen.


Apa sebaiknya tuan tahu yang sebenarnya tentang keadaan pak Jhofan sekarang yak ? Apa nanti pak Jhofan bakal negur saya kalo tau saya yang laporin ke tuan ? Ah.. saya harus gimana ! Batin sekretaris tersebut.


Sepuluh menit kemudian seorang OB membawakan dua gelas jus orange yang dipesan oleh sang sekretaris, dan tentunya yang satunya untuk dirinya sendiri. Ia mengetuk pintu ruangan Aileen dan langsung masuk tanpa menunggu sahutan dari Aileen. Ia meletakkan segelas jus orange dimeja Aileen.


"Pak. Apa bapak butuh yang lain ?" Tanyanya yang melihat Aileen sedang memijat pelipisnya sambil memejamkan matanya.


"Fit, saya cuma tanda tangan aja kam ga harus ikut pertemuan ?" Tanya Aileen yang masih dengan posisinya.


"Hmm.. Maaf pak. Tapi kayanya ini ga bisa diwakilkan, karna memang ini harus diurus langsung sama bapak !" Sahutnya.


"Jam berapa berangkat ?"


Fitra melihat jam dipergelangan tangannya. "Jam 09.20 kita berangkat pak."


Aileen hanya manggut manggut mengerti.


Setelahnya Fitra (sanga sekretaris) langsung keluar dan menyiapkan berkas yang diperlukan dan sebelumnya ia meminta tanda tangan dari Aileen.


Tepat pukul 09.20 Aileen dan Fitra pergi ke sebuah gedung perusahaan yang menjadi tujuan mereka. Aileen disambut hangat oleh seorang pria paruh baya yang usianya sama dengan Papanya. Sebut saja tuan Sahid, pemilik perusahaan yang sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan Gavrien.


"Selamat datang tuan muda Gavrien ! Senang anda bisa mengunjungi kantor saya." Ucapnya menyambut kedatangan Aileen dengan sangat gembira.


"Terima kasih pak. Saya juga sangat senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda !" Sahut Aileen dengan senyum yang sangat dipaksakan.


Aileen melirik Fitra memberi isyarat, Fitra yang mengerti pun langsung saja menyerahkan berkas tersebut kepada orang itu agr Aileen bisa segera pulang kerumah dan sebelumnya mengantarkan Fitra ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaan.


Saat tuan Sahid sedang memeriksa berkas berkas tersebut tiba tiba seorang gadis yang sedikit berpenampilan seksi pun menyelonong masuk tanpa permisi sebelumnya.


"Pap....a...." Panggilnya pada tuan Sahid yang seketika mematung melihat dua orang yang ada dihadapan sang Papa.

__ADS_1


Aileen dan Fitra menoleh bersamaan. Dan betapa terkejutnya Aileen melihat gadis tersebut. "Kamu !"


"Bapak !"


__ADS_2