
"Sabar sayang.. jangan tergesa gesa, aku masih mau main main sama kamu dan istri tercinta kamu !" Seru wanita itu sambil hendak memegang pipi Noval namun dengan segera ditepisnya.
"Jangan pernah sentuh aku sama tangan kotor kamu !" Seru Noval. "cepat katakan, apa mau kamu ?" Lanjut Noval.
"kamu ceraikan dia, nikahi aku !" Sahutnya.
"hahaha.. nikahin kamu ? Apa kamu bercanda !" Tawa Noval pun pecah.
"ingat ya, aku ga pernah main main !" Ucap nya santai pada Noval.
"kamu fikir aku juga main main ?" Noval pun malah menantang.
- ditempat lain-
"apa, pak Aileen dijodohin sama Liora ?" Ucap Sisi yang kini sudah berada dibelakang mereka.
Sisi kemudian mendudukkan dirinya berhadapan dengan Liora dan Aileen. "pak, bapak tau ga ? hati Sisi potek potek pak, bukan remuk !" Ucap Sisi mendramatisir.
"apahan si lo lebay banget deh !" Mona pun menyenggol bahu sisi.
"yaelah itu kan perumpamaan. Merasa gagal ni gue mau PDKT sama pak Aileen !" Kesal Sisi.
"sorry... gue ga tau kalo lo suka sama pam alien !" Lirih Liora menatap Sisi.
"iya gue marah sama lo, sama bapak juga !" Sisi menunjuk Liora dan Aileen.
"Gue pasrah deh !" Ucap Liora.
"pasrah apa ni ?" Tetiba Arjuna yang baru sampai bersama Mahesa pun langsung menarik kursi dari meja lain dan mendudukkan dirinya diantara mereka.
"pasrah kenapa lo, tuh muka juga kek nya tegang banget !" Heran Mahesa.
"jelas lah yang, orang dia sembunyiin sesuatu dari kita !" Jelas Mona.
"hmm.. sudah kuduga ada batu dibalik bakwan !" Ucap Juna nyeleneh.
"hish.. apaan si lo geje banget !" Sisi.
"maaf guys.. gue ga bermaksud. gue cuma belum siap aja buat bilang sama kalian, soalnya gue takut ga bisa terima perjodohan gue ini !" Liora berucap dengan gemetar.
"Ra, gue si ga masalah ya lo mau terima atau ga. Tapi setidaknya lo jujur lah sama kita, jadi suatu saat lo butuh sandaran kita siap buat dengerin lo. Dan mungkin sedikit banyaknya kita mengerti tentang masalah lo !" Ucap Sisi.
"bener apa kata Sisi. Dan kalo lo sembunyiin ini terus lo mau sampe kapan jujur ke kita dan kenalin siapa calon suami lo !" Juna menambahkan.
"udah guys.. jangan bikin Liora tambah bersalah deh, kasian dia !" Seru Mahesa.
ddrrrttt... dddrrrttt...
__ADS_1
"Sorry guys, sebentar ya gue angkat telpon gue dulu. Bunda telpon gue !" Seru Liora ditengah ketegangannya.
Bunda.. 📱 Liora kamu dimana sayang ? cepetan pulang sekarang !
Liora.. 📱 Dicafe Bun. Ada apa ko bunda kayanya panik gitu ?
Bunda.. 📱 Diandra sayang.. kak Diandra diculik !
Liora.. 📱 apa Bun, diculik ?
Bruuk..
Bunda.. 📱 Liora... kamu cepetan pulang.. Liora.. Liora...
tut..tut..tut..
"Liora..." Teriak semuanya melihat Liora jatuh pingsan.
Mereka langsung menghampiri Liora, Aileen dengan sigap membawa Liora ke kursi panjang cafe.
"Minyak angin !" Seru Sisi sambil menepuk Juna. Juna pun berlari hendak mencari minyak angin tersebut, namun salah satu pegawai langsung memberikan pada Juna.
"pak ini pak minyak angin nya pak !" Juna menyerahkan minyak angin pada Aileen.
Aileen mengoles minyak angin di kepala dan hidung Liora, Mona pun mengambil alih minyak angin tersebut dan mengoleskan dibagian perut Liora.
"Liora, bangun Liora.." Sisi pun menggenggam tangan Liora.
Perlahan Liora membuka matanya dan langsung menangis meraung raung masih dalam posisi. "kak Diandra... Kak Diandra diculik.. Tolongin kak Diandra.. kak Diandra..." Tangis Liora.
"a-apa ?" Mona terduduk lemas dilantai dan Mahesa mencoba menguatkan Mona.
Sedangkan Juna malah membatin "sialan, kenapa orang sebaik kak Diandra harus jadi korban penculikan. Gue akan cari tau siapa penculiknya !"
"bu Diandra.." Lirih Sisi.
"Ra kamu tenang dulu jangan panik kaya gini. Coba kamu tenang dulu sekarang !" Seru Aileen menghapus air mata di pipi Liora.
"pak, kita harus pulang sekarang. Liora mau cari kak Diandra, pak !" Pibta Liora masih dalam kepanikan.
"iya Ra, iya. tapi kamu harus tenang dulu, jangan panik kaya gini !" Seru Aileen lagi.
"Tapi pak..."
"Udah Ra kamu nurut sama saya sekarang, saya mohon kamu tenang dulu !" Aileen langsung memotong ucapan Liora. "saya coba hubungi ayah kamu sebentar, kamu tenang ya !" Seru Aileen lagi sambil mengusap lembut pipi Liora.
Saat Aileen menelpon, Sisi pun langsung memeluk Liora menguatkan "lo tenang ya, bu Diandra pasti baik baik aja. Gua yakin, pak Noval pasti bisa lindungi istrinya !" Seru Sisi mengusap punggung Liora.
__ADS_1
"Mon, udah ya. Kita harus berdoa supaya kak Diandra baik baik aja." Seru Juna pada Mona yang ikut menangis.
"Sekarang kalian ikut saya kerumah kak Noval !" Perintah Aileen setelah selesai berbicara dengan Mahendra melalui sambungan telponnya. "Ayo Liora, saya bantu !" Aileen pun membantu Liora.
"Mbak Liora. yang sabar ya, Mega yakin bu Diandra akan selamat, dan pak Noval pasti bisa lindungi bu Diandra. Mbak Liora jangan sedih ya, Mega bakal berdoa buat keselamatan ibu Diandra !" Ujar Mega sambil mengusap air mata yang masih tersisa di pipi Liora.
"makasih ya Mega." Sahut Liora sambil tersenyum.
Liora dan yang lainnya melanjutkan langkahnya menuju mobil. Aileen bersama Liora, sedangkan mobil Mona dibiarkan terparkir di cafe dan ikut bersama mobil Arjuna bersama dengan Sisi dan Mahesa.
Mobil mereka sudah terparkir rapi dan Liora pun langsung berlari memasuki rumah Diandra. "Bunda.." Teriak Liora saat melihat bundanya dan Safira tengah duduk disofa ruang tamu.
Indah dan Safira berdiri dan Liora langsung memeluk Indah dan menangisi Diandra.
"assalamualaikum.." ucap Mona, Aileen, Sisi, Juna dan Mahesa sambil menciumi punggung tangan Indah dan Safira.
"Makasih ya kalian udah dateng kesini. Tolong kalian bantu Noval untuk membebaskan Diandra !" Seru Indah.
"Tante tenang aja, kita pasti akan bebasin kak Diandra !" Ucap Mahesa.
"Mona, Sisi. lo tunggu disini ya temenin bunda sama tante dan Liora. kalo ada apa apa langsung hubungi kita !" Ucap Juna yang diangguki Mona dan Sisi.
"Bun, tan, kita pergi ya buat susuk kak Noval. Doain kita supaya berhasil membekuk penculiknya !" Pamit Mahesa meminta restu kepada Indah dan Safira.
"kalian hati hati ya, jangan sampai kalian kenapa kenapa !" Ucap Safira.
"siap tan. Kalo gitu kami permisi ya tan. assalamualaikum." Aileen pun mencium kembali punggung tangan Safira dan indah diikuti Arjuna dan Mahesa.
Diluar rumah Arjuna akan masuk ke dalam mobilnya, namun ia kembali lagi setelah mendengat ucapan Aileen. "kita satu mobil !"
Mereka bertiga pun pergi menggunakan mobil milik Aileen menuju lokasi penculikan yang sebelumnya sudah Aileen dapat dari Mahendra. Dan sedikit tahu tentang strategi yang sudah tersusun rapi.
-Diandra-
"kamu harus tau sesuatu Angel. Kalau pada akhirnya obsesi yang akan kalah, karena ketulusan lah yang akan menjadi pemenang !" Ucap Noval pada Angel yang sedang mencoba menyentuh Diandra.
"oh ya ? sebegitu yakin kah kamu akan menang sekarang ?" Ujar Angel. "bahkan aku pastikan kalau kamu hari ini akan jadi milik aku sepenuhnya Noval !" Lanjutnya.
"apa kamu yakin bisa milikin aku ?" Noval.
"hahahaha... aku yakin, karena sebentar lagi wanita yanh sangat kamu cintai akan mati dihadapan kamu !" Ancam Angel.
Diandra yang tak bisa berbuat apa apa hanya bisa menangis tanpa bersuara karena mulutnya masih dibekap. Noval yang melihat Diandra pun wajahnya berubah menjadi begitu kesal, namun dengan cepat ia kembali memposisikan dirinya sesantai mungkin agar tak terpancing oleh Angel.
Ya, sosok Angel lah yang sekarang menjadi dalang penculikan dari Diandra. Setelah tiada kabar selama hampir empat tahun, akhirnya Angel kembali dengan kabar mengejutkan.
Sedangkan diluar gedung, anak buah Noval telah berhasil membekuk satu persatu penjaga yang diutus Angel.
__ADS_1