
"Hai.."
"Huh ?" Liora terheran mendapati seseorang yang datang kerumahnya. Bukan sosok Aileen tapi malah sosok Farllo.
"Kak Farllo ! Ayo kak silahkan masuk, mas Jhofan sebentar lagi sampai !" Liora dengan kikuk mempersilahkan Farllo untuk masuk.
"Jangan deh Ra, aku nunggu disini aja. Ga enak soalnya takut ada ke salah fahaman !" Aahut Farllo pada Liora.
Liora mengangguk mengerti, kemudian Liora mempersilahkan Farllo duduk di kursi kayu yang tersedia. Ia masuk kedalam dan menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk Farllo, dan juga membuat teh untuknya.
"Maaf ya kak. Jadi nunggu diluar gini !" Ucap Liora meletakkan Kopi didepan Farllo.
"Gapapa Ra. Aku aja yang ke cepetan datang nya !" Sahut Farllo.
Tak lama mobil Aileen terparkir dan menampakkan sosok Aileen yang baru saja turun dari dalam mobil.
"Wuih.. pak bos baru balik, sibuk banget ni kayanya !" Ucap Farllo.
"Ya ada beberapa pekerjaan yang ga bisa diwakilkan !" Sahut Aileen. "Kenapa diluar ?
"Gue ga enak lah. Istri lo kan cuma sendiri, kalo gue didalam takut ada salah faham bro !" Sahut Farllo. Aileen manggut manggut dan kemudian ia mempersilahkan Farllo masuk kedalam.
"Gue ganti baju dulu ya bentar Lo, gerah banget lengket semua badan gue !" Ucap Aileen.
Farllo mengangguk dan kemudian Aileen meneruskan jalannya menuju anak tangga hingga sampai didepan pintu kamar. Liora mengekori langkah Aileen dan menyiapkan pakaian ganti untuk Aileen. Walau bagaimana pun Liora yang sedang mendiami Aileen, tapi ia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
Liora turun terlebih dahulu, kemudian ia segera membuatkan kopi untuk Aileen yang kemudian ia letakkan dimeja ruang tamu. Sambil menunggu Aileen datang, Liora sempat mengobrol dengan Farllo sekedar menanyakan kabar. Tak lama Aileen turun dan bergabung dengan Liora dan Farllo.
"Jadi, apa yang ngebuat lo ngundang gue Jho ?" Tanya Farllo to the point.
"Hhuufftt.." Aileen membuang nafasnya kasar, kemudian ia memberikan beberapa lembar foto kepada Farllo.
"Lo selidiki orang ini. Kemungkinan dia bisa jadi benalu di perusahaan gue !" Ucap Aileen.
"Hmm.. Bisa diatur ! Tenang aja lo serahin semuanya sama gue." Sahut Farllo melihat lembar demi lembar foto tersebut.
Wait !! ini kan ?? Batin Farllo.
"Hmm.. Mas, kak. Gimana kalo sekarang kita makan dulu deh. Ini udah makin larut !" Ucap Liora.
"Ayo !"
__ADS_1
Aileen, Liora dan Farllo pun menuju meja makan dan menyantap makanan yang tadi dimasak oleh mbak Tuti. Setelahnya Farllo berpamitan pulang karena ia masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus segera ia kerjakan malam ini juga.
Kenapa kalo gue liat kak Farllo, gue jadi ke ingat Firlly ya ? Apa mereka beneran adik kakak ? Batin Liora yang sedang mengunci pintu rumahnya.
Dikamar.
Liora masih saja mendiami Aileen, walau tadi didepan Farllo sikapnya biasa saja tapi jika hanya berdua Lior tetap mendiami Aileen. Aileen menjadi sangat bingung dengan Liora, ia tau ia salah tapi setidaknya ini bukanlah sepenuhnya kesalahan dirinya.
"Sampai kapan kamu mau diam sama aku Ra ?" Hanya Aileen yang mulai merasa tak betah. "Apa sesalah itu aku dimata kamu, sampai sampai kamu diami aku kaya gini Ra ? Padahal itu bukan kemauan aku Ra."
"Aku cuma mau kamu lebih tegas sama perempuan itu, jangan lemah mas !" Sahutnya membuka suara. "Aku cuma ga mau rumah tangga kita yang baru berjalan sebentar udah ada yang mau ngerusak. Walau ya, diantara kita belum ada perasaan apa apa tapi setidaknya kita harus sama sama berjuang buat rumah tangga kita."
"Jadi kamu fikir selama ini aku ga punya perasaan apa apa sama kamu Ra ? Terus apa yang udah kita lakuin sewaktu bulan madu itu apa Ra, apa itu bukan karna kita saling suka Ra !" Jawab Aileen tersenyum masam.
((deg))
"Ma-
"Ya sekarang aku tau Ra. Mungkin susah buat kamu percaya kalo aku suka sama kamu dan sayang sama kamu."
"Maaf mas. Jujur aku emang belum sepenuhnya percaya sama kamu, karena kamu sendiri yang kayanya kasih harapan sama perempuan itu mas. Kamu masih simpan nomornya, kamu ga ngehapus dari kontak kamu bahkan kamu ga blokir juga mas. Itu yang buat aku berfikir kalo kamu masih ada rasa sma dia !" tanpa sadar Liora menjatuhkan air matanya, tapi dengan cepat ia segera menghapusnya.
"Maaf mas. Mungkin aku emang baru dikehidupan kamu, tapi semenjak aku memutuskan buat terima kamu jadi suami aku, aku lebih memilih buat menjaga perasaan kamu mas."
"Maaf. Maafin aku Ra !" Ucap Aileen sambil memeluk Liora. Tapi tak ada sahutan dari Liora.
Lama. Aileen tetap memeluk erat Liora hingga tak terdengar lagi isakan darinya, hanya ada deru nafas teratur yang menandakan bahwa kini Liora tertidur pulas dalam pelukan Aileen. Aileen membalikkan badan Liora, ia menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah Liora. Kemudian ia menghapus sisa sisa air mata yang masih sedikit membasahi pipi mulus Liora.
"Aku tau aku salah Ra. Maafin aku. Maafin aku yang belum mengerti sama perasaan kamu !" Aileen mencium kening Liora dalam. Lalu ia merebahkan dirinya dan memeluk Liora hingga akhirnya ia tertidur pulas.
***
"Nanti aku jemput aja ya Ra !"
"Terserah mas aja. Yaudah aku masuk ya !" Sahutnya dan kemudian ia meraih tangan Aileen dan mencium punggung tangannya.
Aileen menangkup kedua pipi Liora saat Liora akan berbalik badan untuk membuka pintu mobil, kemudian ia mencium kening Liora.
"Aku sayang sama kamu Ra. Please ya jangan marah dan diemi aku lagi." Ucapnya sambil menatap mata nanar Liora.
Liora tersenyum sambil mengedipkan matanya pada Aileen. "Mas harus tepati janji mas sama aku." Jawabnya.
__ADS_1
"Mas janji sama kamu Ra !" Jawab Aileen cepat sambil tersenyum. Kemudian Aileen melepaskan tangannya dari pipi Liora dan kemudian Liora membuka pintu mobil dan keluar.
Aileen membuka kaca mobil dan tersenyum pada Liora sambil melambaikan tangannya, dan Liora pun membalasnya dengan senyumnya. Kemudian Aileen perlahan melajukan mobilnya menuju kantor, karena hari ini ia tak ada jadwal mengajar.
Dikantor.
"Pagi pak bos !" Sapa Fitra dengan senyum semanis empedu.
Oups.. Maksudnya semanis madu yakk ! wkwkwkwk
"Pagi Fit. Oya ada jadwal meeting ga siang ini Fit ?"
"Hmm.. Kosong pak !"
"Bagus. Saya mau jemput istri saya soalnya nanti siang, sekalian mau makan siang bareng !"
"Berarti udah bukan hari yang cerah untuk jiwa yang sepi lagi dong pak !" Ejek Fitra pada Aileen.
"Ganti judul lah. Bosen saya masa itu mulu !"
"Hahaha. Bapak ada ada aja !"
"Hmm.. Fit !"
"iya pak ?"
"Kira kira saya harus apa ya Fit ? Istri saya nyuruh saya buat hapus atau blokir nomor orang yang menurut saya ga penting."
"Ya bapak lakuin aja pak. Bukannya itu bagus ya pak. jadi kan bapak ga digangguin sama orang ga jelas lagi kaya kemarin !"
"Apa saya juga harus hapus nomor perempuan itu Fit ?"
"Kalo bapak mau lebih melukai hati istri bapak si ya ga perlu dihapus pak. Tapi kalo bapak sayang sama istri bapak, harusnya tanpa diminta pun bapak lebih peka. Masa gitu aja harus nanya saya si pak !"
"Saya lebih takut kalo saya blokir nanti dia nyari saya sampai kampus Fit !"
"emang senekat itu ya pak mantan pacar bapak ?"
"Ya ga tau juga si. Saya cuma takut aja !"
"Tapi apa salahnya si pak dicoba dulu. Saya perempuan loh pak, jadi saya ngerti gimana perasaan mbak Liora sekarang. Walau katanya diantara bapak sama istri bapak belum mengakui perasaan masing masing, tapi namanya istri itu pasti pengen jadi yang utama buat suaminya !"
__ADS_1
Aileen nampak berfikir dengan ucapan Fitra yang menurutnya benar dengan perkataannya.