Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha
CAP2 Ketemu Camer


__ADS_3

Dua hari kemudian..


Setelah memberikan laporan dan menyepakati persyaratan yang telah tertuliskan, Mike dan Noval keluar dari kantor polisi untuk segera menjemput Angel yang sudah berada dirumah sehari yang lalu. Dengan pasrah Angel mengikuti semua ucapan Mike dan masih dengan menggunakan kursi roda Mike pun mengantar Angel.


Setelah itu Mike dan Noval kembali bekerja di perusahaan miliknya masing masing. Tentunya setelah mendapat persetujuan dari sang adik, barulah Mike pergi meninggalkan nya dan menitipkan pada polisi.


Kejam ? Tega ? Atau apalah itu, yang sekarang berada dibenak Mike terhadap adiknya.Tapi ia berfikir lagi, jika semua ini hanya demi kebaikan adiknya.


- ditempat lain-


"assalamualaikum.. Liora pulang !" Seru Liora setelah memasuki rumahnya.


"waalaikum salam.." Sahut indah dan Nindya berbarengan diruang tamu.


Liora menciumi punggung tangan bunda dan kakaknya tersebut. "kak diandra kemana bun ?"


"lagi diatas sama Zein dan Zeina !" Sahut Indah.


"Dek, kakak minta tolong dong kamu jemput in Rania disekolah !" Pinta Nindya.


"oke. yaudah kalo gitu aku ganti baju dulu deh !" Liora pun menuju ke kamar nya dan mengganti pakaiannya.


Liora pun kembali dengan menggunakan jeans sobek dan kaos berwarna putih, dan membiarkan rambutnya digerai. Nindya yang melihatnya pun langsung menegur Liora, karena menurutnya tidak pantas jika ia pergi ke sekolah Rania dengan berpakaian seperti itu.


"yaudah iya gue ganti !" Ucap liora dengan tertawa karena sebenarnya ia hanya mengerjai sang kakak.


Liora pun kembali menuruni anak tangga menggunakan dress berwarna hitam dengan panjang dibawah lutut. "nah ini baru cantik dan sopan !" Seru Indah.


"bejanda Bun !" sahut Liora sambil tersenyum.


"ish.. bercanda dek !" Nindya pun membenarkan perkataan Liora.


"nah itu maksud Liora ! hahaha" Kemudian liora mencium tangan Indah dan Nindya bergantian dan berpamitan untuk menjemput Rania yang setengah jam lagi akan pulang sekolah.


Setelah selesai sedikit berbincang dengan seorang guru disekolah Rania, akhirnya Lior mengajak Rania kembali pulang. Namun sebelumnya Liora mengajak Rania mampir ke sebuah mall karena ada yang akan ia beli.


"aunty mau beli apa ?" Ucap Rania.


"mau beli tas. Soalnya tas aunty kecil semua sedangkan aunty butuh tas yang besar !" Sahut Liora sambil terus menggandeng sang keponakan.

__ADS_1


"aunty, Rania laper !"


"yaudah kita cari resto ya, tapi sebelumnya kita ketoko itu dulu ya terus kamu ganti bajunya biar ga kotor !" Rania pun mengangguk setuju.


Kemudian Liora membawa Rania menuju sebuah resto yang berada didalam mall tersebut dan memesan makanan untuknya dan Rania.


Dari kejauhan, terlihat sepasang suami istri sedang berjalan menuju kedalam resto tersebut sambil mengulas senyum kepada Liora sedari tadi, namun Liora benar tak menyadarinya karena sibuk dengan Rania.


"Liora !" Panggil seorang wanita paruh baya yang kini sedang berdiri tepat dihadapan Liora.


"Tante, om !" Liora berdiri dan langsung mencium punggung tangan kedua orang itu. "silahkan duduk om, tante !" Kemudian Liora menyuruh Rania untuk mencium tangan mereka.


"kamu dari kapan disini ?" Keke pun memulai pembicaraannya.


"belum lama ko tan, kebetulan mampir ada yang mau liora beli disini !" Sahut Liora. "makasih mbak !" Ucap liora pada seorang pramuniaga yang sedang mengantarkan pesanan Johan dan Keke.


"oya, Liora. Gimana hubungan kamu sama Jhofan ?" Tanya Johan.


"gimana ya om, Liora bingung buat jawabnya. Tapi yang jelas selama Liora dekat sama pak Aileen itu sikapnya baik dan lembut. Ya walaupun kadang dia dingin dan tegas biarpun udah diluar jam kelas !" jawab liora.


"apa kamu udah siap terima Jhofan jadi suami kamu nak ?" Seketika Liora tersendak.


"gapapa sayang. ucapan papa Jhofan jangan terlaku difikirin !" Seru Keke.


"gapapa ko tan. Ya mungkin kalo emang pak Aileen jadi yang terbaik buat Liora yang dikasih sama Ayah dan Bunda, Liora siap ko buat jadi istri pak Aileen. Cuma maaf ya om, tante, mungkin buat beberapa saat Liora belum bisa sepenuhnya jadi istri yang baik buat pak Aileen nantinya. Liora harap om dan tante mengerti dengan keadaan ini !" Ujar Liora dengan menunduk.


Johan pun mengangguk mengerti. "om ga masalah asalkan kalian ga saling menyakiti dan saling terbuka."


"makasih ya om atas pengertiannya. Liora janji, sebisa mungkin berusaha jadi istri yang baik buat pak Aileen !" Serunya sambil tersenyum.


"aunty.. udah kenyang !" Seru Rania.


"yaudah.. minum dulu ya !" Liora pun begitu telaten pada Rania dengan menyuapinya hingga memberikan minum pada Rania dan disaksikan oleh kedua orang tua Aileen.


"nanti pernikahan kalian akan diadakan sebulan lagi. Kamu mau acaranya yang kaya gimana ?" Hanya Keke.


"Liora terserah kalian aja, yang penting ga usah terlalu ramai buat akadnya tan. Terus kalo bisa jangan di publish ya pernikahan aku sama pak Aileen sampe aku lulus nanti tan, om !" Johan pun mengangguk menyetujui permintaan Liora, dengan syarat setelah menikah Liora tinggal berdua dengan Aileen.


Merasa cukup puas berbincang dengan Liora, Keke dan Johan memutuskan kembali ke rumah nya dan meninggalkan Liora dengan Rania untuk meneruskan belanjanya yang tertunda.

__ADS_1


"makasih ya sayang atas waktunya. Kapan kapan tante ajak kamu jalan jalan, kamu mau ya ?"


"pasti dong tan, dengan senang hati." Liora mencium tangan Keke kemudian bercipika cipiki, lalu ia pun mencium punggung tangan Johan. Tak lupa liora pun menyuruh Rania untuk mencium tangan Keke dan Johan.


Setelah berpisah, Liora langsung meluk toko tas terdekat dan membeli sebuah tas ransel berukuran sedang untuk ia gunakan pergi camping bersama dengan para sahabatnya.


"aunty mau camping ko kakak ga diajak ?" Keluh Rania setelah dalam perjalanan pulang.


"ga bisa sayang, ini acaranya kan dari kampus jadi aunty ga bisa ajak Rania deh. Tapi aunty janji deh, kalau aunty udah selesai dari camping nanti aunty ajak kakak, Zein dan Zeina main kepantai ya !" Buku Liora pada Rania.


"janji ya aunty ?" Liora pun mengangguk dan mengusap kepala Rania lembut.


-


Sore hari


"yah, bun. tadi ga sengaja Liora ketemu sama om Johan dan tante Keke. Terus mereka ngomong masalah pernikahan Liora sama pak Aileen." Ujar Liora.


"bagus dong. Terus mereka bilang apa ?" Sahut Mahendra.


"ya Liora bilang, kalo bisa pernikahan Liora sama pak Aileen ga usah di publish terus buat acara resepsinya kalo bisa setelah Liora lulus aja. Dan mereka setuju, tapi ada syaratnya yah." Jelas Liora.


"kamu harus tingg berdua sama Jhofan kan ?" Seru Indah.


"ko bunda tau ?" Heran Liora.


"tadi itu tante Keke telpon bunda terus jelasin semuanya ke bunda. Selama itu buat kalian senang, kenapa ga dituruti. iya kan yah ?" Mahendra pun mengangguk pernyataan indah.


"tapi Liora takut nanti ga bisa sebebas sekarang. Liora takut pak Aileen marah sama Liora dan larang Liora buat ngurusin cafe Yah !" Rengek Liora sambil menyangga dagunya dengan sebelah tangannya yang diletakkan diatas pahanya.


"kamu bicarakan baik baik dengan Jhofan. Ayah yakin dia bisa mengerti posisi kamu sebagai pemilik cafe dengan lima cabang diluar kota !" Ujar Mahendra.


"iya deh yah, nanti coba Liora bicara in sama pak Aileen !" Sahut Liora.


-


Bersambung..


-

__ADS_1


__ADS_2