
Didalam kamar Angga langsung menelpon Tata dan meminta Tata untuk datang kerumahnya.
***tuut tuut tuut***
Tata pun mengangkat telpon dari Angga.
"iya Angga, ada apa ?" tata
"Ta lo dimana bisa kerumah gue ga sekarang ?" Angga
"gue baru aja sampai. kenapa ?? tumben lo minta gue dateng kerumah lo ?" Tata
"dirumah ada Angel, sumpah gue males buat ngadepin dia. Jadi gue mohon lo kesini ya... pleasee" Angga
"oke, 15 menit w sampai" Tata
Dan Tata pun langsung pergi kerumah Angga menggunakan mobil nya dengan kecepatan tinggi karna jalanan yang tidak macet.
Sesampainya dirumah Angga Tata pun langsung masuk dan melihat sosok Angel yang sedang membujuk mamanya Angga dengan manja. Tata pun merasa jijik terhadap sikap Angel yang menurutnya terlalu berlebihan.
"siang tante" sapa Tata
"siang Ta, apa kabar kamu ?" tanya mama
"baik Tan.. hmm, Angga nya ada Tan ?" tanya Tata
"ada di kamar nya, kamu kesana aja ya" suruh mama
Angel yang merasa dibedakan langsung menekuk wajahnya yang terlihat kesal.
"apa apaan tante ini, gue aja dari tadi nungguin Angga malah disuruh nunggu tapi pas Angga pulang gue malah dicuekin dan disuruh pulang sama tante. Tapi cewek ini, dengan gampang nya tante nyuruh cewek ini masuk ke kamar Angga. ga bisa gue biarinin !" batin Angel.
__ADS_1
"yaudah tan Tata keatas ya." dan Tata pun langsung menaiki tangga menuju kamar Angga.
"tante, kenapa Tata dibolehin masuk kamar Angga. sedangkan aku yang jelas jelas pacarnya Angga malah ga boleh ?" ucap Angel kesal
"maaf sayang. semua keputusan ada di Angga, dan tante sebagai mama nya ga bisa memaksa dia. sekarang kamu pulang aja dulu nanti kalo waktunya udah tepat kamu bisa kembali lagi buat ketemu sama Angga." ucap mama dengan lembut.
"oke ga masalah. kali ini Angel ngalah demi Angga. kalo begitu Angel permisi ya tan" ucap Angel dengan nada yang sedikit tinggi. Tanpa permisi Angel langsung meninggalkan mama Angga.
"pantas aja Angga ninggalin kamu. ternyata kamu emang pantas untuk ditinggalin. Angel berbeda dengan Diandra dan Tata yang sopan. mungkin Angga memang ga berjodoh sama diandra. tapi Angga lebih baik bersama Tata yang jauh lebih baik dibanding Angel." ucap mama
"Angga.." panggil Tata yang sudah masuk kekamar Angga.
"haii.." sahut Angga "makasih ya udah mau dateng kesini buat temenin gue lanjutnya.
"gapapa ko, gue malah seneng bisa dibutuhin sama lo Ngga" ucap Tata tersenyum manis
"hmm.." sahut Angga pun tersenyum. "apa Angel udah pulang Ta ?" tanya nya.
"tadi si waktu gue dateng si Angel lagi ngerengek sama tante, tapi tante diem aja cuma bilang iya iya doank. Terus pas gue izin naik si Angel kayanya langsung ngomong sama tante tapi gue ga tau apa yang diomongin." jawab Tata dan Angga pun mengangguk.
Tata semakin mengembangkan senyumnya kepada Angga. setidaknya ada kesempatan bagi Tata berada dalam hati Angga, dan tidak akan merasakan sakit hati lagi seperti dulu.
Sebenarnya di Korea pun Tata sudah pernah berpacaran dengan opa disana, namun tetap saja Tata tidak bisa melupakan Angga yang selalu ada dalam hatinya, hingga akhirnya hubungan Tata dengan pacarnya hanya bertahan dalam waktu 4 bulan.
"makasih ya Ngga lo udah mau mencoba buat ngebuka hati lo. setidaknya sedikit banyak gue merasa senang dan ga akan merasa sesakit dulu" ucap Tata sambil memegang tangan Angga.
Angga hanya tersenyum menatap Tata dan mengelus tangan Tata dengan tangan satunya.
"makasih juga buat semua rasa yang udah lama lo simpan buat gue. Gue janji sama lo gue akan ngejaga hati lo biar ga sakit lagi Ta" ucap Angga sambil menarik Tata dalam pelukannya. Tata pun membalas pelukan Angga.
Walau dalam hati Angga masih tersimpan rapi nama Diandra, namun Angga akan selalu berusaha untuk mencintai dan menyayangi Tata dan merelakan Diandra bersama Noval.
__ADS_1
"Ngga, apa tante sama om bakalan suka sama gue ?" tanya Tata
"kalo menurut mama yang penting gue bisa nyaman dan bahagia sama siapapun, mama pasti akan setuju ko. tapi kalo papa...." ucap Angga
"kalo om kenapa Ngga ??" desak Tata ketika ucapan Angga terhenti.
"kalo papa selalu mandang semua dari harta dan derajat Ta. itu sebabnya papa ga pernah restui gue buat dekat sama Diandra, padahal gue udah ngeyakinin papa bahwa Diandra anak yang baik. tapi bagi papa orang dikalangan mereka cuma bisa memanfaatkan kekayaan yang papa punya... hhuuufffttt....." jawab Angga dengan menghembuskan nafas kasar diakhir katanya.
"padahal Diandra benar tulus ya Ngga sama lo, tapi om terlalu rendah memandang orang lain" ucap Tata
"dan itulah yang membuat gue pun memandang orang yang berada dibawah selalu seperti itu Ta" ucap Angga yang sepertinya menyadari kesalahannya.
"tapi lo masih bisa ko berteman sama Diandra, biar gue fikirin caranya, gue yakin pasti Diandra mau dan Pasti Noval mengizinkan" ucap Tata dengan yakin
"ga perlu Ta, kalo w bisa deket lagi sama Diandra yang ada gue semakin sulit buat lupain dia dan gue semakin ga bisa buka hati gue buat lo. dan mungkin lo akan kembali sakit lagi karna gue Ta !" pinta Angga
"gue yakin lo bisa jaga ucapan lo. iya kan" Tata
"tapi Ta gue yang ga yakin kalo gue beneran bisa temenan sama Diandra. gue bener bener mau lupain dia dan gue pengen buka hati gue buat lo !" ucap Angga meyakinkan Tata.
Walau sebenarnya mengatakan hal ini pada Angga rasanya teramat sakit, namun Tata tetap berusaha tegar demi orang yang disayangi nya.
"gue ga bisa memaksa lo Ngga. yang jelas lo jangan pernah sungkan sama gue kalo lo mau tetap dekat sama Diandra sebagai teman."
"ya gue ga bisa memutuskan apa apa masalah ini. yang sekarang gue fikirkan cuma bagaimana gue bisa membuka hati gue buat lo" ucap Angga sambil memegang kepala Tata
"lo lakuin semua pakai perasaan dan hati lo dengan tulus tanpa harus ada paksaan. karna gue ga sama sekali memaksa lo buat bisa sayang sama gue Ngga" Tata menggenggam tangan Angga.
Angga langsung memegang tengkuk Tata dan "cup" Angga pun mencium kening Tata. Terkejut dengan apa yang dilakukan Angga, Tata hanya bisa tersenyum sambil memejamkan matanya merasakan ciuman dikeningnya.
"sekali lagi terima kasih ya Ta. gue janji sama lo bakalan sayang sama lo" ucap Angga kembali lalu menarik Tata kedalam pelukannya. Tata pun mengangguk dan semakin mempererat pelukannya dan seperti tidak ingin melepaskan pelukan Angga.
__ADS_1
Sore itu Tata begitu senang karena mendapatkan angin segar dari Angga.
***