Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Baby Pedrosa


__ADS_3

Setelah semua drama taruhan dan pembalasan para istri, kini usia kandungan Rachel sudah mendekati waktunya bersalin.


"Mamamamama" Cilla yang sedang belajar berbicara dan berjalan terlihat sangat aktif.


"Sini sayang, jalan ke arah sini" Rachel memanggil putrinya.


"Mamamamama" Cilla kemudian mengikuti perkataan sang mama.


"Uhhhh anak mama pintar ya, sudah lancar berjalannya" puji Rachel untuk sang putri yang sebentar lagi genap berusia satu tahun.


"Dedededededek" Cilla mengelus perut Rachel yang buncit.


"Kakak Cilla nanti kalau dedeknya sudah lahir disayang ya?" Rachel selalu mengajarkan putrinya untuk menyayangi sang adik yang belum lahir.


"Yayayayayaya" angguk gadis cilik itu dengan antusias.


"Anak mama pintarrrr" Rachel kemudian menciumi pipi sang buah hati dengan gemas hingga Cilla tergelak karena kegelian.


"Wahhhh seru banget sih, papa kok gak diajak?" Gide yang baru pulang dari kantor menyapa keduanya.


"Papapapapa" Cilla mengulurkan tangannya minta di gendong.


"Papa masih kotor sayang, nanti ya" Gide sesungguhnya ingin segera memeluk sang putri juga, namun demi kesehatan sang buah hati ia pun menundanya.


"Papa mandi dulu ya, nanti baru main sama Cilla kalau sudah bersih, oke?" Rachel memberi pengertian.


"Keh" angguknya.


"Uhhhh gemass" Rachel kembali mencium pipi Cilla.


"Papa mandi dulu ya" Gide pun kemudian beranjak ke kamar meninggalkan kedua wanita kesayangannya itu di ruang keluarga.

__ADS_1


..........


"Loh ma, itu baju mama kenapa? kok basah semua?" Gide yang melihat daster Rachel basah di bagian belakangnya bertanya.


"Astaga, sepertinya ini air ketuban yang rembes pas" Rachel kemudian mengecek.


"Mama sudah mau lahiran ya?" karena kedua ibu hamil yang lain sudah melahirkan, Gide pun sekarang jauh lebih siaga, karena itu artinya sang istri juga pasti tidak akan lama lagi lahiran menyusul yang lain.


"Sepertinya begitu" angguk sang istri.


"Ya sudah ayo kita ke rumah sakit" Gide kemudian menggendong Cilla.


Mereka kemudian berangkat ke rumah sakit bertiga dengan posisi Gide di depan mengendarai mobil, sementara Rachel dan Cilla di bagian belakang. Karena kondisi Rachel hanya pecah ketuban dan masih terlihat normal karena belum kontraksi, maka ia pun dapat mengasuh Cilla sementara sang suami mengendarai mobil. Tidak lupa Rachel pun menelpon keluarganya agar segera datang.


"Kakak Cilla nanti di Rumah sakit sama papa dulu ya digendongnya, mama mau melahirkan dedek dulu" Rachel memberi nasehat kepada putrinya agar nanti tidak kaget bila mereka terpisah saat waktunya melahirkan.


"Iyah" angguk gadis cilik itu.


"Kalau papa juga sibuk, kak Cilla sama grandma Ayu atau Grandma Maya ya" Gide juga mencoba menasehati.


"Anak pintar" Rachel mengelus kepala sang putri.


..........


"Dok ini istri saya pecah ketuban namun belum merasa kontraksi" Gide berkata sambil menggendong Cilla.


"Mari saya periksa" sang dokter kemudian melihat kondisi bukaan Rachel.


"Kalau begitu nyonya kami berikan obat perangsang ya tuan" sang dokter kemudian meminta perawatnya memberi obat yang dimaksud kepada Rachel.


"Paaaa perut mama mulai sakit" Tidak lama setelahnya Rachel pun mulai merasakan kontraksi yang konsisten.

__ADS_1


"Sabar ya ma" Gide mulai panik.


"Sini Cilla sama grandma" Ayu kemudian mengambil Cilla dari tangan Gide. Sementara itu keluarga yang lain pun satu persatu mulai datang untuk memberikan dukungan kepadanya.


"Bukaannya sudah lengkap, silahkan atur nafas ya nyonya" kata sang dokter.


"Arghhhhhh" Rachel mendorong bayinya.


"Ayo nyonya tarik nafas lalu buang" instruksi sang dokter lagi.


"Arghhhhhh aku tidak kuat" kali ini Rachel mengerahkan seluruh tenaganya.


"Owek, owek, owek" seorang bayi lahir dengan selamat.


"Tuan bayinya laki-laki" kata sang dokter.


"Terima kasih dokter" Gide pun terharu melihat putranya lahir dengan selamat.


..........


"Wahhh benar-benar lengkap ya keluarga kita, setelah empat hari sebelumnya baby Dive lahir, kemudian dua hari berikutnya baby Dicto lahir, kini baby Dros pun ikut lahir" Grandma Merlyn sangat bersuka cita melihat ketiga cucunya lahir dengan selamat.


"Benar akhirnya cucu 3D kita lauching juga heheheheh" kekeh grandma Ruth.


"Semoga kita panjang umur ya Ruth, supaya bisa melihat 3D ini tumbuh besar" kini Grandma Merlyn meneteskan air matanya karena haru.


"Amin" semua anak, menantu dan cucu mengamini doa grandma.


"Tinggal tunggu cucu dari uncle Raf dan uncle Rich nih" Dimas melirik ke arah dua pria itu dengan senyum penuh arti.


"Wohoooo kalau aku sih masih jauh kak, mungkin Raf yang sudah ada gebetan tuh!" Rich menunjuk Raf, sementara yang ditunjuk hanya tersenyum penuh misterius.

__ADS_1


Suka cita pun terpancar jelas di wajah semua orang. Setelah semua kegaduhan yang terjadi selama sembilan bulan belakangan ini, akhirnya ketiga jagoan cilik keluarga Anderson yang dijuluki 3D itu pun lahir dengan selamat dan membawa suka cita penuh di tengah keluarga besar Anderson.


...THE END...


__ADS_2