
"Pa, perut mama sakit banget" Rachel menggenggam erat tangan sang suami ketika kontraksi yang dirasakannya semakin intens.
"Sebentar lagi ya ma" Gide hanya bisa memberi semangat dengan mengelus punggungnya dan mengecup kening sang istri dengan lembut.
"Dok apa masih lama? istri saya sudah kesakitan" Gide bertanya kepada sang dokter yang sedang mengecek bukaan Rachel.
"Ini baru bukaan lima tuan, masih harus menunggu sampai bukaannya sempurna dulu baru bisa melahirkan" sang dokter menjelaskan.
"Tapi berapa lama?" Gide sudah tidak sabar.
"Kalau itu tergantung kondisi nyonya sendiri, kadang ada yang cepat, ada juga yang lambat, semoga saja nyonya bisa lebih cepat ya" kata sang dokter lagi.
..........
Setelah drama panjang menunggu kelahiran yang membuat Gide frustasi, akhirnya bukaan Rachel pun sudah sempurna, yang artinya sang bayi siap menyambut dunia.
"Ayo nyonya tarik nafas dan dorong bayinya" instruksi sang dokter.
"Ahhhhhhhhhh" Rachel mendorong bayinya dengan sekuat tenaga.
"Ayo ma semangat" Gide yang berdiri di samping Rachel menggenggam tangan istrinya dan memberikan dukungan penuh.
"Kepalanya sudah kelihatan nyonya, ayo sekali dorong lagi" kata dokter memberi instruksi kembali.
"Ahhhhhhhhhhhhhhhhhh" dorongan panjang dari Rachel akhirnya membuat sang bayi lahir dengan selamat tanpa perlu bersusah payah terlalu lama.
"Owek, owekkkk" bayi perempuan nan mungil itu menangis sangat kencang.
"Sayang terima kasih hiks hiks" Gide tidak dapat menahan tangis harunya saat melihat dan mendengar bayinya menangis untuk yang pertama kalinya.
"Selamat tuan dan nyonya, bayinya perempuan dan sehat" kata sang dokter.
"Setelah ibu dan bayinya dibersihkan, kami akan langsung memindahkannya kembali ke kamar rawat" lanjut sang dokter.
"Terima kasih dokter" Gide memeluk sang dokter tanda ucapan terima kasih tak terhingga.
__ADS_1
"Sama-sama tuan" balas sang dokter dengan senyum terkembang karena melihat pasiennya merasa puas dengan pelayanannya.
..........
"Anak papa haus ya?" Gide yang melihat sang putri menyusu dengan lahapnya di pelukan Rachel bertanya dengan lembut.
"Iya papa" jawab Rachel sambil menirukan suara anak kecil.
"Bagaimana kondisi mama sekarang?" kini Gide beralih bertanya kepada sang istri.
"Mama sudah pulih pa, sudah tidak apa-apa kok" karena proses melahirkannya normal dan terhitung cepat, maka Rachel pun tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa kembali pulih.
"Terima kasih ya sayang, kau adalah mama yang sangat luar biasa" Gide menghadiahi sang istri dengan banyak kecupan. Setelah melihat bagaimana sang istri berjuang untuk dapat melahirkan buah hatinya, kini rasa cintanya terhadap Rachel menjadi bertambah berkali-kali lipat.
"Iya pa, terima kasih juga ya karena papa sudah menjadi suami yang sangat siaga buat mama dan anak kita" Rachel mengecup pipi sang suami dengan lembut.
"I love you so so so much Rachel Anderson" Gide mengecup bibir sang istri.
"I love you to Gideon Harpa Anderson" Rachel pun membalas kecupan sang suami.
Setelah penantian panjang yang penuh dengan lika liku, akhirnya kini mereka merasa sangat lengkap dengan hadirnya sang putri cantik di tengah keluarga kecil mereka.
..........
"Dededek" Syeba mencondongkan tubuhnya ke arah bayi Rachel.
"Kakak Syeba mau sayang dedek ya?" Rachel kemudian sedikit bergeser ke pinggir brankar agar Syeba bisa menyentuh anaknya.
"Iyah" Syeba mengangguk senang.
"Kiss dedeknya" kata Sera sambil menunjuk pipi merah sang bayi.
"Muahhhh" Syeba menempelkan bibir mungilnya ke pipi sang bayi, membuat semua orang yang melihat sangat gemas.
"Nama bayinya siapa aunty?" Diva yang penasaran bertanya.
__ADS_1
"Priscilla Anderson, tapi kak Diva bisa panggil Cilla saja" jawab Rachel dengan senyum terkembang.
"Wahhhh nama yang cantik, secantik orangnya" kata Grandma Ruth.
"Iya, sangat cantik" Grandma Merlyn menatap Cilla dengan haru.
"Kenapa perempuan lagi sih? aku jadi tidak punya teman deh!" Divo yang berharap anak Rachel dan Gide laki-laki menggerutu dengan sebal.
"Suruh mama dan papa bikin adik lagi saja kalau begitu" seloroh Rachel dengan santai.
"Jangan macam-macam kau Rach" Gaby melotot ke arah sang adik, membuat yang dipelototi tergelak.
"Besok kita bertiga hamil bareng saja yuk kalau begitu, laki-laki semua biar Divo punya banyak pasukan" Sera menimpali.
"Sera jaga mulutmu, nanti kalau kejadian benar gimana?" Gaby memang sudah tidak berniat punya anak lagi.
"Bagus dong kak kalau kalian bertiga bisa hamil barengan, grandma kan jadi punya banyak cucu heheheheh" Grandma Merlyn malah bersemangat.
"Betul, jadi keluarga kita semakin ramai heheheheh" Grandma Ruth tidak kalah semangatnya.
"Ck, kalian ini" Gaby sudah tidak bisa membantah lagi karena dikeroyok.
Suasana haru dan hangat selalu terjalin bila semua anggota keluarga Anderson berkumpul, terlebih lagi dengan kelahiran Priscilla ditengah-tengah mereka semua. Canda dan gelak tawa terdengar diseluruh penjuru ruang rawat eksklusif di rumah sakit milik keluarga Anderson ini.
"Terima kasih Tuhan, akhirnya Engkau mengirimkan malaikat kecil ini untuk melengkapi hidup keluarga kami" Rachel bersyukur di dalam hatinya.
...THE END...
.....................................
Halo semua, terima kasih kepada seluruh sahabat yang sudah setia membaca novel ini dan bersabar menanti updatenya hingga tamat. Mohon maaf jika dalam penulisannya Rosi sering telat dan mungkin alurnya tidak sesuai harapan (Maklumlah, penulis amatir heheheheh). Bagi Rosi para sahabat semua adalah penyemangat terbesar yang membuat Rosi terus mau berkarya ditengah segala kondisi yang sedang Rosi alami. Meskipun mungkin jumlah pembaca setianya tidak sebooming novel karya penulis terkenal lainnya, tapi Rosi sangat bersyukur karena masih banyak sahabat yang menyukai karya Rosi dan bersedia membacanya (Apalah Rosi ini tanpa para sahabat semua heheheh).
Nah sebagai tanda terima kasih, maka Rosi akan terus melanjutkan karya-karya ini dengan judul-judul baru yang lainnya. Jadi bagi yang masih ingin melihat kelanjutan kisah The Andersons Family, silahkan stay tune ya di akun Rosi Lombe. Btw buat yang masih mau extra part kisah Rachel dan Gide plis komen yang banyak, vote, like, hadiah, follow akun Rosi dan share karya ini ya biar Rosi semakin semangat menulisnya.. Selain itu karya Rosi juga bisa semakin dikenal dan semakin banyak yang membaca.
Untuk update selanjutnya, setelah ini Rosi akan lanjut di Novel Tata dan surya dulu ya, karena dari sanalah nanti kisah Tuan Muda Raf dan Nona Mentari berasal. Sooo buat yang belum baca kisahnya, silahkan mampir ke Novel Rosi yang berjudul My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya) yaaaa...
__ADS_1
Happy reading all...
Luv Luv...