Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Seperti Anak TK


__ADS_3

"Sayang" Rachel yang sedang merapikan pakaian kantor suaminya memulai pembicaraan.


"Hemmm?" Gide menjawab sambil meraih pinggang sang istri.


"Aku mau kembali kuliah ya?" Rachel membujuk Gide agar bisa kembali beraktivitas seperti biasa.


"Memangnya kau sudah kuat?" Gide masih belum yakin dengan kondisi sang istri.


"Aku sudah baik-baik saja, kau lihat sendirikan kalau sekarang aku sudah seperti biasa lagi?" Rachel memastikan letak dasi Gide sudah simetris.


"Kapan kau akan mulai ke kampus lagi?" tanyanya sambil mengelus lembut pipi Rachel yang putih mulus.


"Hari kamis besok, kebetulan kata Anjali akan ada kunjungan ke balai konservasi hutan hujan tropis di pinggir kota untuk mengobservasi hewan yang terdapat di penangkaran hewan langka, jadi aku rasa itu akan sangat menyenangkan" Rachel bersemangat.


"What? kau mau pergi ke luar kota?" Gide terbelalak.


"Iya" Rachel menjawab dengan polos.


"Tidak, aku tidak mengijinkannya" Gide menolak keras. Sejak kejadian di kampus yang membuat istri dan anaknya celaka, Gide memang menjadi lebih over protect terhadap Rachel.


"Sayang, aku kan hanya kuliah, lagian tidak menginap kok, kami hanya akan berangkat pagi dan pulang sore" Rachel merajuk.


"Dengarkan aku sayang, kau baru saja sembuh, kondisi fisikmu mungkin memang sudah terlihat baik-baik saja di luar, tapi kan kau masih dalam pemulihan dibagian dalamnya, aku khawatir nanti kau kenapa-kenapa" Gide memberi pengertian.


"Tapi aku sudah bosan di rumah, aku ingin kembali kuliah supaya bisa menghilangkan rasa sedihku" Rachel mengeluarkan jurus manjanya, yang sudah pasti tidak bisa ditolak oleh Gide.


"Apa tidak bisa kalau hanya kuliah biasa saja? tidak usah ikut kunjungan ya?" Gide masih berusaha bernegosiasi.

__ADS_1


"Kau jahat hiks hiks" Rachel meneteskan air matanya karena kecewa dengan penolakan sang suami.


"Heyyy kenapa menangis, aku bukannya jahat, aku hanya tidak mau kau terluka lagi, aku hanya ingin kau baik-baik saja karena aku sangat mencintaimu" Gide kelabakan saat melihat air mata sang istri lolos.


"Kalau kau mencintaiku seharusnya kau ijinkan aku, karena aku ingin kembali ke aktivitas normalku lagi" Rachel masih merajuk.


"Huffffff baiklah, iya kau boleh pergi" Akhirnya Gide mengalah.


"Benar boleh?" seketika wajah Rachel berbinar.


"Iya, tapi ada syaratnya" kata Gide.


"Apa?" tanyanya.


"Aku akan ikut bersamamu" kata pria itu pada akhirnya.


"Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja di sana" Gide bersikeras.


"Ishhhhh kau ini, ya sudah terserah kau saja, asal nanti disana kau tidak bosan saja" Rachel terpaksa menerima syarat dari sang suami.


"Tenang saja, aku tidak akan bosan kok, selama ada kau aku pasti akan tetap bahagia" Gide mempererat pelukannya di pinggang sang istri.


"Ishhhh gombal!" Rachel menepuk dada suaminya dengan manja.


"Tapi kau suka kan aku gombalin?" kemudian Gide menautkan bibir mereka dan pagutan panas pun terjadi.


"Sudah ahhh, kau kalau diikuti pasti semakin menjadi-jadi, ayo turun, kita sarapan, yang lain pasti sudah menunggu" Rachel menghentikan suaminya yang hampir saja terlena.

__ADS_1


..........


"Aku akan mengikuti bus kalian dari belakang ya, nanti selama di dalam bus kau harus hati-hati oke?" Gide meraih dagu sang istri sesaat sebelum Rachel turun dari mobilnya dan bergabung dengan teman-teman kuliahnya yang sudah siap berangkat menuju balai konservasi.


"Iya" jawab Rachel singkat.


"Ingat, jika tidak kuat kau harus bilang pada teman-temanmu atau dosenmu, aku akan segera membawamu pulang dan kita ke rumah sakit" Gide benar-benar posesif.


"Sayang, perjalanannya kan hanya dua jam dan lokasinya pun mudah dijangkau, lagi pula kan aku sudah sehat!" Rachel merasa seperti anak TK yang tidak bisa dilepas tamasya seorang diri.


"Aku hanya berjaga-jaga saja" jawab pria itu.


"Baiklah, iya, nanti aku akan bilang kalau tidak kuat" Rachel tidak mau berdebat.


"Nah gitu dong" Gide tersenyum puas.


"Ya sudah aku keluar dulu ya" Rachel meraih gagang pintu.


"Eh tunggu" Gide menahannya.


"Apa lagi?" mulai tidak sabar dengan sang suami.


"Ini belum" Gide memajukan bibirnya manja.


"Ishhh dasar mesum" namun Rachel tetap mengecup bibir sang suami dengan mesra.


"I love you" kata Gide.

__ADS_1


"I love you too" jawab Rachel sambil membuka pintu dan melambaikan tangannya kemudian menutup kembali pintu mobil tersebut dan berjalan menjauh dari mobil menuju ke arah teman-temannya.


__ADS_2