
"Astaga" Rachel terlonjak kaget saat merasakan seseorang memeluk pinggangnya dari arah belakang dengan sangat posesif.
"Kau sedang apa?" Gide yang melihat Rachel sedang memasak di dapur merasa keheranan, karena sejak mereka menikah belum pernah sekalipun sang istri menyentuh area dapur rumah mereka.
"Aku sedang menyiapkan makan malam untuk kita" jawab wanita muda itu sambil melanjutkan aktivitasnya.
"Benarkah ini untuk makan malamku?" Gide yang begitu bahagia melihat perubahan pada diri sang istri langsung menghadiahinya dengan kecupan mesra di sepanjang tengkuk mulus itu.
"Ahhhhh kakkkkk geli" Rachel bergelinjang merasakan sensasi aneh yang hanya bisa ia rasakan jika Gide menyentuhnya.
"Aku merindukanmu sayang" kini gigitan kecil menyerang bagian telinga Rachel, membuat wanita itu semakin tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.
"Kak aku sedang memasak, kakak mandi dulu sana, habis itu kita makan malam bersama" Rachel mencari cara agar Gide mau melepaskannya.
"Mandikan aku plissssss" Gide merajuk.
"Sejak kapan sih kakak jadi manja begini?" Rachel berbalik dan memegang kedua pipi suaminya dengan gemas.
"Sejak aku semakin tergila-gila padamu" Gide kembali meraih pinggang sang istri dan mencium bibirnya dengan sangat mesra.
"Sekarang mandi dulu ya" setelah ciuman yang cukup lama dan menghabiskan oksigen bagi keduanya, Rachel kemudian mendorong suaminya mundur agar dirinya bisa kembali melanjutkan kegiatannya memasak.
"Temaniiiii" masih dengan mode merajuk.
"Tapi aku kan lagi tanggung memasak, nanti kalau tidak matang atau gosong bagaimana?" Rachel tidak habis pikir jika suaminya bisa berubah begitu manja setelah hubungan mereka semakin membaik.
__ADS_1
"Baiklah, tapi nanti aku mau disuapin ya waktu makan malam" Gide yang sangat gemas dengan sang istri tidak tahan untuk tidak menyentuh area yang paling sensitif di bawah sana.
"Kakkkkk kondisikan tanganmu, atau kita tidak akan bisa makan malam!" Rachel yang takut kebablasan berkata dengan tegas.
"Tapi aku masih kangen" lagi-lagi kecupan demi kecupan bergrilya di bagian leher sang istri.
"Kak hentikan dan cepat mandi!" Rachel benar benar sudah tidak kuat dengan setiap sentuhan dari suaminya.
"Baiklah nyonya Gideon Harpa, hamba akan mematuhi semua perintahmu" meskipun dengan berat hati, akhirnya Gide pun naik menuju lantai atas dan masuk ke dalam kamar mereka untuk membersihkan diri sementara Rachel melanjutkan eksperimen memasaknya.
..........
"Hemmm ini sangat lezat, sunggu kau sangat hebat sayang" Gide yang merasakan masakan sang istri sangat takjub.
"Apa sudah mirip dengan masakan mama Maya?" ia yang tau bahwa Gide sangat mengidolakan masakan sang mama bertanya.
"Syukurlah" Rachel merasa senang karena bisa menduplikasi resep masakan dari sang ibu mertua.
"Ngomong-ngomong kau belajar dari mana?" Gide yang sangat paham bahwa sang istri sangat jarang terjun ke dapur bertanya.
"Tentu saja dari mama mertuaku tersayang" jawabnya sambil menyuapkan sesendok makanan ke dalam mulut suaminya.
"Jadi kau belajar dari mama?" tanya Gide dengan kondisi mulut yang penuh dengan makanan.
"He em" sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang, aku sangat bahagia kau mau belajar masakan kesukaanku dari mama" Gide berbinar-binar.
"Makan dulu kak, jangan sambil bicara, nanti kau tersedak" Rachel memperingatkan Gide sambil mengelap sisa makanan yang ada di bibir sang suami.
"Oke istriku sayang" Gide yang sangat bahagia dan berbunga-bunga kini hanya ingin menikmati momen romantisnya yang sedang disuapi oleh sang istri dengan penuh rasa syukur. Meskipun belum ada kata cinta yang keluar dari mulut sang istri untuknya, namun dengan segala perubahan sikap yang terjadi selama beberapa hari belakangan ini sudah membuktikan kalau Rachel kini sudah menjadi miliknya.
..........
"Ahhhhhhh kakkkkkkk" Rachel terpekik saat tubuhnya melayang.
"Aku ingin menikmati hidangan penutupnya dengan segera" katanya sambil berjalan menaiki tangga.
Tanpa menunggu lama, setelah mereka menyelesaikan makan malam dan membereskan sisa piring kotornya, Gide pun langsung menggendong sang istri menuju ke dalam kamar.
"Kak emmmmhhhhhh" Rachel bergelinjang ketika Gide yang dengan tidak sabarnya langsung menusupkan tangannya ke bagian terkenyal.
"Sayang aku sangat merindukanmu, sepanjang hari yang aku pikirkan hanya dirimu saja" kata pria yang sedang dimabuk kepayang itu sambil berusaha melepas semua atribut yang masih menepel pada tubuh sang istri.
"Ahhhhh issssssshhhh kakkkkk" Rachel yang diserang habis-habisan oleh sang suami hanya bisa pasrah tanpa berniat melawan sedikit pun. Ia begitu menikmati setuhan sang suami di setiap inci kulit tubuhnya.
"Sayang kau sangat seksi, aku sangat tergila-gila padamu" mata Gide sudah tertutup oleh kabut asmara.
"Kakkkk" Rachel merasakan sensasi geli yang luar biasa ketika sang suami turun mengecupi tubuhnya hingga bagian terbawah dan bermain-main disana dengan begitu lincahnya.
"Ahhhhhhh" Rachel meremas rambut sang suami dan menekan kepalanya lebih dalam saat Gide sedang sibuk bermain dibagian bawah.
__ADS_1
"Aku sangat menginginkanmu sayang" Gide pun kemudian memasuki Rachel dengan sekali hentakan.
Dengan penuh kelembutan Gide bergerak mengikuti nalurinya sebagai seorang pria. Sementara sang istri yang terhimpit dibagian bawah tubuhnya hanya bisa pasrah dengan lenguhan-lenguhan yang keluar dari mulutnya, bersamaan dengan getaran-getaran yang terjadi akibat hentakan dari sang suami. Malam panjang itu mereka lalui dengan pertempuran panas yang entah terjadi berapa kali, hingga akhirnya mereka sama-sama kelelahan dan terlelap dengan saling berpelukan erat.