
Rachel yang sangat kesal dengan kedekatan Gide dan sekertarisnya saat makan siang di mall tadi memilih untuk mendiamkan Gide sepanjang malam di rumah mereka.
"Hai Rach" Gide menyapa Rachel saat ia baru pulang dari kantor, sementara yang disapa hanya diam seribu bahasa sambil sibuk memainkan ponselnya.
"Kau sedang apa?" Gide yang belum sadar kalau sang istri sedang kesal kemudian duduk mensejajarkan diri di sofa ruang keluarga, namun Rachel tetap tak bergeming dan pura-pura sibuk dengan ponselnya.
"Aku mandi dulu ya" Gide yang masih juga belum sadar kalau sang istri sedang mogok bicara langsung beranjak menuju kamar.
Hampir stengah jam Gide membersihkan diri sebelum akhirnya keluar dari kamar mandi.
"Loh kok kau sudah tidur? memangnya tidak mau makan malam dulu?" Gide yang melihat sang istri sudah bergelung di balik selimut kemudian duduk di samping tempat tidur.
"Rach?" ia akhirnya tersadar jika sang istri sejak tadi tidak menjawab semua perkataannya sama sekali.
__ADS_1
"Ada apa? kenapa kau diam saja? apa kau sedang sakit?" Gide meletakkan telapak tangannya di kening Rachel, namun wanita itu menepisnya.
"Rach kau kenapa?" tanya Gide sambil berusaha meraba pipi mulus sang istri.
"Jangan sentuh aku!" Rachel langsung berdiri dan menjauh dari tempat tidur.
"Ada apa? apa kau marah padaku?" Gide tetap berusaha mendekati Rachel.
"Tidak!" jawabnya dengan sangat ketus sambil memunggungi suaminya.
"Lepaskan aku, kalau mau peluk saja sekertaris kakak yang cantik dan seksi itu!" Rachel berusaha mengurai pelukan suaminya dengan sekuat tenaganya namun ia kalah karena tenaga Gide jauh lebih besar darinya.
"Jadi ceritanya kau sedang cemburu?" Gide tergelak melihat kemarahan sang istri karena cemburu dengan Putri.
__ADS_1
"Siapa bilang? aku tidak cemburu, aku hanya sedang kesal karena kakak selingkuh tidak melihat tempat! seharusnya kakak cari hotel dan bermain di dalam kamar, atau setidaknya kalau memang ingin mengumbar kemesraan didepan umum, lakukanlah ditempat yang jauh dari jangkauan keluarga kita, jangan makan di mall Anderson seperti tadi siang dan kepergok bermesraan dengan wanita lain sama kak Gaby dan juga Sera!" Rachel tetap berusaha melepaskan diri.
"Hey Rach, lihat aku, tatap mataku" Gide memutar tubuh sang istri agar menghadap ke arahnya.
"Apa ini karena aku sering bersama dengan Putri belakangan ini? Dengarkan aku, aku tidak pernah selingkuh, aku dan Putri hanya bekerja saja, kami sedang membahas proyek penting dan itu semua kami lakukan dengan profesional" Gide meraih pinggang Rachel dengan erat.
"Lagi pula saat ini fokusku adalah hanya untuk kau dan anak kita, jadi aku tidak pernah berfikir untuk hal lain, apalagi sampai berselingkuh" ia berkata sambil merapikan anak rambut yang berantakan di wajah cantik sang istri.
"Bohong!" Rachel tidak percaya.
"Untuk apa aku berbohong? lagi pula aku sudah punya istri yang sangat cantik dan imut, ya meskipun saat ini ia belum mencintai aku dan juga anakku, tapi setidaknya untuk sekarang aku bisa bersama dengannya dan melihatnya tersenyum setiap hari saja itu sudah lebih dari cukup!" Gide kemudian menggeser sentuhannya ke arah bibir imut milik Rachel.
"Percayalah padaku, aku tidak akan berselingkuh sampai kapan pun, hanya ada satu nama disini" Gide menarik tangan Rachel dan menempelkannya di dadanya.
__ADS_1
Setelah melihat bahwa Rachel tidak lagi emosi, maka Gide pun mengambil kesempatan untuk mencium bibir manis yang sudah membuatnya kecanduan. Mereka berpagut cukup lama dan begitu dalam hingga keduanya kehabisan nafas.