
"Kak, ada apa memanggil kami ke sini?" Rafael bertanya kepada Dimas dengan raut wajah cemas.
"Apa kalian sudah menjalan misi dari Dad Ron dan juga duo Grandma?" Dimas menatap kedua adik iparnya secara bergantian.
"Be belum kak, kami sejujurnya sangat bingung harus berbuat apa" Richard gugup.
Meskipun Dimas hanyalah menantu di keluarga Anderson, namun kharismanya sebagai seorang kakak tertua mampu membuat dua pria muda ini merasa gentar bila berhadapan dengannya.
"Oke, kalau begitu bagaimana kalau kami bantu?" Dimas memberikan penawaran.
"Benarkah? kakak sungguh-sungguh ingin membantu kami menjalankan misi ini?" Richard berseri-seri.
"Tentu saja!" Dimas mengangguk.
"Tunggu, tunggu, tunggu, misi apa sih yang sebenarnya kalian bicarakan?" Gide yang belum tau rencana Dad Ron dan Duo Grandma yang ingin membuat dirinya dan Rachel saling jatuh cinta merasa bingung dengan percakapan yang sedang dilakukan.
"Jadi gini, waktu kau mengantar Rachel pulang setelah kita menceritakan kejadian di villa kepada uncle Ron, Ayah Mike dan om George, kemudian uncle Ron memberi mereka hukuman yaitu 'membuat kalian berdua saling jatuh cinta' entah bagaimana pun caranya. Nah setelah itu, saat kalian berada di rumah sakit karena Rachel pingsan di kampus, duo grandma yang mendengar cerita tentang hukuman dari uncle Ron pun menjadi setuju. Alhasil mereka berdua hanya akan dimaafkan oleh seluruh keluarga besar jika misi 'menyatukan kalian dalam ikatan cinta' itu berhasil!" Dimas menjelaskan panjang lebar.
"Jadi sesungguhnya semua orang berharap kami benar-benar bisa saling jatuh cinta?" Gide tidak menyangka bahwa seluruh keluarga besar Anderson mendukung cintanya terhadap Rachel.
__ADS_1
"Tentu saja! makanya tadi Dimas memberi usul untuk mengajak mereka berdua agar bisa membantumu menakhlukkan hati Rachel!" Gamal mengangguk.
"Kenapa kalian tidak cerita dari awal sih tentang hukuman ini? kalau tau begini kan aku tidak perlu galau seorang diri!" Gide protes karena merasa dibohongi.
"Loh kok kau protes? bagaimana kami mau cerita kalau kau saja masih galau dengan perasaanmu sendiri!?" Gamal menyanggah protes sang adik.
"Ck" Gide yang tidak bisa membantah lagi hanya bisa berdecak.
"Sudah-sudah, sekarang lebih baik kita atur strategi saja" Dimas melerai perdebatan kedua kakak adik itu.
"Ngomong-ngomong, memangnya kak Gide sudah jatuh cinta sama Rachel ya?" Rafael yang penasaran bertanya kepada Gide.
"Menurutmu?" Gide malah bertanya balik kepada Rafael.
"Hey, kau jangan besar kepala, Gide itu tidak meminta bantuanmu, justru kaulah yang sebenarnya ditolong oleh Gide, karena dengan begini artinya tugas kalian jadi bertambah ringan, kalian hanya perlu membuat Rachel jatuh cinta sama Gide saja, tanpa perlu repot-repot merubah hati Gide juga!" Gamal mematahkan perkataan Rafael.
"Hemmm iya juga ya" Rafael manggut-manggut.
"Kak Gide terima kasih ya karena kau sudah mau mencintai saudara kembarku, aku janji akan membuat Rachel jatuh cinta padamu bagaimanapun caranya!" Rachel yang menyadari bahwa hukumannya sudah semakin ringan merasa sangat bahagia.
__ADS_1
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" Rafael bertanya kepada seluruh saudara laki-lakinya.
"Buat Rachel cemburu!" Gamal memberi usul.
"Caranya?" Richard yang masih lugu tidak tau bagaimana caranya.
"Kalian carilah seorang gadis muda nan cantik yang bisa diajak kerjasama untuk berpura-pura menjadi teman kencan Gide dan buatlah Rachel cemburu dengan kedekatan mereka berdua!" Gamal menjelaskan rencananya.
"Hemmmm siapa ya kira-kira yang cocok?" Rafael berpikir keras.
"Ahhhh bagaimana kalau salah satu pegawai di kantor pusat saja? kita cari yang paling muda dan masih lajang. Bukankah sangat beralasan jika kak Gide dan pegawainya sering pergi berdua ke luar kantor?" Richard memberi usul.
"Ide yang cukup bagus!" Rafael manggut-manggut.
"Apa kakak punya usulan nama?" Richard bertanya pada Dimas.
"Hemmmm siapa ya?" Dimas memutar otaknya.
"Putri, ya Putri, dia itu kan masih muda, lajang dan pekerjaannya sebagai sekertaris pun sangat berhubungan erat dengan pekerjaan yang dilakukan oleh Gide!" Gamal memberi usul salah satu sekertaris yang bekerja untuk para dewan direksi.
__ADS_1
"Oke, kalau begitu aku akan mencoba membujuk kak Putri agar mau membantu kita" Rafael bersungguh-sungguh ingin menebus segala kesalahannya dengan menyatukan Gide dan rachel.
Mereka pun kemudian menyusun semua rencana 'perselingkuhan' Gide dengan sangat detail.