Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Posesif


__ADS_3

Setelah saling menyatakan perasaan cinta masing-masing, kini kehidupan rumah tangga Rachel dan Gide layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Orientasi Rachel yang awalnya berpaku pada diri sendiri dengan segala cita-citanya sebagai seorang dancer, kini lebih terfokus kepada sang suami dan anaknya yang masih di dalam kandungan. Usia kandungan Rachel yang sudah berjalan lebih dari empat bulan pun terlihat semakin membuncit.


Gide yang selalu membujuknya agar memaafkan duo R pun akhirnya dapat membuat Rachel luluh. Meskipun awalnya kesal dengan ulah kedua pria tampan itu, namun pada akhirnya Rachel harus mengakui bahwa mereka berdualah yang sangat berjasa terhadap kisah cintanya dengan Gide. Tanpa jebakan nyasar itu, mungkin saja saat ini dirinya tidak akan bisa menemukan tujuan hidupnya berumah tangga bersama sang suami dan calon bayi mereka. Mungkin ia masih menjadi seorang gadis muda yang tidak memiliki arah hidup yang benar dan hanya berkutat kepada kesenangan semunya belaka.


"Nanti aku pulang agak malam ya sayang, karena aku harus survey lokasi proyek baru dengan timku" Gide memeluk pinggang sang istri yang sudah mulai melebar itu.


"Jam berapa?" tanya Rachel sambil merapikan dasi sang suami.


"Mungkin jam delapan atau sembilan malam" jawab Gide sambil menggerayangi punggung sang istri.


"Ck, malam sekali sih, kita tidak jadi malam mingguan dong?" Rachel protes sambil mengerucutkan bibirnya.


"Atau kau mau ikut saja biar kita bisa terus bersama sepanjang hari?" Gide memberikan usul.


"Tidak mau ah, buat apa aku ikut? nanti aku mati gaya lagi kalau kau dan yang lain sedang sibuk bekerja" Rachel menggelengkan kepalanya.


"Kau kan bisa memberi aku semangat dalam bekerja, kan kalau ada ratuku ini disampingku, aku jadi merasa seperti berenergi terus" Gide mengendusi leher istrinya.


"Tapi aku kan harus kuliah tambahan!" Rachel mengingatkan sang suami.


"Bagaimana kalau kau bolos kuliah sehari saja? lagi pula ini kan weekend seharusnya kuliahmu kan libur!" sambil meremas bagian terkenyal.


"Jangan mulai lagi deh" Rachel mendorong suaminya agar menjauh.


"Sedikit saja" Gide malah semakin menjadi-jadi.


"Sayang sudah siang, nanti kita bisa terlambat loh" Rachel mengingatkan.


"Huhhhh baiklah, kalau begitu ayo kita berangkat" katanya kepada sang istri.


Mereka berdua pun kemudian masuk ke dalam mobil dan berangkat meninggalkan rumah mewahnya.


..........


"Yang semangat ya sayang nanti kerjanya" Rachel memastikan pakaian suaminya sudah sempurna sebelum ia keluar dari dalam mobil saat mereka sudah tiba di halaman kampusnya Rachel.


"He em" angguk Gide.

__ADS_1


"Anak papa jangan nakal ya, nurut sama mama oke?" kemudian Gide mengelus perut sang istri yang sekarang ini menjadi bagian favoritnya.


"Iya papa" Rachel menirukan suara anak kecil.


"Ya sudah aku masuk dulu ya, hati-hati di jalan ya sayang" Rachel hendak membuka pintu mobilnya.


"Sayang, kau lupa sesuatu" kata Gide mengingatkan.


"Apa?" tanya Rachel karena ia merasa sudah membawa semua yang dia butuhkan.


"Ini" jawabnya sambil memajukan bibir.


"Ck, kau ini dasar manja" kata Rachel dengan gemas saat melihat sang suami memintanya mencium. Namun demikian Rachel tetap memberikan apa yang Gide minta.


"I love you mama" kata Gide setelah ia mendapatkan ciuman panasnya.


"I love you too papa" jawab Rachel sebelum akhirnya ia benar-benar bisa keluar dari mobil sang suami.


..........


"Hai Rach, apa kabar?" Jonathan menyapa Rachel yang baru saja turun dari mobil sang suami.


Meskipun cintanya tidak terbalas karena Rachel sudah memiliki suami dan sedang hamil, namun perasaan Jonathan pada Rachel tidak pernah berubah. Bahkan cintanya semakin besar saat ia melihat perubahan pada tubuh Rachel yang terlihat lebih seksi saat hamil.


"Kau hari ini kuliah sampai jam berapa?" tanya Jonathan kepada Rachel.


"Sampai jam sebelas saja kak, karena dosen yang jam siangnya hanya memberi tugas menulis makalah saja" jawab Rachel.


"Habis itu kau mau kemana lagi?" tanya Jonathan dengan cepat.


"Sepertinya aku akan langsung pulang kak" semenjak hatinya terbuka untuk Gide, Rachel memang cukup banyak berubah, ia yang dulunya senang bermain dengan teman-teman geng menarinya, kini lebih senang menghabiskan waktunya di rumah sambil mengajak anaknya yang masih di dalam perut mengobrol.


"Bagaimana jika sebelum pulang kita makan siang dulu?" ajak Jonathan.


"Makan siang?" Rachel bingung harus menjawab apa. Disatu sisi ia sangat menghargai Jonathan sebagai kakak kelasnya, namun disisi lain ia yang sangat mencintai suaminya merasa risih dengan sikap Jonathan yang begitu gencar mendekatinya, bahkan ketika Jonathan sudah tau kalau Rachel telah bersuami dan akan segera memiliki anak.


"Iya, hanya makan siang kok" Jonathan mengangguk.

__ADS_1


"Maaf kak, tapi aku tidak bisa" Rachel akhirnya menolak.


"Tapi kenapa? kan hanya makan siang saja!" Jonathan yang sudah berkali-kali ditolak oleh Rachel merasa sangat tersinggung.


"Kak, aku sudah bersuami dan sebentar lagi aku akan memiliki anak, jadi tidak pantas rasanya jika kita makan hanya berdua saja tanpa tujuan yang jelas" Rachel memberi pengertian.


"Tapi aku kan hanya berniat mengajakmu makan saja, tidak lebih!" Jonathan emosi.


"Aku sangat menghargai niat baik kakak, tapi sekali lagi aku minta maaf karena aku harus menjaga perasaan suamiku dan keluargaku kak, permisi" Rachel memilih untuk berjalan cepat menuju kelasnya yang ada di lantai dua.


"Rach tunggu, aku belum selesai" Jonathan menarik tangan Rachel.


"Kak jangan begini, tidak pantas jika dilihat oleh orang lain" Rachel berusaha melepaskan tangan Jonathan yang menariknya karena kini mereka jadi bahan tontonan mahasiswa lain yang berada disekitarnya.


"Kenapa sih kau selalu menolakku? apa yang kurang dariku? aku juga bisa seperti suamimu! aku bisa memberikan apa yang dia berikan kepadamu Rach!" Jonathan sudah tidak tahan memendam perasaannya lagi.


"Kak apa yang kakak bicarakan?" Rachel terkejut mendengar perkataan Jonathan.


"Aku mencintaimu Rach, aku ingin kau menjadi milikku selamanya!" Jonathan berusaha memeluk Rachel dengan segala luapan emosinya.


"Kak, aku sudah menikah, aku sudah punya suami dan sebentar lagi akan punya anak!" Rachel melawan sambil memberontak dari pelukan Jonathan.


"Aku tidak peduli, yang aku mau kau menjadi milikku selamanya!" kata Jonathan seperti seseorang yang kerasukan setan.


"Lepaskan aku kak!" Rachel mendorong Jonathan dengan sekuat tenaganya kemudian berlari ke arah lantai dua.


"Rachel, kalau aku tidak bisa memilikimu, maka tidak ada seorang pun yang berhak memilikimu!" Jonathan mengejar Rachel yang sudah berada ditengah tangga dan menariknya dalam pekukannya.


"Kak jangan begini, ahhhhhhhhh" Rachel yang meronta-ronta akhirnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari atas tangga.


"Rachellllllll" Jonathan berteriak saat melihat wanita yang dicintainya terjatuh dari atas tangga dan tidak sadarkan diri.


....................


Halo semua, terima kasih ya untuk semua yang sudah memberikan vote, like, komen, hadiah dan juga favorit. Rosi sangat bahagia karena merasa sangat dicintai oleh para sahabat..


Bagi yang penasaran dengan kelanjutan nasib Rachel, silahkan simak kisah berikutnya ya.. jangan lupa dukung terus karya Rosi agar semakin berkembang dan semangat dalam menulis...

__ADS_1


Happy reading all...


__ADS_2