
Setelah acara resepsi pernikahan berakhir, Sera dan Gamal pun langsung berpamitan untuk berbulan madu. Mereka kemudian melajukan mobilnya menunju ke sebuah villa tepi pantai yang berada di pinggiran ibukota. Mereka sengaja memilih tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah agar akses transportasi dan jarak tempuhnya lebih dekat dari rumah.
"Selamat datang tuan, nyonya" dua pelayan memberi salam.
"Terima kasih" Sera tersenyum ramah kepada para pelayan itu.
"Tolong bantu keluarkan barang-barang kami di bagasi mobil ya" Gamal menyerahkan kunci mobilnya kepada pelayan laki-laki.
"Baik tuan" sang pelayan menerima kunci mobilnya dengan sopan.
"Ayo sayang" Gamal menggiring Sera ke bagian belakang villa yang langsung menghadap ke arah laut.
"Wahhhh, keren sekali" Sera yang baru pertama kali datang merasa takjub.
"Apa kau menyukainya?" Gamal memeluk pinggang Sera dari belakang.
"He em, aku senang sekali" Sera juga membalas memeluk tangan Gamal yang melingkari tubuhnya itu.
"Apa kau mau bermain air? mumpung masih sore!" Gamal meletakkan dagunya di bahu Sera.
"Tentu saja" Sera mengangguk semangat.
"Ayo kalau begitu kita ganti baju dulu" Gamal menarik Sera untuk masuk ke kamar mereka.
"Maaf tuan, nyonya, sepertinya barang-barang anda berdua tertinggal, karena bagasi kosong sama sekali tidak ada apapun" sang pelayan melapor saat Gamal dan Sera hendak naik ke lantai dua.
"Astagaaaa, sayang koper kita sepertinya masih ada di kamar hotelku deh, duhhh lalu bagaimana nih sekarang?" Sera langsung terserang rasa panik.
__ADS_1
"Sudah tenang saja, biar aku suruh Gide yang antar ke sini" Gamal menenangkan sang istri yang panik.
"Maaf ya, aku benar-benar lupa" Sera merasa bersalah.
"Jangan menyalahkan dirimu, ini juga salahku, saking semangatnya ingin berbulan madu sampai lupa segalanya" Gamal mengerlingkan matanya agar sang istri merasa lebih tenang.
"Apakah ada yang bisa saya lakukan tuan, nyonya?" sang pelayan yang masih berdiri di dekat mereka bertanya untuk menawarkan bantuan.
"Ah tidak perlu, pastikan saja makan malam siap pada waktunya, setelah itu kalian bisa meninggalkan villa dan kembali lagi besok pagi untuk menyiapkan sarapan kami!" Gamal memastikan bahwa malam pengantinnya di villa tidak terganggu oleh siapapun.
"Baik kalau begitu saya permisi dulu ke dapur" sang pelayan menunduk dengan hormat sebelum meninggalkan mereka menuju dapur.
"Ayo sayang" Gamal kemudian mengajak Sera berjalan ke dalam kamar mereka di lantai dua.
..........
Sementara di hotel tempat resepsi pernikahan digelar,
"Iya, aku sedang bersiap-siap pulang ke rumah" jawab Gide.
"Bisakah kau bawakan koper kami ke villa? ada di kamar hotel Sera, kami lupa membawanya tadi" Gamal meminta tolong sang adik.
"Ck, kau ini merepotkan saja!" Gide yang sudah bersiap-siap check out dari hotel, terpaksa harus mencari koper sang kakak yang tertinggal.
"Ayolah, kami tidak ada baju sama sekali" Gamal membujuk.
"Iya, iya, baiklah" Gide kemudian menutup ponselnya dan segera menuju ke kamar pengantin.
__ADS_1
Ceklek,
Gide masuk ke kamar pengantin yang tadi pagi digunakan oleh Sera untuk berdandan.
"Mana? sudah kosong dan rapi!" Gide menggeledah seluruh ruangan.
"Mungkin ada di resepsionis" kemudian Gide keluar kamar.
"Loh kak Gide sedang apa di sini?" Rachel yang kamarnya berada tepat di depan kamar Sera bingung.
"Oh hai Rach, ini Gamal memintaku mencarikan koper mereka yang tertinggal di kamar hotel dan minta diantarkan ke villa" Gide menjelaskan.
"Kebetulan sekali, ini ada sama aku kak, tadi pelayan kamar mengantarkannya ke kamarku, aku juga sedang berencana mengantarkannya ke villa" Rachel menunjuk sebuah koper besar yang sedang ia dorong.
"Sini biar aku bantu bawakan, kalau begitu ayo kita jalan ke villa bersama-sama biar ada teman ngobrol di jalan" Gide mengajak Rachel.
"Boleh, kebetulan aku juga sebenarnya sedang malas menyetir mobil sendiri hehehe" Rachel berkata dengan polosnya.
"Oya, itu bunga yang tadi kau dapat ya?" Gide menunjuk buket yang dibawa oleh Rachel.
"Astaga iya benar, aku sampai lupa membuangnya karena sudah terlalu fokus sama koper milik Sera" Rachel menepuk jidatnya.
"Loh kok dibuang? kan itu sangat cantik!" Gide heran dengan Rachel.
"Kakak mau? nih simpan saja, aku tidak suka bunga" Rachel kemudian menyerahkan buket bunganya ke tangan Gide tanpa merasa berdosa.
"Loh, kok aku? aku kan laki-laki!" Gide gelagepan menerima bunga dari Rachel.
__ADS_1
"Kalau kakak tidak suka buang saja atau kasih ke seseorang yang menyukainya!" Rachel kemudian melenggang berjalan menuju lift, menginggalkan Gide yang masih terheran-heran dengan sikap cuek gadis itu.
Mereka berdua pun akhirnya menuju villa bersama-sama menggunakan mobil milik Gide untuk mengantar koper sang pengantin.