
"Mom, maafkan aku yang sudah lalai menjaga harta berhargaku ini, kau pasti sangat kecewa padaku kan?" Rachel terisak ketika melihat Ayu datang menjenguknya.
"Sayang, jangan bicara seperti itu, ini bukan salahmu, kau hanyalah korban yang tidak tau apa-apa" Ayu memeluk sang putri dengan penuh kasih sayang untuk menenangkannya.
"Mama, Aunty, maafkan aku yang tidak bisa menjaga Rachel dengan baik, aku tidak bisa mengedalikan diriku malam itu" Gide berlutut sambil terisak didepan Maya dan Ayu.
"Bangunlah nak" Maya menarik Gide agar berdiri.
"Kalian berdua tidak perlu merasa bersalah, sekarang yang paling penting adalah bagaimana caranya agar semua masalah ini bisa teratasi dengan segera!" Ron yang melihat adegan menyayat hati itu berusaha menetralisir suasananya agar lebih kondusif.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa Rachel dan Gide hanyalah korban, mereka tidak bisa disalahkan karena melakukannya dalam kondisi dibawah sadar akibat obat yang dicampurkan oleh Rafael dan Richard di makanan yang tersaji di meja makan.
"Ron benar, sekarang jalan terbaik adalah menikahkan mereka berdua sebelum perut Rachel semakin membesar" Mike kemudian memberi usulnya.
"George, bagaimana menurutmu?" Ron bertanya kepada sahabatnya yang sekarang sudah akan menjadi besannya.
"Aku setuju saja, apapun yang terbaik bagi Rachel, Gide dan calon anak mereka, pasti aku dukung" George mengangguk.
__ADS_1
"Kalau begitu kita pakai jasa WO yang menangani pernikahanku dan Sera saja lagi. Aku rasa mereka cukup profesional kok untuk mempersiapkan acaranya dalam waktu yang singkat" Gaby memberi usul.
"Benar, kita hanya perlu tentukan tanggalnya saja" Dimas mendukung usul sang istri.
"Bagaimana kalau dua minggu lagi? aku rasa waktu dua minggu cukup untuk persiapan pernikahan!" Gaby yang sudah cukup berpengalaman mempersiapkan pernikahan dirinya sendiri dan juga pernikahan Sera mencoba memperhitungkan waktunya.
"Setuju, dua minggu dari sekarang bisa kita gunakan untuk persiapan, sekaligus menunggu kesehatan Rachel agar lebih baik lagi" Ron setuju dengan usul Gaby.
"Kalau begitu aku serahkan semuanya kepadamu ya Gaby, buatlah konsep seperti pernikahan Sera kemarin" Ron kemudian memberi amanat kepada sang keponakan.
Sementara para nyonya Anderson hanya bisa pasrah, mereka masih terlalu syok untuk mencerna semua rencana yang sedang dipersiapkan. Rachel dan Gide pun tidak bisa menolak rencana tersebut, karena sejak awal mereka memang sudah diberikan gambaran terburuk jika pada akhirnya Rachel hamil, maka pernikahan adalah jalan terbaik yang harus mereka tempuh. Kini Rachel hanya bisa terus menangis meratapi nasibnya yang buruk tersebut.
..........
"Kalian semua pulang saja, biar aku yang menjaga Rachel disini" Gide menatap semua anggota keluarga Anderson secara bergantian.
"Kami pulang ya" Gaby dan Dimas berpamitan kepada Rachel.
__ADS_1
"Cepat sembuh ya sayangku" Sera memeluk sepupu kesayangannya itu sebelum pulang bersama Gamal.
"Ayo mom kita pulang" Ron mengajak Ayu.
"Tapi aku ingin menjaga Rachel disini" Ayu tidak mau pulang.
"Disini sudah ada Gide yang menjaga, lagi pula tadi kan kau hampir pingsan, jadi kau harus banyak istirahat" Ron memberi pengertian kepada sang istri.
"Tapi aku," Ayu masih keras kepala.
"Disini sudah ada Gide, jadi kau tidak perlu cemas, toh sebentar lagi mereka akan menikah, jadi sudah sewajarnya Gide mulai belajar bertanggung jawab kepada calon istri dan anaknya" Mike mendukung perkataan Ron.
"Ayo kita semua pulang, biar Rachel bisa beristirahat dan cepat pulih" George kemudian merangkul bahu Maya agar wanita itu beranjak dari tempatnya.
Meskipun dengan berat hati, akhirnya Ayu, Maya dan Ananda pun pulang bersama suami masing-masing.
"Oya, besok sore kita semua kumpul di rumah utama ya, duo grandma harus segera dikabari supaya tidak marah-marah" Mike berpesan sebelum akhirnya mereka semua berpisah menuju lapangan parkir untuk masuk ke dalam mobil masing-masing, meninggalkan Rachel dan Gide di ruang rawat.
__ADS_1