
"Bagaimana tadi surveynya?" Gide bertanya kepada Rachel yang baru saja sampai saat ia sedang duduk santai di ruang keluarga rumah Mike bersama dengan Gaby dan Dimas sambil membahas bagaimana Gamal merasa Cemburu kepada Luke yang menjadi pacar baru Sera.
"Bagus, aku suka" Rachel mengangguk sambil tersenyum bahagia.
"Kau dari mana sih?" Gaby penasaran.
"Aku habis survey kampus kak" Rachel menghempaskan dirinya ke sofa yang sangat empuk untuk melepas lelah.
"Jadi kau ambil jurusan apa?" Dimas ikut penasaran setelah mendengar cerita dari Gaby kalau Ayu dan Rachel selalu adu argumen tentang rencana perkuliahan gadis itu.
"Kedokteran hewan kak" Rachel menunjukkan brosurnya ke arah Dimas.
"Jadi kau setuju untuk berkuliah di sana?" Gide menatap gadis remaja yang kini sudah mulai bertumbuh dewasa itu.
"He em, aku jadi semakin yakin kalau pilihan itu sangat tepat" Rachel akhirnya memilih untuk menjadi seorang dokter hewan karena ia sangat suka memelihara hewan.
"Syukurlah kalau kau suka" Gide tersenyum.
"Makasih ya kak, aku sangat menyayangimu kakakku yang paling tampan" Rachel memeluk Gide secara spontan.
__ADS_1
"Sama-sama adik kecil yang manja" Gide membalas pelukan Rachel.
"Kau tidak jadi ambil kuliah seni tari lagi?" Gaby menggoda Rachel.
"Kak jangan memancing di air keruh deh, nanti kalau mom dengar bisa pecah perang dunia lagi!" kata Rachel sambil memajukan bibirnya dengan imut, membuat semua tergelak melihat reaksinya.
"Oya, sebagai tanda terima kasihku, bagaimana kalau kakak aku traktir makan?" Rachel menawarkan ungkapan terima kasihnya kepada Gide.
"Hemmmm, kenapa hanya makan?" Gide menyunggingkan senyum jahilnya.
"Lalu kakak mau apa lagi?" Rachel terkejut.
"Hah? memangnya kakak ingin apa saja?" Rachel penasaran.
"Aku ingin beli baju, sepatu, tas, ponsel, laptop, dan beberapa keperluan kantor yang lain!" Gide semakin menggoda Rachel.
"Lah kok jadi banyak banget maunya?" Rachel ternganga ketika Gide menyebut semua hal tersebut sebagai imbalannya.
"Ya wajar dong, kan aku sudah membantumu menyelesaikan masalah hidupmu di masa depan, coba kalau aku tidak membantu, pasti kau sampai sekarang belum tau harus kuliah di manakan?" Gide mengingatkan Rachel.
__ADS_1
"Iya sih, tapi kan aku tidak punya banyak uang untuk membeli semua barang-barang yang tadi kakak sebutkan, aku kan belum bekerja kak!" Rachel berkata apa adanya.
"Ya sudah kalau begitu traktir aku nonton di bioskop saja, tapi film horor ya" Gide yang tau kalau Rachel tidak suka nonton film horor malah sengaja memancing reaksinya.
"Duhhhh kenapa sih imbalannya merepotkan sekali!" Rachel memajukan bibirnya lagi.
"Loh merepotkan bagaimana? kan aku hanya memintamu mentraktir makan dan nonton, itu sudah paling mudah dan murah loh" kata Gide sok lugu.
"Tapi kenapa mesti nonton film horor?" Rachel protes.
"Ya karena aku suka" jawab Gide asal lagi.
"Ya sudah iya, nanti aku traktir makan dan nonton deh" Rachel yang cukup tau berterima kasih akhirnya menyetujui permintaan Gide walau pun sesungguhnya ia tidak suka genre horor.
"Nah gitu dongggg" Gide mengacak-acak rambut Rachel.
"Kak Gide ihhhh!" Rachel selalu sebal jika Gide merusak tatanan rambutnya.
"Hahahahaha" Gide tertawa renyah melihat gadis itu kesal, membuat Gaby dan Dimas yang sedang berada didekatnya menjadi sangat heran dan saling pandang melihat bagaimana Gide sangat ekspresif, tidak seperti biasanya yang jarang tertawa lepas kepada para gadis yang ditemuinya.
__ADS_1