Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Asumsi


__ADS_3

"Kalian sudah pulang?" Gaby menyambut Dimas yang baru saja pulang dari kantor bersama Gamal dan Gide.


"Iya ma" Dimas meraih pinggang sang istri dan mengecup bibirnya dengan mesra di depan dua pria itu.


"Ck, dasar bucin" Gamal berdecak kesal karena dirinya iri melihat kedua kakak iparnya sangat mesra, sementara ia tidak bisa melakukan hal yang sama karena Sera masih ada jam kuliah di kampusnya.


"Kalau iri bilang bos, panggil sana istrinya biar bisa juga kayak begini" Dimas malah semakin membuat iri.


"Papaaaaa" Diva berteriak menyambut papanya yang baru tiba.


"Anak cantik papa" Dimas langsung menggendong Diva dan mengecup pipi gembul gadis ciliknya itu.


"Halo anak cantik" Gamal menyapa Diva.


"Halo uncle Gamal" Diva menjawab sambil melambaikan tangannya.


"Bagaimana kabarmu?" Gide mencubit pipi Diva dengan gemas.


"Baik uncle Gide" Diva berbicara dengan sopan.


"Oya dimana kakakmu?" tanya Dimas kepada Diva.


"Ada di ruang bermain pa" Diva menunjuk pintu kearah ruang bermain mereka.

__ADS_1


"Ohhh baiklah, kalau begitu Diva bermain sama kakak dulu ya, papa dan uncle mau ngobrol sebentar, oke?" Dimas menurunkan Diva dari gendongannya.


"Oke" Diva kemudian berjalan kembali ke ruang bermain.


"Ini, pasti kalian pada kelaparan kan?" Gaby menghidangkan kudapan hangat hasil karyanya kepada tiga pria tampan itu.


"Wahhh kakak iparku memang chef yang paling hebat" Gamal langsung memakannya tanpa basa-basi.


"Kau tidak makan?" Gaby menatap Gide yang terlihat sangat resah.


"Tidak, aku tidak lapar" Gide menjawab asal.


"Jangan terlalu cemas, semua pasti akan baik-baik saja" Gaby yang paham akan kegalauan sang sahabat kemudian menenangkannya.


"Kemarin saat kami para wanita berkumpul, aku dan Sera bertanya kepadanya apakah dia sudah datang bulan atau belum, dan katanya belum karena memang belum periodenya, tapi kalau aku lihat dari gelagatnya dia memang seperti seorang wanita yang sedang hamil muda" Gaby menjelaskan.


"Memang apa saja gejalanya?" Dimas bertanya.


"Dia sudah beberapa hari belakangan ini selalu muntah di pagi hari, namun jika sudah siang menjelang sore sudah agak membaik. Ia juga suka mual jika mencium beberapa aroma makanan yang tidak cocok dengan hidungnya, namun jika bertemu makanan yang menggugah seleranya, ia bisa makan dengan sangat lahap dan sampai habis tak bersisa" kata Gaby menjelaskan.


"Pantas saja saat aku menjemputnya dari fieldtrip dia makan seperti orang yang kerasukan, makannya pun seperti dua kali lipat dari porsinya" Gide mengingat lagi saat mereka makan di restoran padang.


"Eh tapi ini baru asumsiku ya, dia kan belum tes, jadi kita belum bisa memastikan sebelum melihat hasil tesnya" Gaby tidak mau Gide jadi semakin galau.

__ADS_1


"Apa kau bisa membujuknya kembali untuk melakukan tes? aku sungguh sangat penasaran" Gide benar-benar kacau layaknya pria yang ditinggal pergi oleh kekasih yang sangat dicintainya.


"Baiklah, aku akan coba lagi besok, tapi aku tidak bisa janji apa-apa ya, karena kau tau kan Rachel itu sangat keras kepala, mirip seperti Sera" Gaby tau benar watak adiknya itu.


"Iya aku tau, tapi setidaknya aku mohon cobalah sekali lagi untuk membujuknya" Gide memohon pada Gaby.


"Iya jangan khawatir, aku pasti akan membujuknya lagi" Gaby mengangguk.


"Sudah makan dulu nih, jangan sampai kau jadi sakit karena memikirkan ini, kau harus punya tenaga agar bisa menghadapi kemungkinan terburuk nanti" Dimas menepuk bahu Gide.


"Terima kasih ya karena kalian selalu ada untuk membantuku" Gide merasa tidak sendirian.


"Kau itu kan saudaraku, mana mungkin aku diam saja melihat ini semua" Gaby tersenyum untuk menyalurkan energi positifnya.


Meskipun belum ada hasil yang pasti apakah Rachel hamil atau tidak, namun mereka semua sangat yakin dengan asumsi mereka bahwa Rachel benar-benar hamil.


.......................


Halo semua, terima kasih atas kesetiaannya membaca kisah Rachel dan Gide. Mohon bantuannya ya untuk terus support melalui like, komen, hadiah, favorit, share, follow dan vote (mumpung hari senin nih heheheh) supaya Rosi semakin semangat menulis. Karena dengan support itulah Rosi bisa terus belajar lebih giat untuk semakin lebih baik lagi dalam menulis karya-karya baru.


Happy reading all..


Luv Luv..

__ADS_1


__ADS_2