
Setelah bernegosiasi dengan sang grandma di rumah utama, akhirnya mereka semua bisa kembali pulang ke rumah masing-masing setelah makan malam di hari minggu.
"Ahhhh akhirnya sampai di rumah juga, home sweet home" Rachel langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur dengan posisi telentang. Meskipun baru beberapa bulan menempati rumah barunya, namun bagi Rachel saat ini rumah yang mereka tinggali adalah tempat bernaung yang sangat ia rindukan.
"Apa kau senang?" Gide yang melihat sang istri berbaring, langsung ikut merebahkan diri juga disebelahnya.
"Tentu saja, aku sangat merindukan kamar ini" Rachel mengusap-usap sprei dengan jarinya.
"Kalau sama aku rindu tidak?" tanpa aba-aba Gide naik ke atas tubuh sang istri dan menghimpitnya.
"Tidak" jawabnya sambil mengulum senyum nakalnya.
"Benarkah?" pria itu lantas menggigit manja leher sang istri dan mulai meninggalkan jejak cintanya.
"Ahhhhhh sayanggggg" Rachel yang digoda oleh sang suami jadi meremang.
"Jadi kau merindukan aku atau tidak? jawab yang jujur!" Gide semakin menggoda dengan menjilati daun telinga Rachel.
__ADS_1
"Emmppppphhhhh" sensasi geli membuat Rachel tidak bisa berkata-kata sama sekali.
"Karena kau sudah berani berbohong, maka aku akan menghukummu dengan berat" tangan Gide sudah tidak bisa dikondisikan sama sekali, ia dengan lihainya menyusup dibalik dress yang dikenakan sang istri.
"Sayang ahhhhhh" gerakan tangan sang suami di area sensitifnya membuat Rachel bergelinjang dengan hebat.
"Mau minta ampun tidak?" jarinya kini menelusup ke bagian paling inti.
"Sayanggggg ahhhhhh akuuuu tidak tahannnnn ahhhhhhh" letupan dasyat membuat Rachel terbang melayang.
"Itu baru hukuman awal, aku akan pastikan kau menyesal karena telah berbohong padaku" Gide kemudian melucuti semua yang menempel pada tubuh mereka.
"Ahhhhhhhhh" lenguhan kembali lolos saat Gide bermain dengan sangat aktif dibagian bawah. Lidahnya dengan lihai menari-nari, membuat sang istri merasa tergelitik. Setelah meyakini bahwa sang istri sudah sangat siap, maka Gide pun memulai penyatuannya.
"Awwwhhhhhh" dengan sekali hentakan Gide pun menghujam sang istri hingga ujungnya.
"Ahhhhhhhh sayangggggg ahhhhhhhh" Rachel hanya bisa pasrah dibawah himpitan tubuh kekar sang suami. Pompaan demi pompaan yang begitu dasyat di lakukan oleh Gide, membuat sang istri terkulai tak berdaya.
__ADS_1
"Sayang aku sudah tidak tahan lagi, ini sudah ahhhhhhhhhh" Rachel bergetar lagi ketika puncaknya kembali dia alami.
"Ahhhhh sudah hentikan, aku menyerah, aku akan keluar lagi kalau terus begini" bukannya berhenti Gide malah semakin menggila.
"Kita keluarkan bersama ya" bisiknya kepada sang istri.
"Sayanggggggg ahhhhhhhhh" getaran hebat tidak bisa dihindari oleh wanita cantik itu saat sang suami bergerak dengan gaharnya.
"Arggghhhhhhhh" tidak lama kemudian Gide pun menyusul sang istri.
Keduanya terbang melesat ke surga cinta mereka.
"Terima kasih sayang, terima kasih karena kau sudah mau menjadi rumah bagiku, I love you Rachel Anderson" Gide mengecup seluruh bagian wajah sang istri yang sudah tak berdaya.
"I love you too Gideon Harpa Anderson" Rachel berbicara sambil memejamkan matanya karena rasa lelah yang tidak bisa dia hindari.
"Ayo kita tidur, besok pagi kan kita harus beraktivitas kembali" Kata Rachel lagi. Ia tidak mau jika sang suami sampai 'on' kembali. Baginya satu ronde saja sudah sangat melelahkan, apalagi jika Gide minta tambah, bisa jadi mereka baru akan tidur di waktu subuh.
__ADS_1
"He em, ayo tidur" Gide pun kemudian menarik sang istri ke dalam pelukannya dan menyelimuti tubuh polos mereka dengan selimut.