
Seminggu berlalu sejak tragedi malam pengantin di villa tempat bulan madu Sera dan Gamal terjadi. Kini kondisi mental Rachel sudah mulai berangsur pulih meskipun rasa khawatir akan hamil tetap menghantuinya.
"Rachel" panggil Anjali saat hari pertama kuliah dimulai.
"Hai" Rachel melambaikan tangan di depan lobby.
"Kau baru datang juga?" tanya Anjali.
"Iya" Rachel mengangguk.
"Kalau begitu ayo kita masuk ke dalam kelas" Anjali kemudian menggandeng tangan Rachel.
"Ayo" Rachel pun mengangguk.
Perkuliahan di hari pertama berjalan cukup lancar, Rachel yang memang sudah membulatkan tekadnya menjadi dokter hewan sangat bersemangat mengikuti setiap sesi perkuliahan yang dijalankannya berkat arahan dari Gide tempo hari.
"Kita mau kerjakan di mana nih?" Anjali bertanya saat mereka hendak mengerjakan tugas berdua.
"Bagaimana kalau kita ke perpustakaan saja?" usul Rachel.
"Oke, ayo" jawab Anjali.
"Di situ yuk" Rachel menunjuk sudut perpustakaan.
"Yuk" Anjali pun berjalan menuju tempat yang ditunjuk oleh Rachel.
"Jadi kita mulai dari mana ini?" Rachel mulai membuka laptopnya dan mengamati instruksi yang diberikan oleh dosen.
__ADS_1
"Ini dulu, kita bisa mulai dari mengecek yang ini" Anjali menunjuk poin pertama.
"Baiklah" mereka pun akhirnya fokus mengerjakan tugas itu.
"Maaf, apa disini kosong?" tanya seorang pria muda tampan kepada Rachel dan Anjali ditengah kegiatan mereka mengerjakan tugas.
"Eh kak Jonathan, iya kak, kosong kok" jawab Anjali dengan cepat.
"Aku duduk sini boleh ya?" Jonathan bertanya lagi.
"Silahkan kak, dengan senang hati" lagi-lagi Anjali yang menjawab.
"Terima kasih" kata Jonathan kepada Anjali sambil melirik kearah Rachel sekilas, namun yang dilirik tidak merasa sama sekali.
"Sama-sama" jawab Anjali sambil tersenyum senang.
Kriiiingggg,
Ponsel Rachel berbunyi dan menunjukkan nama Gaby.
"Halo kak, ada apa?" Rachel berbicara dengan sedikit berbisik karena sedang di perpustakaan.
"Kau dimana?" tanya Gaby lagi.
"Dikampus, masih mengerjakan tugas" jawab Rachel.
"Apa kau masih lama?" Gaby dimintai tolong oleh Gide untuk memantau keadaan Rachel.
__ADS_1
"Sepertinya sih begitu, memangnya kenapa?" Rachel penasaran.
"Tidak, aku hanya ingin mengajakmu makan rujak sore ini, tapi kalau kau sibuk ya sudah tidak usah saja" Gaby berpura-pura.
"Yahhh maaf ya kak" Rachel merasa tidak enak.
"Tidak masalah, kan hanya rujak saja, toh lain kali juga masih bisa kok" kata Gaby.
"Ya sudah lanjutkan belajarnya ya, bye" Gaby mengakhiri panggilannya.
"Bye kak" Rachel kemudian menutup telponnya.
"Siapa?" Anjali penasaran.
"Kak Gaby, dia ingin mengajakku makan rujak sore ini, tapi karena kita masih ada tugas jadi tidak jadi deh" Rachel sedikit menyesal, karena ia memang sangat senang berkumpul bersama keluarganya.
"Yah sayang sekali ya" Anjali juga merasa kecewa.
"Iya, habis mau bagaimana lagi, kan tugas ini lebih penting, lagi pula besok-besok juga aku masih bisa minta kak Gaby untuk bikinin rujak lagi, dia kan chef handal" Rachel menghibur diri.
"Iya juga sih" Anjali manggut-manggut.
"Ya sudah yuk lanjut" Rachel berusaha fokus kembali.
"Iya, ayo" Anjali kembali menatap layar laptopnya.
Sementara itu Jonathan yang duduk di dekat mereka berdua sejak tadi mencuri dengar percakapan yang dilakukan keduanya. Ia yang sejak awal bertemu Rachel saat masa orientasi merasa tertarik dengan gadis cuek yang dianggapnya unik itu, karena menurutnya Rachel tidak seperti gadis kebanyakan yang selalu menjaga image didepannya dan sengaja mencari-cari perhatian.
__ADS_1