Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Perasaan Rachel


__ADS_3

Setelah mendengar kabar dari Dimas dan Gamal bahwa Gaby dan Sera juga ingin membantu menyatukan Gide dan Rachel, maka Raf dan Rich pun mengajak dua wanita itu untuk menyusun sebuah rencana baru. Mereka bersekongkol untuk mempertemukan Rachel dengan Gide yang sedang bersama Putri saat jam makan siang di sebuah mall ternama milik keluarga Anderson.


"Kita mau makan dimana? Gaby berpura-pura bertanya kepada Sera dan Rachel saat mereka berjalan-jalan santai di mall untuk melancarkan rencananya.


"Bagaimana kalau di restoran jepang saja? aku sedang ngidam makan sushi nih" Sera memberi usul dengan cepat agar tidak keduluan oleh Rachel.


"Oke, ayo!" Gaby kemudian merangkul lengan kedua adiknya dan berjalan ke arah restoran yang tadi disebutkan oleh Sera.


"Ayo kita duduk di situ" Sera menunjuk bangku kosong yang memang sudah di booking oleh kakaknya Raf untuk mereka bertiga agar rencana yang akan dijalankan berhasil.


"Kalian mau pesan apa?" Gaby menatap kedua adiknya secara bergantian.


"Aku sushi" Sera langsung menunjuk beberapa gambar yang ada di buku menu.


"Kalau kau mau apa Rach?" Gaby menatap Rachel yang sedang menatap ke arah depan dengan ekspresi yang sulit diartikan.


"Rach??" Gaby melambaikan tangannya di depan wajah Rachel yang sama sekali tidak menghiraukan pertanyaannya.


"Eh apa? kenapa kak?" Rachel tersentak karena terkejut.


"Kau sedang melihat apa sih?" Gaby kemudian berpura-pura melayangkan pandangan ke arah dimana Rachel melihat, karena sesungguhnya ia sudah tau apa yang sedang adiknya lihat.


"Loh itu kan kak Gide? dia sedang apa disini? sama siapa itu?" Gaby berakting terkejut.


"Bukannya itu kak Putri sekertaris dewan direksi ya? tapi kenapa mereka hanya berdua saja seperti orang yang sedang pacaran?" Sera memercik api.


"Iya benar, kalau orang yang tidak tau pasti menyangka mereka sedang pacaran!" Gaby menyiram bensin.

__ADS_1


"Apa kau tau kalau mereka sedang makan siang berdua?" Sera menatap Rachel dengan intens, sementara yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu biar aku sapa mereka dulu, aku ingin tau apa yang mereka lakukan sebenarnya" Gaby hendak berdiri.


"Jangan kak!" Rachel langsung menahan tanyan Gaby.


"Loh kenapa?" Gaby mengernyitkan alisnya.


"Aku rasa mereka sedang bekerja, soalnya beberapa waktu lalu kak Gide bercerita kalau dia sedang sering bekerja sama dengan kak Putri" Rachel mengingat percakapannya dengan Gide beberapa waktu lalu dimana suaminya bilang bahwa ia sedang sibuk bersama Putri.


"Mana ada bekerja di restoran seperti ini? duduknya pake acara dempet-dempetan dan romantis pula!" Gaby terus berusaha memprovokasi.


"Iya benar, kalau aku jadi kau, aku akan melabrak mereka berdua!" Sera ikut menjadi kompor bleduk.


"Rach, apa kau tidak cemburu melihat suamimu bersama wanita lain seperti itu?" Gaby mulai menggali perasaan sang adik terhadap suaminya.


"Ishhh kau ini bodoh atau apa sih? memangnya kau tidak marah melihat kak Gide hanya berdua saja dengan wanita lain?" Sera memukul lengan sepupunya karena gemas.


"Awwww, sakit tau!" Rachel menggerutu karena pukulan Sera cukup sakit.


"Apa kau tidak merasa terusik sedikit pun saat melihat kak Gide bersama wanita lain?" Gaby kini menatap Rachel dengan serius.


"Entahlah kak, aku tidak tau" Rachel mengangkat bahunya.


"Bagaimana kalau ternyata mereka berselingkuh dibelakangmu?" Sera yang tidak sabar dengan sikap cuek Rachel to the point.


"Selingkuh?" tiba-tiba hati Rachel tergelitik.

__ADS_1


"Iya, bukankah pernikahan kalian ini terjadi tidak didasari cinta dan hanya terjadi karena keterpaksaan? bisa saja karena kak Gide merasa tidak mendapatkan perhatian dan cinta darimu sebagai seorang istri, maka ia mencarinya di luar rumah!" Sera menjabarkan.


"Hemmmmm analisismu kenapa seperti yang aku pikirkan ya?" Gaby menggut-manggut.


"Apa kau siap jika suatu saat nanti kak Gide ternyata memiliki wanita lain dan mencurahkan semua cintanya kepada wanita itu? sementara secara status dia masih menjadi suamimu dan ayah dari bayi yang sedang kau kandung saat ini?" Sera menyerang Rachel dengan pertanyaan yang tajam.


"Sera kenapa pikiranmu jahat sekali? kak Gide tidak sepicik yang kau bayangkan!" Rachel berusaha untuk menolak pemikiran itu.


"Aku tau kak Gide sangat baik padamu, mungkin bahkan saat ini dia sangat bertanggung jawab pada kalian berdua, tapi mengingat sikapmu yang sangat cuek dan seolah tidak menganggapnya sebagai seorang suami, maka tidak menutup kemungkinan kan kalau dia lelah dan akhirnya menyerah?" kata Sera dengan ketus.


"Apa yang dikatakan Sera benar Rach, mungkin saat ini kak Gide masih bersabar, namun setiap manusia punya batasan sabar, apa lagi kak Gide pria dewasa yang normal, dia tidak akan bisa bila harus menahan hasrat lelakinya jika kau tidak pernah memberikannya, cepat atau lambat dia akan mencari seseorang untuk melampiaskan itu!" Gaby mendukung Sera kembali.


"Lalu aku harus bagaimana?" Rachel yang clueless bertanya kepada kedua kakaknya.


"Sekarang kau tanyakan kembali pada dirimu, apa yang sebenarnya kau inginkan dengan hubungan kalian?" Gaby memberi usul.


"Maksudnya?" Rachel terlalu polos masalah cinta.


"Apakah kau ingin melanjutkan pernikahan ini sampai selamanya? atau hanya sampai bayi kalian lahir lalu berpisah?" pertanyaan Gaby membuat Rachel tertohok.


"Jika kau ingin terus melanjutkan pernikahan ini hingga kalian tua nanti dan beranak cucu, maka saran kakak kau harus merubah sikapmu, belajarlah menjadi istri yang baik, berusahalah mencintai suamimu dengan sepenuh hatimu, meskipun saat ini mungkin kau tidak mencintainya!" Gaby menggenggam tangan sang adik.


"Tapi jika kau ingin bercerai setelah bayi kalian lahir, maka kau tidak perlu melakukan apapun, biarkan saja Gide bersama Putri seperti sekarang, toh nanti kalian juga tidak akan bersatu, dan mungkin saja setelah kalian bercerai Gide akan menikahi Putri dan hidup bahagia berdua dengannya!" Gaby menatap Rachel dan menunggu reaksinya.


"Pikirkanlah baik-baik Rach, meskipun saat ini kau masih belum merasakan apapun terhadap Gide, tapi jangan sampai kau menyesal setelah semuanya terjadi!" wejangan sang kakak.


Kak!?" Rachel tidak bisa berkata-kata.

__ADS_1


Sesungguhnya sejak awal Gide bercerita tentang Putri, ia sudah merasa tidak nyaman, namun dirinya berusaha meredam dengan tetap bersikap biasa saja. Tapi entah mengapa siang ini saat ia melihat dengan mata kepalanya secara langsung sang suami dan sekertarisnya duduk berdua di restoran dengan sangat mesra, hatinya begitu bergemuruh seperti ingin meledak. Ditambah lagi sikap kedua kakak perempuannya yang memprovokasi perasaannya itu. Akhirnya aepanjang hari Rachel pun terus saja gelisah dan tidak fokus saat diajak bicara oleh Gaby dan Sera, membuat keduanya yakin bahwa sesungguhnya Rachel sangat mencintai Gide.


__ADS_2