
"Dorrrrr" Gide yang melihat Rachel sedang melamun di samping kolam renang rumah utama sengaja mengagetkannya.
"Astaga kak Gide, kau membuat aku hampir mati karena kaget!" Rachel protes.
"Hahahahaha, habisnya kau pagi-pagi buta begini sudah melamun saja!" Gide terbahak-bahak melihat reaksi Rachel yang terkejut.
"Ishhhh dasar kak Gide ini!" Rachel memajukan bibirnya yang mungil.
"Ada apa hemmmm?" Gide kemudian duduk sejajar dengan Rachel.
"Aku sedang bingung kak" Rachel mulai curhat.
"Bingung kenapa?" Gide mengernyitkan dahinya.
"Kakak tau kan aku sangat suka sekali dengan hip hop?" Rachel menatap Gide.
"Lalu?" Gide masih belum paham arah tujuan pembicaraan Rachel.
"Tapi mom sangat tidak suka kalau aku menekuni hip hop, katanya itu tidak bisa menjamin masa depanku, tidak seperti hobi kak Gaby dan Sera" Rachel menunjukkan wajah sedih.
"Trus?" Gide masih setia mendengarkan.
"Ya aku jadi bingung, karena mom tidak mau aku kuliah jurusan seni tari, sementara sejauh ini tidak ada pilihan jurusan lain yang cocok denganku!" Rachel menghembuskan nafasnya kesal.
"Ohhhhhh" Gide manggut-manggut.
"Menurut kakak aku harus bagaimana?" Rachel meminta pendapat pria yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri itu.
"Apakah selain hip hop kau tidak minat dengan hal lain sama sekali?" Gide bertanya.
"Tidak" jawab Rachel dengan cepat.
__ADS_1
"Benarkah?" Gide menatap Rachel dengan menyelidik.
"Iya kak, makanya aku sungguh bingung!" Rachel menggerutu.
"Kau ini benar-benar lucu sekali ya!" Gide tersenyum geli melihat gadis remaja di sebelahnya itu begitu lugu dan polos, bahkan untuk menentukan masa depannya sendiri pun ia belum tau harus bagaimana.
"Kak, kau sedang menertawakan aku ya?" Rachel melotot ke arah Gide.
"Hahahaha, bagaimana tidak tertawa, kau itu benar-benar lugu dan polos!" Gide mangacak-acak rambut panjang Rachel yang tergerai indah.
"Kakkkk kau membuat rambutku berantakan!" Rachel protes dan memajukan bibirnya.
"Hahahahaha" Gide yang selama ini terkenal sangat serius dan pendiam terlihat begitu ceria dan tertawa lepas saat melihat tingkah Rachel yang unik.
"Jadi bagaimana kak?" Rachel kembali merajuk.
"Bagaimana apanya?" Gide pura-pura bingung.
"Hemmmm, begini saja, bagaimana kalau kita searching saja di internet?" Gide memberi usul.
"Maksudnya?" Rachel sama sekali tidak paham.
"Sebentar," Gide mencari informasi di internet tentang minat dan bakat.
"Coba kau telusuri, dari semua ini, selain hip hop, mana lagi yang membuatmu tertarik?" tanya Gide.
"Hemmmm, yang mana ya?" Rachel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau ini bagaimana?" Gide menunjuk sebuah gambar.
"Tidak" Rachel menggeleng.
__ADS_1
"Kalau yang ini?" Gidw menunjuk lagi.
"Tidak" Rachel pun kembali menggeleng.
"Huffff, sudahlah kau tidk usah kuliah, langsung menikah saja sana!" Gide asal ceplos.
"Kaaakkkkk!" Rachel berkacak pinggang.
"Hahahahaha" lagi-lagi Gide tertawa karena reaksi Rachel yang dianggapnya sangat lucu.
"Heiii, kalian sedang apa?" tanya Dimas yang hendak menemani Diva dan Divo bermain di taman.
"Anak kecil ini sedang membuatku repot" Gide mengacak-acak rambut Rachel lagi.
"Kak aku ini sudah besar, kenapa kau bilang aku anak kecil hah?" Rachel kembali berkacak pinggang.
"Benarkah?" Gide memasang wajah usilnya.
"Tau ah, kau menyebalkan!" Rachel yang ngambek langsung berdiri.
"Heyyy mau kemana? kan kita belum selesai!" Gide menarik Rachel agar duduk lagi di sampingnya.
"Tapi kau membuatku sebal!" Rachel bertahan tidak mau duduk.
"Ya sudah iya maaf, ayo sini duduk lagi, biar aku bantu" Gide menepuk tempat yang tadi di duduki oleh Rachel.
"Awas ya kalau kau menyebalkan lagi seperti tadi!" Rachel memengancam.
"Iya, iya aku janji" Gide menunjukkan jarinya yang berbentuk v.
Mereka pun akhirnya melanjutkan pencariannya. Sementara Dimas yang mengamati interaksi keduanya sangat heran dengan Gide, karena selama ini pria tampan itu selalu dingin dengan gadis manapun yang ditemuinya.
__ADS_1