Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Menakhlukan Suami


__ADS_3

Sementara Gide, Gamal dan Dimas sibuk bergosip di kantin kantor pusat Anderson, Rachel dan Sera pun juga melakukan hal yang sama di restoran ternama milik Gaby setelah mereka melakukan pendaftaran kelas kehamilan.


"Kau lagi ngapain sih?" Sera yang sejak tadi melihat Rachel sibuk senyum-senyum dengan ponselnya merasa penasaran.


"Tidak, aku hanya sedang chat dengan kak Gide kok" Rachel menjawab sambil tetap senyum-senyum tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.


"Hubungan kau dan kak Gide sepertinya sudah lebih baik ya sekarang?" Sera memancing.


"He em" masih dengan tatapan mata ke arah ponsel.


"Oya, kata kak Gamal kemarin kak Gide ijin tidak kerja, apa kau tau dia pergi kemana?" tingkat penasaran Sera yang sangat tinggi membuatnya bertanya-tanya.


"Dia tidak pergi ke mana-mana kok, dia di rumah saja seharian bersama denganku" Rachel kemudian menutup ponselnya.


"Hahhhh?? maksudnya???" ekspresi terkejut muncul tanpa bisa di filter.


"Kemarin seharian kami hanya diam di rumah saja, lebih tepatnya berada di dalam kamar!" dengan polosnya Rachel menjawab.


"Kalian di kamar? berdua sepanjang hari? memangnya apa yang kalian lakukan?" Sera sungguh terkejut.


"Ya seperti yang dilakukan oleh suami istri pada umumnya!" jawab Rachel dengan tanpa dosa.

__ADS_1


"Bohong! kau pasti bohong kan!?" jika kasusnya terjadi pada pasangan suami istri yang sesungguhnya, tanpa ditanya pun semua orang pasti sudah tau jawabannya, namun karena kasus Rachel dan Gide berbeda maka Sera sangatlah penasaran dan tidak yakin dengan pengakuan yang dibuat oleh sepupunya itu.


"Untuk apa aku berbohong? kalau kau tidak percaya ya sudah!" Rachel yang memiliki sifat apa adanya tidak mau memaksa Sera untuk percaya.


"Ceritakan padaku dengan detail, bagaimana semua itu bisa terjadi?" Sera sudah tidak tahan saking senangnya mendengar peningkatan hubungan antara Rachel dan Gide.


"Ya begitu" jawab Rachel sambil mengangkat bahunya.


"Begitu bagaimana? jelaskan dong, kau ini minta dipukul ya!" Sera yang gemas kemudian memukul lengan Rachel.


"Awwww kau ini kenapa memukulku? seperti wanita bar bar saja!" Rachel meringis kesakitan karena pukulan sepupunya lumayan membuat nyeri.


"Makanya cepat ceritakan padaku!" Sera mendesak.


"Wahhhhh gila gila gila, jadi berapa kali totalnya kalian dalam sehari?" Sera sampai ternganga-nganga mendengar semua penjelasan sang adik sepupu.


"Entahlah, aku tidak menghitungnya saking banyaknya" jawabnya sambil mengangkat bahu kembali.


"Apa rasanya enak? pasti kau ketagihan kan? menyesal tidak kemarin-kemarin kau menolak kak Gide? belum tau rasanya saja kau sok-sokan menolak, eh giliran tau malah ketagihan berulang-ulang hahahahah" Sera benar-benar membuat Rachel mati gaya.


"Ck kau ini benar-benar senang mempermalukan aku ya rupanya?" Rachel menunduk malu.

__ADS_1


"Jadi sekarang status kalian resmi suami istri sepenuhnya kan? jadi kau sudah menerima kak Gide lahir batin kan?" sejak awal pernikahan Rachel dan Gide, Sera adalah pendukung mereka nomor satu.


"Sejujurnya kini aku mulai nyaman dengan kak Gide, dia begitu sabar menghadapi sikapku yang kekanak-kanakan. Dia juga sudah menyatakan cintanya kepadaku dengan begitu tulus, Tapi..." kalimat Rachel terhenti.


"Tapi apa?" Sera mengernyitkan dahinya.


"Aku takut kalau nanti aku mulai jatuh cinta padanya, dia malah tergoda oleh gadis lain yang lebih cantik dan seksi ketimbang aku yang tomboy begini" Rachel mendesah.


"Memangnya ada yang sedang membuatmu cemburu ya saat ini?" pancing Sera.


"He em" angguk Rachel.


"Apa maksudmu kak Putri?" tebak wanita hamil itu.


"Iya" Rachel membenarkan.


"Kalau begitu, mulai sekarang belajarlah jadi istri yang baik, layani suamimu dengan sepenuh hati, aku yakin kak Gide tidak akan pernah berpaling darimu kalau kau bisa membuatnya bucin!" Sera memberi saran.


"bagaimana caranya?" Rachel benar-benar clueless.


"Ubah penampilanmu, meskipun kau memang sudah cantik dari lahir, tapi kau akan terlihat lebih memukau jika mau berdandan sedikit. Berpakaianlah layaknya wanita dewasa yang anggun. Kemudian selain melayani suamimu di atas ranjang, kau juga harus bisa melayaninya untuk urusan makanan. Aku yakin kalau semua itu kau lakukan, kak Gide tidak akan sanggup lagi berpaling darimu!" Sera kemudian memberi tips kepada Rachel bagaimana ia menarik ulur Gamal hingga akhirnya sang suami benar-benar tidak berdaya digenggamannya dan melupakan sang mantan terindah tanpa jejak sedikit pun.

__ADS_1


"Begitu ya?" ia tidak yakin dengan dirinya sendiri.


"Ck kau ini belum apa-apa sudah minder! ayo kalau begitu habis ini kita belanja barang keperluanmu!" setelah menyelesaikan makan siang, mereka pun akhirnya berkeliling mall untuk mencari keperluan Rachel dalam misi membuat Gide semakin bucin.


__ADS_2