Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Gagal Reunian


__ADS_3

"Ma" Gide meraih pinggang sang istri yang sudah mulai melebar karena kehamilannya yang beranjak tujuh bulan.


"Hemmm" jawab Rachel sambil merapikan dasi sang suami saat pria tampan itu hendak berangkat kerja.


"Papa kangen banget sama dedek, mau reunian" sambil mengendusi leher sang istri.


"Ck modus, jangan macem-macem deh, sudah mau berangkat ke kantor kok malah aneh-aneh" Rachel berusaha tidak menggubris.


"Gak macem-macem kok ma, papa cuma satu macem aja" kini giliran tangannya yang mulai tidak bisa terkondisikan dengan baik.


"Sudah siang, nanti terlambat" Rachel mendorong suaminya pelan.


"Rally pendek plisssss" Gide memohon dengan wajah memelas.


"Nanti malam saja, nanti malam kita rally panjang oke?" bujuk sang istri agar Gide segera berangkat kekantor.


"Benar ya? awas loh kalau mama bohong!" kata Gide.


"Iya papa sayang" sambil mengecup bibir sang suami dengan lembut.


"Oke, kalau begitu nanti papa pulang lebih awal biar rally nya bisa lebih panjang lagi" Gide mengerlingkan matanya genit.


"Ck, dasar papa mesum" Rachel menepuk dada bidang sang suami dengan manja.


"Habis mama bikin papa gemes sih" jawabnya sambil meremas aset kenyal sang istri.

__ADS_1


"Sudah sana ah, nanti kebablasan deh kalo dilanjutin lagi" Rachel mengingatkan.


"Oke, kalau begitu papa berangkat kerja dulu ya ma" kemudian Gide berjalan menuju ke halaman depan untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Anak papa baik-baik ya di perut mama, jangan nakal ya sayang, sebentar lagi kita ketemu langsung oke?" Gide mengelus perut sang istri yang sudah sangat buncit sebelum masuk ke mobil.


"Iya papa, hati-hati di jalan ya sayang, i love you" Rachel membantu sang suami menutup pintu mobilnya.


"I love you more mama sayang" kata pria itu sebelum sesaat kemudian melesat keluar dari halaman rumah mewahnya.


Sejak Rachel hamil lagi, Gide memang jadi lebih jarang menyentuhnya. Sejak kejadian tragedi Rachel jatuh dari tangga, pria itu memang menjadi sangat over protect jika menyangkut urusan kesehatan istri dan anaknya. Ia lebih memilih menahan keinginannya dan bermain solo di kamar mandi agar tidak melukai kedua orang yang ia cintai itu. Kalaupun terpaksa harus bermain karena sudah tidak bisa tahan lagi, biasanya Gide lebih memilih rally pendek hanya untuk sekedar melepas rindunya pada sang istri saja, bukan untuk menyalurkan hasrat terpendamnya secara penuh.


..........


"Apa kalian sudah baca grup Anderson?" Dimas bertanya kepada Gide dan Gamal yang sedang berada di ruang kerjanya.


"Iya, berarti kita dari kantor langsung ke sana ya tidak bisa pulang dulu?" Dimas mengkonfirmasi.


"Iya, jadi nanti sebelum berangkat kita mandi di kantor saja" jawab Gamal lagi.


"Kalian sedang membahas apa sih?" Gide yang sejak tadi belum sempat membuka ponselnya karena habis rapat dengan timnya merasa bingung.


"Kau baca saja grup keluarga" jawab Gamal dengan santai.


"What, acara syukuran ulang tahun grandma asuh di panti? no way!" Gide terbelalak.

__ADS_1


"Iya, kenapa kau kaget begitu sih?" Gamal merasa aneh dengan reaksi sang adik yang terkesan berlebihan.


Tanpa menghiraukan pertanyaan Gamal, Gide langsung berjalan ke luar ruang kerja Dimas dan melakukan panggilan video dengan sang istri.


"Sayang" Gide langsung memanggil sang istri yang baru saja menerima panggilannya.


"Hemmm?" Rachel menjawab dengan santai.


"Apa nanti kita perlu ikut ke acara syukuran ulang tahun grandma asuh di panti?" Gide bertanya kepada Rachel.


"Tentu saja, itu kan acara ulang tahunnya grandma asuh, masa kita tidak datang? durhaka sekali kita jadi cucu!" Rachel mengangguk dengan yakin.


"Lalu bagaimana dengan acara reuniannya papa dan dedek ma?" rengek Gide kepada sang istri.


"Ya ampun pa, kan masih ada hari esok buat reunian, lagian acara ini kan setahun sekali, kalau kita sampai tidak hadir bagaimana coba?" Rachel tidak habis pikir dengan sikap manja sang suami.


"Hufffff gak jadi rally panjang dong ma? tau gitu tadi pagi kita rally pendek aja sebentar sebelum berangkat ke kantor, ck sial sekali sih!" Gide menggerutu.


"Uhhhhh sayang, sabar ya, jangan cemberut dongggg, nanti gantengnya jadi hilang loh" Rachel yang melihat sang suami kecewa malah tersenyum geli.


"Ya sudah deh, kalau begitu papa lanjut kerja lagi ya ma" karena merasa kecewa akhirnya Gide memutuskan untuk menyibukkan dirinya dengan bekerja saja agar teralihkan dari pikiran-pikirannya yang selalu ingin bermesraan dengan sang istri.


"Selamat bekerja ya pa, yang semangat sayangku muahhhh" Rachel memberikan semangat kepada suaminya yang sedang kecewa.


"Iya ma, bye" Gide menutup panggilan videonya dengan lesu.

__ADS_1


"Hufffff gagal deh reunian sama dedek!" desahnya.


__ADS_2