Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Kak Jonathan


__ADS_3

"Kita satu kelompok ya?" Jonathan yang tidak sengaja melihat nama Rachel berada di urutan bawahnya merasa senang.


"Iya kak" jawab Rachel.


"Ayo kalau begitu kita cari temen-teman satu kelompok kita yang lainnya" Jonathan mengajak Rachel mencari beberapa orang yang terdaftar di dalam list kelompok mereka.


"Iya kak" Rachel yang masih mahasiswa baru dan belum mengenal banyak teman serta kakak kelasnya hanya mengikuti Jonathan saja tanpa ada bantahan.


"Hey Nathan, kau kelompok tiga ya?" tanya seorang gadis muda.


"Iya, kita satu kelompok kan Susan?" Jonathan mengangguk.


"Betul" gadis yang bernama Susan membenarkan.


"Oya, ini Rachel, mahasiswa tingkat satu, dia juga satu kelompok dengan kita. Rachel, ini Susan teman satu angkatanku" kata Jonathan.


"Halo kak, namaku Rachel" katanya memperkenalkan diri.


"Hai Rachel, aku Susan, senang berkenalan denganmu" Susan tersenyum ramah.


"Sama-sama kak, aku juga senang berkenalan dengan kakak" Rachel berkata dengan tulus.

__ADS_1


"Ayo kita cari teman satu kelompok kita yang lainnya" kata Jonathan setelah kedua gadis itu saling berkenalan.


"Ayo" Rachel dan Susan mengangguk.


Hari itu mereka melakukan seluruh rangkaian kegiatan dengan cukup lancar. Rachel yang baru pertama kali melakukan observasi lapangan untuk memeriksa kondisi hewan-hewan ternak sangat bersemangat dan antusias. Saran Gide untuk mengambil perkuliahan jurusan dokter hewan memang sangat tepat bagi Rachel. Selain karena ia suka memelihara binatang, ia pun sangat senang berinteraksi dengan hewan ternak yang tidak perlu membuatnya terikat dengan komputer, kertas laporan dan juga data-data perusahaan yang memusingkan.


..........


"Huh, lelah sekali sih hari ini" Anjali mengeluh saat mereka sudah menyelesaikan semua rangkaian kegiatan observasi di hari pertama.


"Iya hari yang penuh kegiatan, tapi aku senang, meskipun kita belum tau ilmunya, tapi dengan melakukan observasi di awal begini rasanya aku sudah seperti seorang dokter hewan sungguhan heheheheh" Rachel sangat bersemangat.


"Benar juga sih, walaupun baru dua minggu kuliah, tapi dengan observasi begini kita jadi tau ya keadaan di lapangan itu seperti apa, jadi langsung bisa menyaksikan dan berinteraksi langsung dengan hewan-hewan lucu itu" Anjali pun merasa senang.


"Eh ngomong-ngomong tadi kau satu kelompok dengan kak Jonathan ya?" Anjali mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Iya" gadis itu kembali mengangguk.


"Bagaimana rasanya?" Anjali yang tertarik dengan Jonathan sangat penasaran.


"Biasa saja, memangnya kenapa?" Rachel merasa temannya ini terlalu berlebihan.

__ADS_1


"Ihhh kau ini, memangnya tidak bisa melihat apa kalau kak Jonathan itu sangat tampan?" Anjali kesal dengan sikap Rachel yang sangat cuek.


"Biasa saja, toh kakak-kakak ku jauh pada lebih tampan dari dia. Bahkan Dad, Ayah dan Om ku yang sudah berumur pun jauh lebih tampan. Di sekelilingku itu isinya pria tampan semua, jadi kalau dibandingkan dengan dia sih tidak ada apa-apanya" Rachel berkata apa adanya, karena memang pada kenyataannya keturunan keluarga Anderson adalah bibit unggul semua.


"Ck, iya juga sih ya, keluargamu kan memang cantik dan tampan semua" Anjali yang beberapa kali pernah ke rumah Rachel memang cukup paham.


"Nah itu kau tau" Rachel jumawa.


"Jadi kau tidak tertarik dengan kak Jonathan?" Anjali memastikan kembali.


"Tidak!" Rachel mengangguk dengan yakin.


"Kalau begitu aku dekati boleh ya?" Gadis itu bersemangat.


"Silahkan saja, kau tidak perlu minta ijin denganku, aku kan bukan siapa-siapanya!" Rachel berseloroh.


"Ya siapa tau kau juga naksir, kan nanti kita malah jadi saingan heheheh" Anjali cukup tau diri.


"Tidak tenang saja, kalau pun dia yang lebih dahulu mendekatiku, aku pun pasti tidak akan menerimanya" Rachel berani menjamin.


"Oke, terima kasih ya" Anjali memeluk Rachel.

__ADS_1


"Sama-sama" jawab Rachel sambil membalas pelukan temannya itu.


__ADS_2