Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Kepulangan Sera


__ADS_3

"Sera, dimana posisimu sekarang?" Rachel yang sudah di bandara mencari keberadaan sepupunya itu.


"Aku sedang mengambil koper, sebentar ya lima menit lagi aku akan keluar" Sera menjawab telpon dari Rachel.


"Baiklah, aku, Richard dan kak Raf sudah berada di depan parkiran ya, kau kesini saja langsung" Rachel memberitahukan posisinya.


"Oke" kemudian Sera menutup telponnya.


"Sayangkuuuu" Rachel dan Sera berpelukan erat untuk saling melepas rindu.


"Bagaimana kabarmu?" Raf yang sangat merindukan sang adik kemudian memeluk Sera.


"Aku baik kak" Sera berkaca-kaca.


"Akhirnya pulang kandang juga ya kau" kini giliran Richard yang memeluk Sera.


Sera yang begitu bahagia bisa berkumpul lagi bersama saudara-saudaranya meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Ayo kita pulang" Rachel menggandeng lengan sang sepupu menuju mobil mereka.


"Ada gosip apa selama aku pergi?" Sera penasaran.


"Tidak ada" Rachel berkata jujur.


"Lalu apa benar yang dibilang kak Gaby tentang kak Niken?" Sera penasaran.


"Kak Gaby cerita padamu ya?" Rachel memang sengaja tidak mau bercerita tentang kebohongan Niken karena menurutnya itu bukan ranahnya untuk bercerita.


"Iya, lebih baik jangan dibahas, biarkan saja itu sudah masa lalu, sekarang yang perlu kau pikirkan adalah masa depan kalian berdua!" Rachel menyetujui Sera.


"Ngomong-ngomong bagaimana ceritanya kau dan kak Gamal bisa sampai jadian?" Rachel sangat penasaran.


"Ya seperti yang aku ceritakan di telpon padamu kemarin, dia datang tengah malam saat aku sedang tertidur dan memelukku sepanjang malam hingga pagi, aku kira itu hanya mimpi, eh ternyata itu sungguhan. Setelah itu dia mengantar dan menjemputku kuliah. Sepanjang waktu di sana, kak Gamal selalu mencoba membujukku sampai akhirnya aku luluh dan menerimanya" Sera kemudian bercerita kronologisnya secara detail.


"Ahhhhh so sweet sekali" Rachel yang mendengar juga ikut merasa berbunga-bunga.

__ADS_1


"Oya, ngomong-ngomong aku dengar kak Gaby dan kak Dimas ingin menjodohkan kau dengan kak Gide, apa benar?" Sera kepo.


"Isshhhh kak Gaby ini benar-benar biang gosip ya ternyata!" Rachel jadi menggerutu.


"Loh bukannya itu bagus? kita kan jadi bisa saudaraan!" Sera terkikik.


"Hey, kita ini memang sudah saudaraan dari lahir, tanpa aku jadian dengan kak Gide pun kau dan aku tetap sama-sama berdarah Anderson!" Rachel berkacak pinggang.


"Kalau kalian beneran jadi menikah dengan kak Gamal dan kak Gide, artinya dunia ini sangat sempit sekali, seperti tidak ada orang lain saja ckck!" Rafael mengejek adik-adiknya.


"Iya, benar-benar sempit seperti daun kelor hahahaha" Richard ikut menimpali.


"Jaga mulut kalian ya, jangan sampai nanti pada menjilat ludah sendiri dan menikah dengan gadis yang ternyata dari lingkaran terdekat keluarga kita juga!" Sera mengingatkan keduanya.


"Siapa yang mau menikah dengan kak Gide sih? kan sudah aku bilang sama kak Gaby kalau aku belum berfikir untuk menikah, lagian kak Gide itu lebih cocok jadi kakakku ketimbang suamiku!" Rachel benar-benar sebal dengan Gaby yang menyebar gosip.


Sepanjang perjalanan pulang mereka berempat sudah layaknya anjing dan kucing yang selalu meributkan hal sepele. Namun demikian itulah yang paling dirindukan oleh Rachel selama Sera pergi, baginya bisa bersama dengan saudara-saudaranya seperti ini adalah hal yang paling berharga dibandingkan apapun.

__ADS_1


__ADS_2