Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Hukuman Untuk Rafael dan Richard


__ADS_3

"Gide, antarkan Rachel pulang ya, kau juga langsung pulang saja, tidak usah kembali lagi ke kantor" Mike meminta pria muda yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri itu mengantarkan keponakannya pulang.


"Iya baik uncle" Gide mengangguk tanda setuju.


"Ayo Rach" kata Gide sambil mengulurkan tangannya kepada Rachel.


"Iya" Rachel meraih tangan Gide.


Mereka berdua pun akhirnya berjalan keluar ruangan meninggalkan para pria di keluarga Anderson.


"Bukankah sebenarnya mereka berdua sangat serasi?" Mike menatap keduanya yang baru saja meninggalkan mereka.


"Ayah benar, sesungguhnya aku, Gaby, Gamal dan Sera sudah beberapa kali mencoba menjodohkan mereka, namun sepertinya keduanya memang sama-sama lebih nyaman menjadi kakak dan adik" Dimas menjelaskan.


"Aku rasa mereka itu sebenarnya sama-sama saling menyukai dan membutuhkan, tapi mereka belum saling menyadari akan hal itu!" Mike menganalisis keadaannya.


"Baiklah, aku sekarang sudah tau hukuman apa yang tepat untuk kedua bajingan tengik ini!" Ron akhirnya memutuskan.


"Apa?" tanya Mike, George dan Dimas secara serentak.


"Kalau kalian ingin mendapatkan maaf dari kami, maka tugas kalian berdua adalah membuat dua orang itu saling jatuh cinta!" Ron berkata dengan yakin.


"What? Dad, tapi bagaimana caranya?" Richard terkejut.

__ADS_1


"Terserah, aku tidak peduli bagaimana pun caranya!" Ron mengangkat bahunya dengan cuek.


"Tapi bagaimana kalau mereka bersikeras tidak mau saling jatuh cinta?" Rafael yang tidak yakin bertanya.


"Ya berarti kalian tidak termaafkan!" Ron kemudian pergi meninggalkan ruangan Mike begitu saja.


"Aku rasa urusannya sudah selesai, aku akan kembali ke ruanganku!" George yang sejak awal lebih banyak diam dan mengamati, kemudian beranjak dari duduknya.


"Aku juga permisi ayah" Dimas ikut berjalan di belakang George.


"Selamat berjuang!" Kata Dimas lagi sambil menepuk bahu Rafael dan Richard.


"Kalian berdua cepatlah pergi, aku sudah pusing melihat wajah kalian di sini!" Mike mengusir dua pewaris tahta kerajaan bisnis Anderson itu dari ruangannya.


"Aku juga pulang ya yah" Richard pun demikian.


"Huhhhh dasar bocah, bikin pusing saja!" gerutu Mike pada akhirnya setelah ruangannya kembali sepi.


..........


Sementara di dalam mobil,


"Bagaimana perasaanmu sekarang?" Gide menatap wajah Rachel setelah ia menghentikan mobilnya di halaman rumah Ron.

__ADS_1


"Entahlah, aku masih kacau" kata Rachel sambil menghela nafas dengan berat.


"Tenanglah, semu pasti akan baik-baik saja" Gide mengelus kepala Rachel dengan lembut.


"Kak, aku sungguh takut jika aku benar-benar hamil" Rachel berkata dengan lirih.


"Rach dengarkan aku, jika nanti pada akhirnya kau memang hamil, maka aku akan mempertanggungjawabkan semuanya, aku janji kau akan tetap bisa melakukan semua yang ingin kau lakukan dimasa mudamu" Gide berbicara dengan sangat yakin.


"Tapi aku tidak yakin bisa menjadi ibu yang baik, aku belum siap!" Rachel pesimis.


"Biarpun nanti kita punya anak, aku pastikan bahwa dia tidak akan pernah menjadi penghalang bagimu untuk meraih semua cita-citamu, aku akan membantumu semampuku, aku akan berusaha menjadi ayah yang baik bagi anak kita!" Gide menggenggam tangan Rachel.


"Kak,," mata Rachel berkaca-kaca.


"Sekarang lebih baik kau fokus pada perkuliahan yang baru saja kau mulai, jangan pikirkan hal-hal buruk yang belum tentu terjadi, oke!?" Gide mengelus pipi Rachel yang masih merah akibat menangis saat tadi berada di kantor pusat Anderson.


"He em" Rachel mengangguk.


Ia sangat bersyukur karena Gide masih mau membantunya menyelesaikan semua permasalahan yang sedang dihadapinya ini. Rasa takut akan reaksi Ron yang sempat menghantuinya kini sudah mulai berkurang. Sekarang ia hanya tinggal menunggu kepastian apakah memang kejadian kemarin berpotensi membuatnya hamil atau tidak, serta Reaksi Ayu jika memang akhirnya dia benar-benar hamil.


"Sekarang kau masuk ya, istirahatlah" Gide menatap wajah sayu Rachel.


"Iya kak" Rachel kemudian turun dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


"Apapun yang terjadi, aku pastikan semua akan baik-baik saja Rach!" Gide menghela nafas sesaat sebelum akhirnya ia melajukan mobilnya ke arah rumahnya sendiri yang hanya beda blok saja.


__ADS_2