
Setelah Putri dan tunangannya setuju membantu duo R untuk membuat Rachel cemburu kepada Gide, maka langkah selanjutnya yang dilakukan adalah mengganti nama Raf dan Rich di ponsel milik Gide menjadi Putri1 dan Putri2. Mereka secara berkala dan intens akan menelpon Gide saat jam pulang kantor atau akhir pekan telah tiba untuk menjalankan misinya itu.
Kringgggg,,, ponsel Gide berdering saat jam makan malam tiba menunjukkan nama Putri 1 yang artinya Raf menelpon.
"Halo Putri, kenapa baru menelponku sekarang? padahal aku sudah menunggu telponmu sejak tadi" Gide sengaja mengangkat telponnya di depan sang istri dengan volume suara yang kencang namun sangat romantis didengar sehingga Rachel mengernyitkan dahinya tanda penasaran.
"Oh ya? kau mau makan di mana memangnya hemmm?" Gide kembali bertanya dengan lembut, seolah-olah ia sedang berbicara dengan selingkuhannya, padahal pada kenyataannya di sebrang telpon sana Raf dan Rich sedang tertawa terbahak-bahak mendengar kakak ipar mereka yang berpura-pura merayu sekertarisnya itu.
"Baiklah, kemana pun kau mau pergi aku pasti dengan senang hati akan mengikutinya" Gide benar-benar menghayati dramanya, ia bertekad untuk mendapatkan perhatian Rachel dan menbuat istrinya itu terbakar cemburu.
"Oke, kalau begitu sampai jumpa besok di kantor ya Putri, see you" Gide kemudian mengakhiri panggilan dari Putri1.
"Siapa kak?" Rachel yang penasaran akhirnya bertanya to the point.
"Oh itu Putri sekertaris dewan direksi, dia mengajakku makan malam bersama sambil membahas proyek baru kami" Gide mulai mencoba melihat reaksi sang istri.
__ADS_1
"Kau ingatkan kemarin-kemarin saat aku pulang ke rumah tengah malam, sesungguhnya aku sedang berdua dengan Putri untuk membahas proyek itu. Dia itu gadis yang menyenangkan, selain cerdas juga sangat supel, makanya aku sampai lupa waktu kalau sedang bersama dengan dia saking nyamannya" Gide menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulutnya sambil sesekali melirik ekspresi Rachel yang sedang mencerna informasi dari sang suami.
"Sepertinya kakak suka sama dia ya?" Rachel menyelidik.
"Tentu saja, dia itu kan gadis yang sangat cerdas, tidak ada orang yang tidak menyukai Putri, semua orang di kantor selalu mendukungnya" Gide berusaha memantik api cemburu di hati Rachel.
"Apa kakak menyukainya sebagai seorang pria kepada wanita?" Rachel mulai merasa sedikit terusik dengan segala pengakuan Gide terhadap sekertarisnya.
"Emmmmm entahlah, aku juga tidak tau" Gide sengaja menggantung jawabannya agar Rachel semakin penasaran.
Kringgggg, ponsel Gide kembali berdering menunjukkan nama Putri2 yang artinya Rich menelpon.
"Wahhh kebetulan sekali, boleh-boleh" Gide manggut-manggut.
"Ahhh tidak, aku malah senang kalau kau mau memasakkan makan malam untukku hehehehe" Gide pura-pura terkekeh.
__ADS_1
"Aku akan memakan apapun masakan buatanmu Puttttt" Gide berkata penuh penekanan.
"Tidak, aku bukan tipe pria pemilih kok, aku akan memakan segala makanan yang disajikan, apalagi kalau makanan itu memang sengaja dibuat olehmu khusus untuk aku, pasti dengan senang hati aku akan menghabiskannya tanpa sisa hehehehe" Gide lagi-lagi terkekeh sambil melirik ke arah Rachel yang ada di depannya.
"Oke, sampai bertemu besok pagi ya Putri" Gide mengangguk.
"Selamat malam, semoga nanti mimpi indah juga" Gide kemudian meletakkan ponselnya.
"Kenapa lagi?" Rachel mulai terdengar ketus.
"Dia bilang besok tidak usah pergi ke restoran atau cafe, cukup di kantor saja supaya tidak diburu waktu jika tengah malam restoran atau cafenya sudah mau tutup tapi ternyata pekerjaan kami belum selesai. Dia yang akan masak makan malam untuk kami di dapur kantor besok sore" Gide menghabiskan sisa makanannya di piring.
"Memangnya kalian akan pulang larut lagi seperti kemarin?" Rachel menatap Gide dengan intens.
"Sepertinya begitu, bahkan mungkin kami akan bermalam di kantor, jadi besok aku akan membawa pakaian ganti untuk hari berikutnya" Gide kemudian meminum air yang ada di hadapannya sebagai penutup makan malamnya.
__ADS_1
"Baiklah, aku ke ruang kerja dulu ya, aku harus menyiapkan beberapa berkas yang akan dibahas besok bersama dengan Putri" Gide berlalu meninggalkan Rachel di ruang makan seorang diri.
"Apa kak Gide naksir kak Putri ya?" Rachel sangat penasaran.