Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Bodyguard


__ADS_3

"Dimas, apa kau sedang sibuk?" melongok ke ruang kerja Dimas.


"Tidak, aku hanya sedang mengecek beberapa proposal pengajuan anggaran saja" jawab Dimas.


"Aku ingin bertanya padamu" Gide menghempaskan dirinya di sofa ruang kerja Dimas.


"Katakanlah" Dimas menatap sahabatnya itu dengan tatapan yang tajam.


"Kalau aku menyewa bodyguard untuk memastikan Rachel baik-baik saja selama di kampus, apakah menurutmu aku terlalu berlebihan?" Gide yang cemas dengan kondisi kesehatan Rachel yang semakin hari semakin memburuk merasa bingung sendiri.


"Kau mau menyewa bodyguard untuk Rachel?" Dimas ingin tertawa terbahak-bahak karena menganggap rasa cemas Gide terlalu berlebihan.


"Iya, kau tau kan kalau beberapa hari ini Rachel terlihat sangat tidak baik?" Gide serius.


"Apa kau lupa kalau uncle Ron itu sudah punya banyak bodyguard untuk menjaga anak-anaknya? kenapa kau tidak kordinasi saja dengan uncle agar kau bisa mengetahui kabar Rachel dari anak buahnya tersebut?" Dimas benar-benar melihat Gide seperti orang yang kehilangan pikiran sehatnya.


"Ahhhh iya kau benar, aku sampai lupa kalau semua keturunan Anderson itu selalu dijaga oleh bodyguard ya" Gide menepuk jidatnya karena merasa bodoh.

__ADS_1


"Tentu saja, bahkan istriku yang sudah bersuami dan punya anak pun tetap diawasi dua puluh empat jam oleh ayahnya" Dimas mengangguk.


"Baiklah kalau begitu, aku akan ke ruangan uncle Ron sekarang" Gide hendak berdiri.


"Ehhh tunggu, sebelum kau ke ruangan uncle, aku rasa kau harus mempersiapkan dirimu terlebih dahulu" kata Dimas.


"Hah? maksudnya?" Gide tidak paham.


"Ya kau harus memiliki alasan yang tepat dulu, kenapa kau sampai begitu khawatir terhadap Rachel?" Dimas menatap dengan senyum penuh arti.


"Loh memangnya harus?" Gide semakin bingung.


"Aku dan Rachel kan pernah melakukan hubungan itu, ya jadi aku merasa bertanggung jawab saja atas kejadian itu, aku takut kalau nanti terjadi apa-apa sama Rachel" Gide memberi alasan yang menurutnya logis.


"Ck, alasan itu tidak cukup kuat untukmu mengirim bodyguard untuk menjaga Rachel, banyak kok orang di luar sana yang melakukan one night stand seperti kalian dan akhirnya mereka tidak saling terikat apa-apa karena memang tidak ada rasa diantara keduanya" Dimas masih berusaha menggali motif Gide.


"Ya tapi ini kan wujud tanggung jawabku!" Gide terus berpendapat.

__ADS_1


"Apa kau sudah mulai memiliki rasa terhadap Rachel hingga merasa perlu bertanggung jawab sejauh ini?" Dimas akhirnya tidak tahan untuk mengorek perasaan Gide.


"Ck, kau ini laki-laki atau bukan sih? aku sudah menodainya dan sekarang dia sedang dalam masa penantian antara hamil atau tidak, pasti dia membutuhkan pertolongan!" Gide mulai kehilangan akal.


"Kalau itu yang kau maksud, maka sebenaranya yang Rachel butuhkan bukanlah bodyguard!" Dimas juga mulai memberi penekanan.


"Lalu apa?" Gide memicingkan matanya.


"Tentu saja kau! kaulah yang dia butuhkan disampingnya, dia butuh dukunganmu sebagai ayah dari anaknya jika memang nanti benar dia ternyata hamil anakmu!" Dimas menatap tajam Gide.


"Jadi aku harus bagaimana?" Gide sudah sangat putus asa.


"Jujurlah pada hatimu sendiri, tanyakan pada dirimu, bagaimana perasaanmu terhadap Rachel? apakah memang ini hanya bentuk tanggung jawab atau memang kau mulai mencintainya sehingga kau selalu merasa cemas jika tidak mendengar kabar darinya!" Dimas yang sudah berpengalaman tentang cinta memberi nasehat.


"Entahlah, aku sendiri belum tau apa yang aku rasakan pada gadis itu, tapi yang jelas saat ini aku sangat mengkhawatirkan dirinya, aku sangat takut jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap dirinya jika aku sedang tidak bersama dengannya!" Gide memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.


"Kalau begitu mulailah lakukan pendekatan, kau tidak perlu bodyguard atau apapun, yang perlu kau lakukan hanyalah memberikan perhatian yang lebih kepadanya, tunjukkan bahwa kau serius bertanggung jawab kepada Rachel, terlepas itu karena cinta atau bukan!" Dimas berjalan menuju sofa dan menepuk bahu Gide.

__ADS_1


"Kenapa sih wanita selalu saja membuat pusing, kemarin Gamal yang kalang kabut karena ditinggal Sera dan sekarang aku sendiri jadi ikut-ikutan dibuat cemas oleh Rachel, hufffff" Gide geleng-gelang.


"Hahahahah akhirnya kau direpotkan juga ya oleh wanita, setelah selama ini kau tak pernah tersentuh oleh wanita manapun!" Dimas tergelak melihat Gide yang terlihat begitu kacau.


__ADS_2