
"Kenapa kak Gide belum pulang juga ya?" Rachel terus saja mondar-mandir di dalam kamar tidur menunggu sang suami pulang dari kantor.
Tok Tok Tok,,
"Nyonya, makan malamnya sudah siap" sang pelayan mengetuk pintu kamar Rachel dan Gide seperti biasanya untuk menginfokan bahwa waktu makan malam telah tiba.
"Baik, terima kasih" Rachel menjawab sambil membuka pintu.
"Apa ada lagi yang perlu saya siapkan nyonya?" sang pelayan bertanya kepada Rachel.
"Tidak ada, terima kasih" jawab Rachel sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu saya permisi dulu" sang pelayan pun kemudian pergi menuju dapur, meninggalkan Rachel di kamarnya.
Beberapa jam Rachel terus menunggu kedatangan sang suami sambil menyalakan televisi di kamarnya hingga akhirnya rasa kantuk pun tiba dan Rachel tertidur dengan kondisi perut yang kosong.
..........
"Selamat malam tuan" sapa sang pelayan kepada Gide yang baru pulang pukul satu dini hari.
"Malam, apa istriku sudah tidur?" tanya Gide sambil berjalan pelan menuju lantai atas.
"Sudah tuan, tapi nyonya malam ini tidak makan, sepertinya nyonya menunggu anda pulang sampai ketiduran, karena tadi saya mengetuk pintu kamarnya untuk yang kedua kali agar nyonya makan duluan, tapi nyonya sudah tidak menjawab lagi" sang pelayan menjelaskan.
"Oh begitu ya, baiklah terima kasih" Gide kemudian bergegas menuju ke kamarnya.
"Rach ayo bangun, pindah ke tempat tidur" Gide menyentuh lengan Rachel agar bangun dari sofa.
"Emhhhhhh" Rachel yang merasa tidurnya terganggu melenguh.
__ADS_1
"Rach bangunlah" Gide kini menyentuh pipi halus Rachel.
"Kakkkkk kau sudah pulang?" Rachel kemudian membuka matanya dan tersenyum saat melihat wajah Gide ada dihadapannya.
"Kenapa kau tidur disini?" Gide bertanya dengan lembut.
"Aku tidak sengaja ketiduran kak" Rachel merasa lega karena Gide tiba dengan selamat sampai di rumah mereka.
"Kata pelayan kau juga belum makan ya?" Gide mematikan televisi.
"Aku menunggu kakak, tadinya aku ingin makan malam bareng kakak, tapi karena kemalaman jadi aku keburu ngantuk hehehe" Rachel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau begitu pindahlah ke tempat tidur, aku akan membersihkan diri dulu kemudian mengambilkan makan malam untukmu" Gide kemudian beranjak ke kamar mandi.
"Tidak usah kak, aku tidak lapar kok, aku mau tidur saja" Rachel pun beranjak ke tempat tidur. Baginya sudah bisa melihat Gide pulang dalam keadaan baik-baik saja itu sudah membuat hatinya tenang dan tidak merasa lapar lagi.
"Tapi kau harus tetap makan supaya asupan nutrisimu tidak berkurang" Gide tetap memaksa.
Tidak lama berselang Gide sudah selesai membersihkan diri dan langsung menuju ke ruang makan untuk mengambilkan makan malam yang sudah terlambat sangat lama.
"Rach ayo bangun dulu, ini makan malammu" Gide duduk di tepi tempat tidur sambil membawa tray makanan untuk Rachel.
"Terima kasih" Rachel hendak mengambil tray itu dari tangan Gide.
"Biar aku suapi" Gide kemudian mulai menyendokkan nasi, lauk dan sayurnya.
"Kakak tidak makan?" Rachel menerima suapan pertama dari sang suami.
"Aku sudah makan tadi di kantor" jawabnya sambil kembali menyendok nasi.
__ADS_1
"Huuhhhh tau gitu tadi aku makan duluan saja, sudah capek-capek menunggu ternyata yang ditunggu malah sudah enak-enakan makan duluan" Rachel mengerucutkan bibirnya.
"Maaf ya, aku tidak memberitahukanmu" Gide merasa bersalah.
"Wajahmu kenapa lusuh sekali sih kak? matamu kenapa jadi hitam begini?" Rachel meraba wajah sang suami dan mengamatinya dengan detail.
"Tidak apa-apa, mungkin hanya lelah karena pekerjaan di kantor sedang banyak" kata Gide sambil tersenyum.
"Apa sebegitu beratnya pekerjaan kantor sampai wajah tampanmu ini berubah jadi sangat jelek?" Rachel meraba pipi dan mata Gide.
"Apa menurutmu aku tampan?" Gide menatap Rachel dengan wajah serius.
"Kemarin-kemarin sih iya kakak sangat tampan, tapi hari ini kau sangat jelek" Rachel selalu berkata apa adanya.
"Kalau aku kembali tampan seperti kemarin, apa kau akan naksir padaku?" Gide menatap Rachel dengan intens.
"Tergantung" Rachel mengangkat kedua bahunya.
"Tergantung apa?" Gide menyimak perkataan Rachel dengan seksama.
"Ya tergantung kakak bisa kembali tampan seperti kemarin atau malah jadi semakin jelek hehehehe" Rachel terkekeh.
"Dasar kau ini!" Gide mengacak acak rambut Rachel.
"Kakkkkkk kau merusak rambutku" Rachel selau saja protes bila Gide merusak tatanan rambutnya.
"Ini kan sudah malam, lagi pula rambutmu juga sudah tidak berbentuk" Gide mengulum senyumnya karena ekspresi Rachel sangat membuatnya gemas.
"Sudah tau rambutku sudah tidak berbentuk, kau bukannya merapikan malah tambah bikin rusak saja huhhhhh" Rachel mengerucutkan bibirnya dengan gemas membuat Gide tergelak.
__ADS_1
"Ya sudah maaf, ini habiskan makananmu ya, setelah itu kau harus tidur agar tubuhmu tetap sehat" Gide kembali menyuapi Rachel dengan telaten.
Malam itu mereka kembali bersikap seperti biasanya. Sejenak keduanya seperti melupakan masalah yang sedang terjadi diantara mereka.