Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Gamal Sakit


__ADS_3

"Rach, kau dimana?" Gaby menelpon adiknya.


"Aku baru saja pulang dari kampus kak, ada apa?" Rachel bertanya.


"Kak Gamal masuk rumah sakit" kata Gaby memberi info.


"Loh kok bisa?" Meskipun Rachel tau kalau Gamal memang sakit karena ditinggal oleh Sera, namun ia tidak menyangka kalau sampai separah ini hingga masuk rumah sakit segala.


"GERD-nya kambuh karena psikosomatis ditinggal Sera" jawab Gaby.


"Astaga, benar-benar ya kak Gamal ini" Rachel jadi gemas sendiri melihat bagaimana kedua orang yang saling jatuh cinta ini tidak mau saling terbuka dan menyakiti diri masing-masing.


"Menyebalkan sekali ya mereka itu!" Gaby sama gemasnya dengan Rachel.


"Bangetttt,,, ya sudah kak, aku ke rumah sakit sekarang juga ya, kakak masih di rumah sakit kan?" Rachel bertanya pada Gaby.


"Iya, aku dan kak Dimas masih di rumah sakit" jawab Gaby.


"Oke, tunggu aku ya, stengah jam lagi aku akan tiba" kata Rachel.


"Oke, hati-hati di jalan ya" kata Gaby.


"Iya kak, bye" Rachel kemudian menutup telponnya.


..........


"Kak Gamal, kau kenapa?" Rachel mendekat ke arah brankar.


"Hai Rach, aku tidak apa-apa kok, tenang saja!" jawab Gamal sok cool.

__ADS_1


"Kalau tidak apa-apa kenapa tiduran di sini?" Rachel menatap Gamal kesal.


"Heheheheh, GERD ku kambuh nih" akhirnya mengaku juga.


"Apa Sera sudah tau kalau kakak sakit?" Rachel bertanya kepada Gamal sambil melirik ke arah Niken yang berdiri di sisi Gamal dan menggenggam tangan pria tampan itu.


"Belum, aku tidak mau membuatnya khwatir" jawab Gamal.


"Kakak jangan ge er, Sera itu tidak akan pernah khawatir padamu lagi, karena sekarang dia sudah hidup bahagia di sana, bahkan dia sudah punya gebetan baru yang tampan, muda, pintar dan kaya raya loh!" Rachel asal mengarang bebas saja karena kesal melihat Gamal kembali menerima Niken yang dengan tidak tau malunya hadir kembali setelah bertahun-tahun menghancurkan hidup Gamal.


"Sera memang hebat ya, baru saja pindah beberapa hari, eh sudah ada gebetan baru saja!" Gide yang paham akan ekspresi kesal Rachel ikut menimpali.


"Tentu saja, Sera kan gadis yang cantik, pastilah banyak pria keren yang mengejarnya!" Dimas pun tidak mau kalah.


"Ck!" Gamal yang sedang sakit karena stres memikirkan Sera, semakin stres mendengar bahwa Sera sudah didekati oleh pria lain.


"Sudah-sudah jangan membahas Sera terus, nanti kupingnya dia panas loh, trus nanti dia kegigit-gigit terus lidahnya karena diomongin sama kalian!" Gaby menghentikan mereka semua, ia yang berada ditengah-tengah antara adik dan sahabatnya berusaha untuk netral.


"Oya, kau sudah makan siang belum?" Gaby bertanya kepada Rachel.


"Belum kak, tadi aku langsung ke sini jadi belum sempat" jawab Rachel.


"Kalau begitu kau ke kantin saja dulu gih, beli makan siang, nanti kau bisa ikutan sakit kalau tidak makan" Gaby memberi kode kepada Rachel agar menjauh dari Niken untuk sementara waktu. Ia yang tau bahwa Rachel sangat membenci Niken karena Sera, berusaha menengahi konflik yang sedang berlangsung.


"Ayo Rach, biar aku temani, toh disini juga sudah terlalu pengap!" Gide yang juga membenci Niken memilih untuk menjauh dari gadis yang sudah menghancurkan hati kakaknya itu.


"Ayo kak" merek berdu pun akhirnya pergi ke kantin.


"Kau mau makan apa?" tanya Gide kepada Rachel.

__ADS_1


"Ketoprak sepertinya enak" Rachel menatap barisan kios makanan yang berjajar rapi di kantin rumah sakit.


"Oke, sebentar ya aku pesankan, oya minumnya apa?" Gide sudah berdiri.


"Teh manis saja kak" jawabnya spontan.


"Siippp" Gide pun berjalan menuju kios ketoprak .


"Ngomong-ngomong bagaimana dengan kuliahmu?" Setelah memesan makam siang mereka, Gide pun kembali duduk.


"Menyenangkan, bahkan aku bertemu dengan teman SMP ku yang mengambil jurusan yanh sama heheheh" Rachel sudah kembali ke mood baiknya.


"Syukurlah, apa materinya susah?" tanya Gide lagi.


"Aku belum belajar kak, masih masa orientasi saja, jadi belum tau seperti apa materinya" Rachel menyeruput teh manisnya.


"Oohhhh" Gide ber oh ria.


"Permisi, ini pesanannya" sang pedagang ketoprak meletakkan ketopraknya di meja.


"Terima kasih" Rachel yang sudah sangat lapar langsung mulai memakannya.


"Kau ini benar-benar anak kecil yang ceroboh ya, makan sampai belepotan kemana-mana begini!" Gide membersihkan sisa bumbu kacang di bibir bagian bawah Rachel saat gadis itu masih sibuk mengunyah.


"Aku sangat lapar kak heheheh" Rachel selalu cuek dengan penampilannya.


"Ck, kau ini!" Gide hanya bisa geleng-geleng melihat sikap absurd gadis cantik di depannya itu.


Mereka berdua cukup lama menghabiskan waktunya di kantin untuk mengobrol dan bercanda ?karena malas melihat kehadiran Niken. Setelah Gaby menelpon dan mengatakan bahwa Niken sudah pulang karena keluarga besar Anderson sudah datang semua, barulah Rachel dan Gide kembali ke dalam kamar rawat Gamal.

__ADS_1


__ADS_2