Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Reaksi Tuan dan Nyonya Anderson


__ADS_3

"Ck, kemana sih Gamal!" Gide yang kesal karena Gamal tidak mengangkat ponselnya kemudian menelpon Dimas.


"Dim," Gide memanggil pria itu melalui sambungan telpon saat waktu sudah mendekati jam pulang kantor.


"Ada apa?" tanya Dimas.


"Apa Gamal ada di kantor?" Gide bertanya pada Dimas.


"Dia baru saja ijin pulang lebih cepat seperti dirimu tadi siang, karena temannya Sera ada yang sakit, mungkin sekarang lagi di jalan" Dimas menjelaskan.


"Ck, pantas saja telponku tidak diangkat" Gide berdecak kesal.


"Memangnya ada apa? apa ada hal yang penting?" Dimas curiga karena Gide seperti terdengar panik.


"Rachel positif hamil, sekarang kami di rumah sakit dekat kampusnya karena tadi dia pingsan, bisakah kau kabari uncle Ron, papaku dan juga uncle Mike?" Gide meminta bantuan kepada sahabatnya itu.


"Baiklah, lalu bagaimana kondisi Rachel saat ini?" tanya Dimas.


"Dia masih syok, sekarang sedang tertidur karena kondisi fisiknya pun sangat lemah" jawab Gide sambil menarik nafas.


"Kau tunggu di sana ya, aku akan segera datang bersama yang lain" Dimas kemudian hendak bergegas mengabari Mike.


"Terima kasih ya Dim, maaf aku merepotkanmu" Gide sangat bersyukur karena memiliki sahabat baik seperti Dimas.


"Iya, sama-sama, kalian baik-baik ya di sana" Dimas berusaha semaksimal mungkin menenangkan Gide.


"Iya, bye" Gide memutuskan panggilan telponnya.


..........


Tok Tok Tok,,

__ADS_1


"Ayah, apa aku boleh masuk?" Dimas bertanya kepada sang mertua.


"Masuklah" Mike mengangguk.


"Ayah, Rachel positif hamil, dia sekarang ada di rumah sakit dekat kampusnya karena tadi pingsan saat kuliah" Dimas to the point.


"Hemmm, sudah kuduga" Mike yang mendengar cerita dari Ananda kalau belakangan ini Rachel sering mual dan muntah sudah memiliki kecurigaan.


"Apa ayah bisa membantu mengatakannya kepada uncle Ron dan Om George?" tanya Dimas.


"Oke, panggil mereka berdua kesini sekarang" Mike yang sudah memperdiksi ini sejak awal tidak merasa kaget lagi.


"Baik" Dimas pun berjalan ke ruang kerja Ron dan George sesuai dengan perintah Mike.


"Duduklah" Mike meminta Ron dan George duduk di sofa ruang kerjanya.


"Ada apa?" Ron yang melihat aura serius di wajah Mike memiliki firasat buruk.


"Bagaimana kondisinya saat ini?" Ron cukup reaktif mendengar kabar sang putri.


"Sekarang kondisinya masih lemah, namun dokter sudah menanganinya dengan baik, Gide juga sudah ada di sana untuk menjaganya" Dimas membantu menjawab.


"Saat ini kita tidak perlu cemas akan kondisi Rachel karena ia sudah berada di tangan yang tepat. Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana menyampaikan ini kepada Ayu, Maya dan juga Ananda. Kita harus mencari cara agar mereka tidak kaget, terutama Ayu yang pasti akan sangat terguncang mendengar putrinya hamil diluar nikah karena kebodohan putranya dan keponakannya sendiri" Mike memberikan gambaran kepada semuanya.


"Lalu kita harus bagaimana?" Ron terserang panik.


"Tenanglah, jangan panik, sekarang kita semua lebih baik pulang ke rumahku, kita kumpul sekeluarga besar untuk menceritakan semua kejadiannya secara detail" Mike menasehati.


"Dimas, apa kau bisa katakan pada Gaby untuk menjemput Ayu ke rumahku?" Mike memberi instruksi.


"Lalu coba kau lacak dimana Gamal dan Sera sekarang? suruh mereka ke rumah sakit segera setelah menjenguk temannya yang sakit itu agar bisa menemani Rachel yang masih terguncang" Mike menanbahkan instruksinya lagi.

__ADS_1


"Baik ayah" Dimas kemudian menelpon Gaby dan menceritakan semuanya secara detail. Ia juga meminta istrinya itu menjemput Ayu untuk datang ke rumah Mike dan mengabari Sera tentang kondisi Rachel, sesuai perintah Mike.


..........


"Dasar anak kurang ajar, tidak tau diri, kenapa kau begitu bodoh berbuat selicik itu hah?" Ayu terus saja memukuli Richard setelah ia mendengar kenyataaan pahit tentang putri kesayangannya itu.


"Maafkan aku Mom" hanya itu yang terucap dari mulut Richard.


"Apa permintaan maafmu itu bisa membuat saudara kembarmu kembali suci?" Ayu benar-benar murka.


"Mom aku juga bersalah, jangan hanya pukul Richard, pukul aku juga Mom" Rafael berlutut dihadapan Ayu.


"Minta maaflah pada bundamu, bersujudlah dikakinya untuk memohon ampun atas ulah bejatmu!" Ayu tidak ingin menyakiti Rafael meskipun ia sangat marah kepada keponakannya itu.


"Awww" Ayu merasa kepalanya berputar seketika.


"Sayang ayo duduk, sudah cukup, kau jangan marah-marah lagi ya, nanti kesehatanmu terganggu" Ron memeluk sang istri dan memapahnya ke arah sofa.


Sementara Ananda dan Maya hanya bisa menangis tersedu-sedu mendengar semua cerita tentang Gide dan Rachel yang terjebak oleh ulah usil Rafael dan juga Richard.


"Sekarang kita semua harus tenang, yang paling terpenting saat ini adalah menjaga agar mental Rachel tidak semakin drop, kita harus bisa bersikap senormal mungkin dihadapannya agar ia merasa memiliki pendukung" Mike memberi nasehat kepada semuanya.


"Bagaimana keadaannya sekarang?" Ayu yang sudah mulai tenang bertanya.


"Sudah lebih baik, ada Gide yang menjaganya, Sera dan Gamal juga sudah di rumah sakit" jawab Gaby yang terus memantau kondisi Rachel melalui Gide.


"Sekarang kita lebih baik datang menjenguknya untuk memberi dukungan" George memberi usul.


"Iya benar, ayo" Ron yang sudah tidak sabar ingin melihat putrinya langsung menyetujui usulan George.


Tanpa menunggu lebih lama, mereka semua pun kemudian berangkat menuju rumah sakit untuk menjenguk Rachel.

__ADS_1


__ADS_2