
Setelah mendengar cerita dari Dimas tentang rencana Raf dan Rich yang ingin membantu Gide membuat Rachel cemburu, Gaby pun jadi terlihat sangat antusias dan heboh bak ibu-ibu komplek yang hobi bergosip.
"Mama mau ngapain?" Dimas mengernyitkan dahinya saat Gaby melepaskan pelukannya dan turun dari tempat tidur.
"Mama mau telpon Sera" Gaby meraih ponselnya dari atas nakas.
"Tapi ini kan sudah malam ma, sudah jam sebelas loh, pasti Sera dan Gamal sudah tidur" Dimas merasa menyesal karena sudah menceritakan rencana ini kepada sang istri saat tengah malam.
"Tidak pa, mama yakin kalau Sera masih terjaga, dia bilang kalau selama hamil ini tengah malam suka kelaparan, jadi sekarang pasti dia dan Gamal masih berada di ruang makan" Gaby tetap keras kepala.
"Sejak kapan sih istriku ini jadi tukang gosip?" Dimas bergumam kecil, namun cukup jelas terdengar oleh sang istri.
"Papa bilang mama apa barusan?" Gaby berkacak pinggang karena tidak terima dikatakan tukang gosip oleh sang suami.
"Makanya besok saja telponnya, sudah malam sudah waktunya tidur, sini" sambil menepuk kasur kosong disebelahnya.
"Ck" dengan terpaksa Gaby pun menuruti perkataan sang suami.
"Nah gini dong, ini baru istrinya papa yang paling cantik" Dimas meraih tubuh Gaby dalam pelukannya dan mengecup keningnya.
"Mama kan cuma ingin membantu Rachel dan Gide saling jatuh cinta pa" Gaby mengerucutkan bibirnya dengan gemas, membuat Dimas tergelak melihat aksi protes sang istri.
"Besok pagi setelah kita mengantar anak-anak ke sekolah dan sebelum papa berangkat ke kantor, papa akan antarkan mama ke rumah Sera, mama bisa puas deh susun rencana untuk mereka berdua. Bagaimana hemmm?" Dimas meraih dagu sang istri dan menghadapkan wajah Gaby ke depan wajahnya sendiri.
"Benar ya janji, jangan bohong?" Gaby merajuk.
"Iya sayang, memang kapan sih papa pernah bohong sama mama?" Dimas mengangguk.
"Ya sudah" Melihat sang suami yang selalu memanjakannya, Gaby pun akhirnya menurut.
"Sekarang tidur dulu ya, mama harus siapkan energi yang banyak buat acara ghibah bersama Sera besok pagi" senyum jahil tersungging di wajah Dimas.
__ADS_1
"Papaaaaaaa" Gaby mencubit perut sang suami, membuat yang dicubit kembali tergelak.
Mereka berdua pun kemudian memasuki dunia mimpi yang indah dengan saling berpelukan mesra. Meskipun usia pernikahan mereka terbilang sudah tidak baru lagi, karena sudah lebih dari tujuh tahun menikah dan sudah dikaruniai dua anak yang lucu dan pintar, namun keduanya tetap harmonis dan semakin harmonis hari demi hari.
..........
"Kak, kalian tumben sekali pagi-pagi sudah kesini?" Sera terkejut melihat kakak dan kakak iparnya tiba-tiba datang ke rumahnya.
"Ada hal penting yang mau aku ceritakan padamu" Gaby berkata dengan menggebu-gebu dan tanpa basa-basi sama sekali.
"Ayo masuk" Sera kemudian mengajak Gaby menuju ruang keluarga.
"Apa Gamal sudah berangkat?" Dimas celingukan mencari sosok sahabat yang juga skaligus menjadi adik iparnya itu.
"Iya sudah, belum lama kok" Sera mengangguk.
"Kalau begitu aku juga berangkat deh" Dimas berkata sambil menatap Gaby dan Sera secara bergantian.
"Hati-hati di jalan ya pa" pesan Gaby.
"Nasibbbbb, jadi obat nyamuk" Sera berseloroh melihat keromantisan kedua kakaknya itu.
"Suruh suamimu pulang lagi saja kalau begitu" kata Gaby dengan cueknya, membuat yang dikomentari cemberut.
"Ya sudah, aku jalan dulu" kemudian Dimas berjalan menuju ke mobilnya.
"Yang semangat ya pa kerjanya" Gaby melambaikan tangannya sebagai tanda menghantarkan sang suami untuk mengais rejeki.
"Iya sayang" Dimas membalas lambaian tangan sang istri sebelum melajukan mobilnya keluar gerbang megah rumah mewah milik Sera dan Gamal.
"Ayo kak masuk" setelah kepergian Dimas, mereka berdua pun berjalan ke dalam rumah dan duduk di sebuah sofa empuk yang berada di ruang keluarga.
__ADS_1
"Ada apa?" Sera yang penasaran akhirnya tidak sabar dengan apa yang akan disampaikan oleh sang kakak.
"Kata kak Dimas, kak Gide dan Rachel akan bercerai setelah anak mereka lahir nanti" Gaby memulai dengan prolog.
"Hah serius?" Sera melongo tidak percaya.
"Iya, kemarin kak Gide sempat curhat sama kak Dimas dan kak Gamal kalau Rachel masih belum menerima pernikahan mereka, ia masih ingin berada di jalannya sendiri, sampai-sampai kak Gide merasa bersalah dan akhirnya memutuskan untuk mengambil hak asuh anak mereka jika akhirnya nanti harus bercerai demi membuat Rachel bisa mengejar cita-citanya yang tertunda.
"Kok kak Gamal tidak bilang sama aku sih!" Sera merasa kesal karena sang suami tidak menceritakan masalah Gide dan Rachel kepada dirinya.
"Mungkin kak Gamal tidak ingin kehamilanmu terganggu dengan masalah yang dihadapi oleh kak Gide dan Rachel" Gaby yang melihat gelagat akan adanya perang dunia kedua antara sang adik dengan suaminya menenangkan Sera.
"Hemmm begitu ya?" Sera yang hampir emosi akhirnya kembali mereda.
"Iya, lagian sekarang bukan itu poin pentingnya" Gaby meluruskan kembali tujuan dari percakapan mereka.
"Baiklah, lalu?" Sera pun kembali penasaran.
"Kau tau kan kalau Dad Ron dan Duo grandma sedang menghukum Raf dan Rich untuk bisa membuat Rachel dan kak Gide saling jatuh cinta?" Gaby bertanya kepada Sera dengan antusias.
"Iya aku tau" Sera mengangguk.
"Nah kata kak Dimas, kemarin itu kak Gide sempat cerita kalau dia sudah mulai jatuh cinta dengan Rachel, namun seolah cintanya itu bertepuk sebelah tangan, jadinya dia memilih mengalah dan bercerai saja" Gaby berkata.
"Rachel ini bodoh atau bagaimana sih? suami sesempurna kak Gide dia sia-siakan!" Sera sangat geram melihat kebodohan adik sepupunya.
"Nah makanya kemarin akhirnya kak Dimas dan kak Gamal mengajak Raf dan Rich membuat sebuah skenario untuk membuat Rachel cemburu dengan kak Gide dan menyadari perasaannya!" Gaby kemudian menceritakan dengan detail rencana para pria dengan bantuan dari Putri dan tunangannya.
"Wahhh ide yang bagus, aku setuju banget!" Sera manggut-manggut mendengar rencana mereka semua.
"Itu dia, makanya aku ke sini ingin mengajakmu mendukung rencana mereka semua, kita bisa semakin jadi kompor bleduk agar Rachel semakin terbakar api cemburu melihat kedekatan suaminya dan Putri!" Gaby seperti provokator demonstrasi.
__ADS_1
"Oke, ayo kita atur strategi kak!" Sera seolah melupakan sejenak morning sickness yang sedang dialami selama masa kehamilannya itu saking tertariknya dengan rencana membuat Rachel cemburu tersebut.
Mereka berdua pun akhirnya sepakat menyusun rencana untuk Rachel. Baik Gaby maupun Sera sampai tidak sadar kalau waktu terus berjalan berganti siang. Mereka baru menghentikan obrolannya saat supir pribadi Gaby datang untuk menjemputnya serta anak-anaknya yang hendak pulang sekolah.