Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
I Love You Too


__ADS_3

"Sayang kau masih marah ya?" Gide yang baru selesai berganti pakaian mendekati Rachel yang sudah berbaring di tempat tidur dengan selimut menutup rapat tubuhnya.


"Nanti kau sesak nafas loh sayang kalau ditutup begini" Gide menarik selimut yang menutupi wajah Rachel secara perlahan.


"Jangan marah lagi ya, maafkan suamimu yang selalu membuatmu kesal ini ya sayang" Gide masuk ke dalam selimut dan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri yang tidur memunggunginya.


"Hiks hiks hiks" suara isak tangis terdengar dari mulut Rachel, air matanya lolos begitu saja.


"Sayanggggg, maaf ya" Gide mencoba menarik bahu Rachel agar sang istri telentang.


"Hiks hiks hiks" entah mengapa hormon kehamilan Rachel membuatnya menjadi wanita yang lemah, tidak seperti aslinya yang begitu tomboy.


"Sayang jangan menangis, aku mohon hukum aku" Gide panik.


"Kau suami jahat, kenapa membohongi aku? padahal aku tidak pernah membohongimu, aku selalu berkata jujur tentang semua hal!" Rachel merasa tidak suka dibohongi.


"Iya, aku memang pembohong, tapi aku janji, mulai saat ini aku tidak akan pernah berbohong lagi padamu" kata pria tampan itu sambil menunjukkan dua jarinya yang berbentuk V.


"Aku tidak percaya" Rachel marajuk dengan sangat manja.


"Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya?" Gide naik ke atas tubuh Rachel, menghimpit sang istri yang telentang dibawah tubuhnya dengan begitu posesif.


"Tau ahhhh sebelllll" Rachel membuang mukanya.


"Sayangku, cintaku, permata hatiku, belahan jiwaku, nafas hidupku, jangan marah lagi ya, plisssssss" Gide merayu dengan segala cara.

__ADS_1


"Gombal" Rachel yang digombali oleh sang suami hanya bisa menahan senyumnya saja dan membuang muka agar Gide tidak melihatnya tersenyum.


"Sayangggggg" kini bibirnya mulai mengecupi leher jenjang sang istri, membuat Rachel merinding karena kegelian.


"Sana ah jauh-jauh" Rachel pura-pura mendorong tubuh suaminya.


"Tidak mau, aku tidak mau jauh-jauh darimu, nanti aku bisa mati karena gila" Gide merayu sang istri layaknya playboy cap kadal yang sedang mengeluarkan jurus mautnya merayu para gadis.


"Ihhh berat tau" Rachel mendorong lagi, tapi kali ini lebih manja dari sebelumnya.


"Mungkin karena kau memakai baju dan selimut makanya jadi terasa berat, bagaimana kalau aku bantu melepasnya supaya lebih ringan?" Gide yang melihat Rachel mulai melunak semakin merayunya.


"Kakkkk" pukulan manja mendarat di dada Gide, membuat yang dipukul tergelak melihat sikap sang istri.


"Ahhhhhhh" lenguhan lolos dari bibir Rachel saat Gide menggigit kecil daun telinganya.


"Sayang, aku sangat mencintaimu" kabut asmara kembali muncul di mata Gide.


"Emmmhhhhh" Rachel mulai tidak karuan karena Gide mulai meneroboskan jarinya ke area bawah dengan begitu lincahnya.


"Apa kau tau aku selalu merindukanmu setiap saat?" tangan Gide tidak henti-hentinya berkarya di bagian tubuh sensitif sang istri.


"Ahhhh kakkkk aku tidak tahan lagiiiiii" Rachel sudah bergetar hebat.


"Aku berjanji mulai saat ini tidak akan pernah berbohong padamu sedikit pun sayang" Gide mengecup bibir sang istri dengan lembut sebelum akhirnya ia melucuti semua atribut yang ada di tubuhnya dan juga sang istri untuk memulai pertempuran panas mereka hingga tengah malam.

__ADS_1


"Ahhhh kakkkkk euggghhhhh" Rachel bergelinjang saat hujaman demi hujaman dari Gide membuatnya terbang melayang.


"Ayo sayang kita bersama-sama" setelah membuat sang istri berkali-kali bergetar hebat, Gide pun kini hampir mencapai titik tertingginya.


"Kakkkkkkk ahhhhhhh" Rachel berteriak.


"Arghhhhhhhh" Gide bergetar hebat saat berada di puncak asmara.


"Terima kasih sayang, aku sangat bersyukur memiliki istri seperti dirimu yang pemaaf dan penyabar. I love you Rachel Anderson" Gide memeluk sang istri dengan penuh kasih sayang setelah mereka selesai bertempur.


"I love you too Gideon Harpa Anderson" Rachel membalas ucapan cinta sang suami.


"Sayang!?" Gide terbelalak karena merasa terkejut.


"Iya papa" Rachel mengelus pipi suaminya dan mengecup lembut bibir pria tampan yang kini ia sadari sangat dicintainya itu.


"Terima kasih sayang, terima kasih" Gide merasa melambung tinggi.


Malam itu adalah malam dimana mereka berdua benar-benar terikat secara lahir dan batin sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai. Rachel yang sudah menyadari perasaannya bertekad untuk menjaga cinta mereka hingga maut memisahkan. Ia tidak akan membiarkan wanita mana pun merebut Gide dari sisinya, terlebih saat ini di rahimnya sudah ada buah cinta mereka yang membuat keduanya saling terikat dengan sangat erat.


.................


Haloooo semuaaaaa,,


Hayooooo, hayooo mana nih tim yang nungguin kebucinan mereka berdua???? udah kan ya???? nah sebagai bonusnya boleh dong Rosi minta Like, komen, vote, favorit, hadiah dan juga share??? jangan lupa juga follow akun Rosi Lombe ya biar up date terus kisahnya The Anderson..

__ADS_1


__ADS_2