
Setelah rangkaian fieldtrip selama tiga hari dua malam di peternakan terbesar selesai dilakukan, semua mahasiswa pun kembali ke kampus dengan menggunakan bus rombongan.
"Kak kau kemari sengaja menjemputku?" Rachel terkejut ketika melihat Gide berdiri menunggunya di depan parkiran kampus.
"Iya, tadi Dad-mu menelponku katanya pak supir tidak bisa masuk kerja karena sedang ada urusan mendesak, jadi aku yang diminta untuk menjemputmu" jawab Gide.
Padahal sesungguhnya Ron sendiri yang meminta sang supir untuk tidak usah masuk bekerja supaya Gide bisa menjemput Rachel sebagai misi menjadi makcomblang untuk keduanya. Setelah pengakuan Gide tentang tragedi di villa, Ron memang bertekad untuk menjodohkan Gide dan Rachel, dengan atau tanpa Rachel hamil.
"Ayo" Gide mengambil Ransel gadis itu dan menuntunnya berjalan ke arah mobilnya.
"Terima kasih" Rachel tersenyum saat Gide membukakan pintu mobilnya.
"Sama-sama" Gide membalas senyuman itu sebelum akhirnya ia masuk ke dalam mobil juga melalui pintu pengemudi.
"Bagaimana fieldtripnya?" tanya Gide untuk menghilangkan canggung. Ia sebisa mungkin bersikap seperti biasanya meskipun dalam hati kecilnya ia ingin sekali bertanya tentang kondisi Rachel pasca kejadian itu.
"Menyenangkan, aku jadi banyak belajar tentang hewan-hewan ternak kak" Rachel tersenyum membayangkan bagaimana ia kemarin sempat praktek cara mengecek suhu tubuh sapi saat di peternakan.
"Apa kau benar-benar menyukai jurusan yang kau pilih?" Gide menatap sekilas ke arah Rachel.
__ADS_1
"He em, aku sangat senang karena akhirnya jurusan yang aku pilih ini sesuai dengan diriku, dan yang paling penting adalah Mom tidak menolaknya" Rachel tersenyum bahagia.
"Terima kasih ya kak, berkat kakak aku jadi bisa masuk ke fakultas yang memang sesuai dengan diriku sendiri" senyumnya terus merekah.
"Syukurlah kalau kau senang, aku pun ikut senang" Gide mengelus rambut Rachel dengan lembut.
"Oya, kau mau makan dulu tidak sebelum pulang? aku sangat lapar nih" Gide mengelus perutnya.
"Hemmm boleh, kakak mau makan apa?" gadis itu bertanya pada Gide.
"Menurutmu apa yang enak?" Gide bertanya balik.
"Oke, sip" Gide pun melajukan mobilnya ke arah restoran nasi padang langganan keluarga Anderson.
..........
"Makannya pelan-pelan saja, kan yang kelaperan aku, kenapa jadi kau yang serakah?" Gide terkekeh melihat bagaimana Rachel makan dengan sangat lahap.
"Aku sangat lapar juga kak, entah mengapa beberapa hari belakangan ini aku seperti selalu ingin makan terus-menerus" Rachel bercerita sambil menikmati makanannya.
__ADS_1
"Mungkin karena kau masih dalam tahap pertumbuhan seperti balita" Gide berseloroh untuk menetralkan suasana hatinya yang bergemuruh karena ia sedikit khawatir jika hal itu terjadi karena Rachel sesungguhnya sedang hamil.
"Memangnya aku ini anak kecil apa?" Rachel tidak terima dikatakan masih dalam tahap pertumbuhan seperti balita.
"Kau kan memang masih kecil, buktinya makan saja selalu belepotan" Gide membersihkan sisa makanan yang menempel di bibir gadis mungil itu.
"Namanya juga kelaparan, ya wajar saja kan?" Rachel menjawab dengan cueknya.
"Terserah kau sajalah" akhirnya Gide mengalah.
Tidak perlu waktu lama untuk keduanya menghabiskan semua makanan yang tersaji di atas meja. Rachel yang memang sedang merasa lapar dengan sigapnya menghabiskan semua tanpa sisa.
"Ayo kak, aku sudah kenyang" Rachel yang sudah lelah karena aktivitasnya selama di peternakan sangat menguras tenaga memilih untuk segera beranjak dari restoran sesegera mungkin agar bisa langsung beristirahat di rumah.
"Oke, ayo" Gide yang sudah menyelesaikan pembayaran pun segera menggandeng tangan Rachel dan berjalan menuju mobil.
"Istirahat ya, kau pasti sangat lelahkan karena beberapa hari ini berada di lapangan terus" Gide membelai pipi Rachel dengan lembut.
"Iya kak, terima kasih ya sudah menjemput dan mentraktirku" Rachel merasa senang karena Gide tetap memperlakukannya sama seperti sebelumnya. Meskipun dalam hati kecilnya ia masih sangat khawatir akan resiko kehamilannya, namun ia tidak ingin merusak hubungan baiknya dengan Gide yang sudah terjalin baik selama ini.
__ADS_1
"Iya sama-sama, sudah sana masuk ke dalam" tanpa menunggu lagi Rachel pun kemudian masuk ke dalam rumah dan langsung berjalan menuju kamarnya.