Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Perubahan Sikap Gide


__ADS_3

Tok Tok Tok,,


"Nyonya, makan malamnya sudah siap" sang pelayan mengetuk pintu kamar Rachel.


"Baik, terima kasih, aku akan ke bawah sebentar lagi" jawab Rachel.


Setibanya di ruang makan Rachel mencari keberadaan sang suami yang tak kunjung terlihat.


"Dimana kak Gide?" tanya Rachel kepada sang pelayan yang melayaninya.


"Kata tuan, nyonya makan duluan saja, tuan masih menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor yang masih belum selesai di ruang kerjanya" sang pelayan menjelaskan.


"Ohhhh" Rachel hanya manggut-manggut. Ia pun kemudian mulai makan malam tanpa berfikir apapun tentang Gide.


Setelah makan malam selesai, Rachel memutuskan untuk langsung masuk ke kamar dan menunggu Gide selesai bekerja sambil memainkan ponselnya.


"Tumben sekali kak Gide belum kembali ke kamar" selama satu minggu lebih tinggal satu kamar dengan Gide, baru kali ini Rachel melihat Gide berlama-lama di luar kamar. Biasanya jika sudah tidak ada kegiatan apapun, Gide lebih suka bermalas-malasan di dalam kamar sambil bermain ponsel di tempat tidur.


..........


"Astaga sudah pagi?" Rachel terperanjat saat melihat jam dinding menunjukkan pukul tujuh pagi. Ia yang sudah terlambat kuliah langsung bergegas mandi dan bersiap berangkat. Semalam saat menunggu Gide selesai bekerja, ia tidak sengaja ketiduran sehingga sama sekali tidak melihat Gide masuk ke dalam kamar.


"Selamat pagi nyonya" sapa sang pelayan saat Rachel duduk di kursi makan.


"Selamat pagi, kak Gide dimana?" tanya Rachel sambil menggigit Rotinya.


"Tuan sudah berangkat tadi pagi-pagi sekali" kata sang pelayan.

__ADS_1


"Ohhhhh" Rachel ber oh ria.


"Tuan berpesan jika mulai hari ini akan ada supir baru yang selalu siap mengantar dan menjemput nyonya kuliah" pelayan itu memberikan informasi.


"Begitu ya?" Rachel mulai merasa ada yang aneh dengan Gide.


"Apa ada lagi yang perlu saya siapkan nyonya?" sang pelayan bertanya.


"Tidak ada, terima kasih ya" Rachel tersenyum.


Setelah menghabiskan semua rotinya yang ada di atas piring, Rachel pun kemudian bergegas berangkat karena takut terlambat kuliah.


..........


"Kenapa dia tidak mengangkat telpon dariku ya?" Rachel yang mencoba menghubungi Gide saat sedang berada di dalam mobil merasa aneh.


"Halo kak, kau dimana sekarang?" Rachel yang penasaran akhirnya menelpon Gamal sang kakak ipar.


"Apa kak Gide sudah ada di kantor juga?" Rachel bertanya.


"Entahlah, aku belum bertemu dengannya" Gamal berkata apa adanya.


"Apa aku boleh minta tolong sama kakak untuk cek ke ruangannya?" Rachel memohon.


"Memangnya kau tidak bisa menghubunginya langsung?" Gamal jadi curiga.


"Telponnya tidak diangkat kak" Rachel mengadu.

__ADS_1


"Coba aku cek dulu ke ruangannya ya" kata Gamal sambil berjalan keluar ruangannya menuju ruangan sang adik.


"Terima kasih kak" Rachel merasa bersyukur memiliki kakak ipar yang baik.


"Gide, istrimu menelpon nih" Gamal yang melihat Gide sedang menatap layar laptopnya dengan serius menyodorkan ponselnya, membuat Gide tidak punya pilihan untuk mengelak.


"Halo" Gide menjawab.


"Kak, apa kau baik-baik saja?" Rachel bertanya dengan cemas.


"Iya" jawabnya singkat.


"Apa kau marah padaku karena kemarin?" Rachel bertanya lagi.


"Tidak" Gide hanya menjawab seperlunya saja.


"Lalu kenapa kau seperti menghindar dariku?" Rachel penasaran.


"Aku sedang banyak pekerjaan karena sudah cuti beberapa hari, jadi aku harus menyelesaikannya segera" Gide mencari alasan.


"Begitu ya?" Rachel berusaha percaya.


"Sudah ya, aku tutup dulu" Gide langsung menutup telponnya tanpa basa basi sama sekali.


"Halo kak?" Rachel yang belum selesai bicara gelagapan karena Gide memutus telponnya secara sepihak.


"Aku kan belum selesai, kenapa dia sudah menutupnya?" Rachel menggerutu kesal.

__ADS_1


"Sepertinya kak Gide benar-benar marah padaku hufffffff" Rachel menghembuskan nafasnya dengan berat.


Sepanjang hari Rachel pun merasa gelisah karena Gide sama sekali tidak menghubunginya, sangat berbeda dari hari sebelumnya dimana setiap satu jam sekali Gide menelpon untuk memastikan bahwa dirinya baik-baik saja.


__ADS_2