Cinta Karena Jebakan

Cinta Karena Jebakan
Aku Akan Menyunatmu Sampai Habis


__ADS_3

Kringgggg,,,,


"Kak kenapa kau tidak mengangkatnya? dari semalam berdering terus loh" kata Rachel saat mereka hampir selesai sarapan bersama pada pagi hari berikutnya.


"Biarkan saja, tidak penting kok" jawab Gide dengan cuek.


"Kalau tidak penting kenapa kak Putri terus saja menghubungimu tanpa henti? aku rasa pasti ada sesuatu hal yang ingin dia bicarakan denganmu!" Rachel mendesak Gide mengangkat telpon dari Putri2 yang artinya panggilan dari Richard.


"Nanti saja aku angkat saat di kantor" Gide yang tidak mau diganggu oleh adik iparnya saat sedang menikmati kebersamaan dengan sang istri tetap bersikeras tidak mau mengangkatnya.


"Apa karena ada aku jadi kakak tidak ingin mengangkatnya?" Rachel mulai merasa resah sendiri.


"Kau ini sedang cemburu ya?" Gide kemudian mendekatkan kursinya ke arah sang istri.


"Tidak, siapa bilang?" Rachel membuang mukanya.


"Hey sayang lihat aku, sudah berapa kali aku bilang kalau aku dan Putri tidak ada hubungan pribadi apapun, hubungan kami murni profesional dan hanya terjadi karena pekerjaan" Gide meraih dagu Rachel dan mengecup bibir sang istri dengan lembut.


"Tapi kenapa dia terus menelponmu sepanjang waktu?" Rachel mulai menunjukkan sikap cemburunya.


"Percayalah padaku, aku tidak akan pernah berpaling darimu sayangku" kini Gide meraih tengkuk sang istri sehingga kecupan yang awalnya lembut kini berubah menjadi memanas dan dalam.

__ADS_1


"Emmhh kakkk" Rachel yang kehabisan nafas melepaskan pagutan mereka.


"Percayalah padaku ya, jangan pernah ragukan cintaku padamu oke?" Gide mengelus bibir mungil sang istri yang kini sudah membuatnya gila.


"Tapi janji ya jangan bohong" Rachel merajuk.


"Iya janji" Gide memeluk sang istri.


"Kalau bohong nanti aku hukum loh" Rachel mengancam.


"Iya sayang, kau bisa menghukumku apa saja jika memang aku terbukti berselingkuh dibelakangmu" pria itu mulai bergrilya menyusuri leher jenjang sang istri.


"Oke, aku pegang kata-kata kakak, aku akan menyunatmu sampai habis ya kalau kau ketauan berselingkuh!" Rachel yang sudah mulai kegelian pun kemudian melepaskan diri dari sang suami.


"Ini sudah siang, kalau aku diam saja, kakak pasti akan kebablasan dan terlambat berangkat ke kantor" jawabnya.


"Kau ini kenapa sangat paham isi hatiku sih?" tanpa membuang kesempatan Gide langsung menarik Rachel ke atas pangkuannya.


"Kakkkk lepaskan" Rachel memukul manja dada Gide.


"Sebentar saja, kita main singkat sebelum aku berangkat bagaimana? anggap saja sebagai vitamin penambah semangat di pagi hari!" sambil mengerlingkan mata dengan genit.

__ADS_1


"Ishhhh kau ini dasar mesum, tidak mau ahhhh!" Rachel yakin jika Gide diberi kesempatan sekali saja, maka pada akhirnya pria tampan itu pasti akan bolos kerja lagi seperti beberapa hari sebelumnya.


"Kenapa kau tega sekali sih sayang?" kini giliran Gide yang merajuk.


"Inikan sudah mendekati jam berangkat, nanti kalau kakak sering terlambat atau bolos, bisa-bisa gaji kakak dipotong atau malah kakak dipecat loh, aku kan tidak mau punya suami pengangguran!" Rachel memberi alasan.


"Hufffff baiklah, kalau begitu aku akan berangkat sekarang, tapi berikan aku kecupan dulu dong" kata pria itu sambil memajukan bibirnya sebagai kode kepada sang istri.


"Ck dasar sangat manja!" Rachel berdecak, namun demikian ia tetap memberikan kecupan mesranya kepada sang suami, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pria tampan itu.


"Sudah sana berangkat, nanti kau bisa terlambat!" Rachel kemudian mendorong Gide menjauh darinya.


"Tapi nanti malam kita lanjut ya?" Gide seperti tidak ada puasnya untuk melahap sang istri.


"Iya, iya, aku janji nanti malam lagi" Rachel pada akhirnya memilih untuk menyetujui permintaan sang suami agar Gide segera berangkat dan tidak terlambat tiba di kantor. Sebenarnya ia tidak khawatir jika suaminya dipecat, karena ia tau bahwa Ron, Mike dan George begitu menyayangi Gide dengan sepenuh hati mereka dan tidak akan tega memecatnya hanya karena sering terlambat datang atau ijin tidak masuk bekerja. Ia lebih khawatir jika nanti saat pertemuan keluarga di rumah utama yang sering dilakukan secara rutin, dirinya akan habis-habisan menjadi korban bullyan oleh semua anggota keluarganya karena dianggap sudah bucin hingga melalaikan pekerjaan kantor dan kuliah.


"Sayang, papa berangkat kerja dulu ya, kau harus jadi anak yang baik, nurut sama mama ya nakkk" Gide tidak lupa berpamitan pada sang bayi yang ada di perut Rachel.


"Iya papa, semangat ya kerjanya" jawab Rachel sambil menirukan suara anak kecil, membuat Gide tersenyum bahagia.


"Aku berangkat ya sayang" kini giliran ia berpamitan kepada sang istri.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan ya kak" Rachel tersenyum manis.


"Iya sayang" kecupan terakhir ia berikan kepada sang istri sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil dan berangkat meninggalkan Rachel sendirian di rumah mewah mereka.


__ADS_2