
Setelah kepergian suaminya ke kantor, Rachel kemudian menghubungi sang mama mertua untuk meminta resep masakan kesukaan Gide kembali. Hal ini sengaja ia lakukan karena merasa resah dengan sikap Putri yang dianggapnya semakin hari semakin agresif. Meskipun ia merasa belum mencintai sang suami, namun hati kecilnya tetap tidak rela jika Gide direbut oleh wanita lain, apalagi dalam kondisi dirinya yang sedang berbadan dua seperti sekarang. Rachel pun akhirnya bertekad untuk mengikuti semua saran 'menakhlukan hati suami' yang diberikan oleh Sera dan juga Gaby beberapa hari belakangan ini.
"Halo sayang?" Maya mengangkat video call dari menantunya.
"Mama sedang dimana sekarang?" Rachel bertanya dengan penasaran.
"Mama sedang di rumah bunda bersama dengan mommy, ada apa?" tanya Maya.
"Aku mau minta resep masakan kesukaan kak Gide yang lainnya ma" Rachel to the point.
"Rach, kau kenapa tidak bertanya resep masakan enak kepada mommy? kenapa malah menelpon mama Maya? mommy mu ini seorang chef handal, apa kau meragukan keahlian mommy?" Ayu yang sedang berada di samping Maya nyeletuk.
"Mommmm jangan iri begitu dong, aku kan sengaja bertanya kepada mama karena kak Gide itu anaknya dan dia sangat mengidolakan semua masakan mama Maya. Kalau aku mau masak untuk Daddy, baru aku tanyanya sama mommy!" Rachel membela diri.
"Ck kau ini selalu saja pandai bersilat lidah, persis seperti daddymu!" Ayu berdecak.
"Tentu dong, karena aku kan anaknya daddy, kalau aku tidak persis seperti daddy, berarti aku bukan anaknya dong hehehehe" seloroh Rachel.
"Tuh kan, anak ini memang benar-benar cetakan Ronald Anderson banget!" Ayu geleng-geleng melihat tabiat Rachel yang sangat mirip dengan Ron.
"Hihihihi" bukannya membantah, Rachel malah cekikikan mendengar ucapan sang mommy.
"Jadi kau mau masak apa untuk suamimu Rach?" Maya kembali mengarahkan tujuan Rachel melakukan panggilan video call.
"Oh iya, kan gara-gara mom aku jadi lupa. Menurut mama apa yang paling enak dimakan saat jam istirahat kantor?" Rachel meminta pendapat.
"Sop iga, sepertinya sangat segar dimakan siang hari" jawab Maya.
"Wahhhh ide yang bagus, kalau begitu aku mau diajarkan dong ma" Rachel bersemangat.
"Rach, lebih baik kau ke rumah bunda saja sini, biar praktek berdua langsung sama mamamu. Lagian disini bahan-bahannya juga cukup lengkap, jadi kau tidak perlu belanja lagi" Ananda yang sejak tadi mendengarkan percakapan mereka memberikan usul.
"Hemmmm ide yang menarik, baiklah aku segera kesana kalau begitu" tanpa menunggu lama Rachel kemudian bersiap-siap menuju rumah Ananda.
__ADS_1
..........
"Loh kalian juga ada di sini?" Rachel terkejut saat Gaby dan Sera ternyata juga ada di rumah Ananda.
"Barusan waktu aku telpon ke bunda, bunda bilang kau mau ke sini, jadi aku ajak kak Gaby sekalian deh biar semakin ramai" Sera menjelaskan.
"Ohhh" Rachel ber oh ria sambil manggut-manggut.
"Ngomong-ngomong kau berhutang cerita padaku Rach!" Gaby menatap adik sepupunya dengan tatapan penasaran.
"Cerita apa?" Rachel tidak paham.
"Cerita yang kau ceritakan padaku saat kemarin kita daftar kelas kehamilan" Sera mengingatkan Rachel.
"Ishhhh kau ini ya, kenapa mulutmu ember sekali sih?" Rachel menatap Sera dengan tatapan membunuh.
"Loh memangnya kenapa? kan bagus kalau kau dan kak Gide sudah ada peningkatan!" Sera berseloroh tanpa dosa.
"Kenapa harus malu? aku rasa itu kabar bagus, kalau mommy, mama dan bunda tau pasti mereka juga akan senang!" Gaby membesarkan hati Rachel.
"Apa sih yang bikin senang?" Maya yang melihat ketiganya sedang mengobrol di ruang tamu langsung menyambar.
"Ini ma, Rachel dan kak Gide sekarang sudah emmmpppp" Rachel langsung membekap mulut Sera yang sedang berbicara.
"Rach kau ini kenapa sih?" Sera memberontak untuk melepaskan bekapan tangan sang adik sepupu yang kini juga sudah menjadi adik iparnya.
"Jaga mulutmu!" Rachel mendelik.
"Ada apa ini?" Ayu yang baru dari dapur ikut nimbrung.
"Ini mom, Rachel dan kak Gide mereka sudah emmmppppp" Rachel kembali membekap mulut Sera.
"Lepas ihhhhh" Sera kesal dengan ulah sepupunya yang main bekap.
__ADS_1
"Makanya diam!" Rachel berkacak pinggang.
"Ada apa sih ramai sekali? bikin penasaran saja!" Ananda yang juga muncul dari dapur benar-benar ingin tau.
Dengan terpaksa akhirnya Rachel pun menceritakan perkembangan hubungannya dengan Gide kepada ketiga ibunya.
"Woahhhhh anak mommy ternyata sudah jadi istri yang berbakti ya!" Ayu sangat bahagia mendengar kabar tersebut.
"Mama sangat senang mendengar kalian akhirnya bisa hidup rukun" Maya menitikkan air mata.
"Semoga kalian selalu bahagia ya" Ananda memeluk keponakannya dengan penuh kasih sayang.
"Tapi masih ada satu hal yang membuatku mengganjal" kata Rachel dengan wajah masam.
"Apa?" ketiga wanita itu langsung bertanya serentak.
Kemudian Rachel pun menceritakan kegundahannya terhadap sikap Putri yang selalu berinisiatif menelpon Gide sepanjang waktu.
"Wah bahaya itu, kau tidak boleh lengah" Ayu menggebu-gebu.
"Benar, kau harus menjaga suamimu dengan baik ya sayang" Maya pun tidak kalah menggebunya.
"Kau harus banyak belajar dari mommymu cara melawan pelakor dengan anggun" Ananda yang pernah menyaksikan Ayu melawan Denise sang mantan kekasih Ron kemudian memberi nasehat kepada keponakannya.
Ketiga wanita yang tidak tau menau akan rencana cucu-cucu Anderson itu sangat geram dengan sikap Putri yang dianggap seperti benalu. Sementara Gaby dan Sera hanya senyum-senyum saja dan berencana akan menceritakan kepada ketiganya nanti setelah ada kesempatan.
"Ya sudah sekarang lebih baik kau cepat-cepat siapkan makan siang untuk suamimu" Ayu menyuruh Rachel segera memasak.
"Iya benar, rencanamu untuk memberikan kejutan makan siang memang sudah tepat" Ananda pun mendukung.
"Ayo kita ke dapur, biar mama ajarkan resepnya" Maya kemudian menggandeng sang menantu ke arah dapur untuk menyiap makan siang untuk Gide.
Sementara itu Gaby dan Sera menahan Ayu dan juga Ananda di ruang tamu untuk menceritakan fakta tentang Putri dan rencana yang sedang dijalankan oleh duo R serta Gide, dengan harapan ketiga wanita itu tidak lagi salah paham dan mendukung drama tersebut agar hubungan Rachel dan Gide benar-benar erat.
__ADS_1