Cinta Pendekar

Cinta Pendekar
Kalung kristal


__ADS_3

"Ciri-ciri kalungnya seperti apa?" Kiara tengah berdiskusi dengan Master Nick dan Hansa di kamar penginapan. Mereka jelas tidak bisa menggunakan ruang diskusi karena Kantor Pengadilan sedang dibangun kembali pasca terjadinya kebakaran.


Mereka tengah membicarakan kasus yang belakangan ini masih heboh. Kasus hilangnya barang berharga Kaisar. Kali ini Kaisar memberitahu dengan spesifik mengenai barang berharga yang hilang yang ternyata milik Tuan Putri.


"Tidak ada yang terlalu mewah dari kalung itu. Itu kalung kristal berwarna biru muda. Ada liontin kecil berbentuk kupu-kupu di atas kristalnya." Master Nick menjelaskan detail kalung kristal milik Tuan Putri yang hilang.


Kiara mengerutkan kening dan saling bertatapan dengan Hansa selama berapa detik. Sampai ia memutuskan kontak mata lebih dulu. Kiara mengingat sesuatu ketika Master Nick menjelaskan ciri-ciri kalung itu. Ia yakin Hansa juga mengingat sesuatu yang sama dengannya.



Kiara mengangkat benda bersinar itu di udara. Hansa mengerutkan kening. "Ini barangnya?" tanyanya tak yakin.



Kiara menggeleng. "Bukan ini barangnya. Kok barangnya jadi ini?" Kiara bingung sendiri. "Nggak salah lagi. Ada yang menukar benda itu dengan kalung ini untuk mengecoh kita. Kalau yang melihat ini orang yang tamak, mereka pasti akan terhipnotis melihat keindahan kalung ini. Tapi, untungnya kita yang menemukannya." Ujarnya panjang.



Mendengar dari penjelasan Master Nick, ciri-ciri dari kalung itu sangat mirip dengan kalung yang ia temukan di Perpustakaan Menteri Waze.


"Warna kupu-kupu itu kuning keemasan, ya?" tebak Kiara. Master Nick mengangguk cepat.


"Kamu pernah melihatnya? di mana?" tanya Master Nick tak sabar meski ia tetap terlihat tenang.


Kiara mengangguk. "Benar. Aku pernah melihatnya di sebuah tempat belum lama ini." Paparnya.


"Lalu apa kamu mengambil kalung itu atau mengabaikannya saja?" tanya Master Nick lagi.


"Maaf. Aku memilih tidak mengambilnya karena ku pikir itu bukan barang yang penting." Ucap Kiara.


"Tidak apa-apa. Asal kamu bisa memastika kalau kalung itu masih di tempat itu, kan?" ujar Master Nick.

__ADS_1


"Aku yakin kalung itu masih disimpan di tempat itu dan belum dipindahkan sama sekali. Tapi ... " Kiara menjeda kalimatnya sejenak.


"Tapi aku khawatir dalam waktu dekat ini kalung itu akan segera dipindahkan." Sahutnya.


"Kenapa kamu bisa berpikiran begitu?" tanya Master Nick.


"Dia tidak segera memindahkan kalung itu karena belum ada kejadian yang bisa mengalihkan perhatian Yang Mulia Kaisar dan kita semua." Papar Kiara lagi.


Master Nick mengangguk mengerti. "Aku mengerti."


"Berarti kita harus lebih berhati-hati mulai sekarang. Jangan sampai kita termakan rencana musuh." Sambung Hansa yang sedari tadi hanya menyimak.


"Yang Mulia Kaisar akan memberikan hadiah besar jika ada yang berhasil menemukan kalung kristal itu. Karena kalung itu adalah benda kesayangan Tuan Putri." Terang Master Nick.


Sesaat keadaan di kamar itu hening karena mereka sama-sama memikirkan rencana yang akan disusun.


Untuk Kiara, saat ini ia memilih untuk tidak langsung melaporkan Menteri Waze karena ia punya rencana sendiri.


"Begini saja. Aku akan berbicara kepada Yang Mulia Kaisar tentang kalung kristal yang sudah kita temukan itu. Setelah itu, biar Yang Mulia Kaisar sendiri yang mengatur rencana." Usul Master Nick memberi keputusan terakhir untuk diskusi hari itu.


...----------------...


Menteri Waze menyeruput teh hangat di cangkirnya. Ia berdiri dan tampak memikirkan sesuatu. Dipandangnya suruhannya si jubah hitam, alias Julian Rama.


"Aku pikir ada yang aneh dengan Yang Mulia Kaisar. Dia sangat plin-plan akhir-akhir ini." Menteri Waze memainkan jenggot.


"Maaf, Tuan. Saya tidak mengerti. Mohon Tuan memberikan ajaran." Julian Rama berkata sopan. Mengaku bahwa ia memang tidak mengerti dengan dugaan Tuannya.


"Yang Mulia Kaisar terlalu banyak menangani kasus. Beliau sering menggonta-ganti menangani kasus meski kasus sebelumnya belum selesai ditangani." Menteri Waze berkata dengan nada sombong dan meremehkan. Jijik jika ia masih harus memanggil menggunakan 'Yang Mulia'. Ia memang punya tekad untuk merebut panggilan itu untuknya.


"Yang Mulia Kaisar sempat menghebohkan kasus kotak terkunci itu. Tapi sebelum kasus itu benar-benar selesai ditangani, beliau malah menghebohkan kasus hilangnya kalung kristal milik Tuan Putri." Lanjutnya.

__ADS_1


"Yang Mulia Kaisar sempat melupakan kasus hilangnya kalung kristal beberapa waktu lalu. Tapi sekarang beliau kembali menghebohkan kasus itu." Sambung Julian Rama.


"Itulah yang sedang ku pikirkan. Kira-kira rencana apa yang sedang beliau rencanakan?" Menteri Waze berpikir keras dengan wajah meremehkan.


"Apa pun rencana yang diaturnya, kita tidak boleh sampai jatuh ke perangkapnya." Tekad Menteri Waze tak mau rencanya digagalkan oleh Kaisar dan orang-orangnya.


...----------------...


Master Nick meminta bertemu berdua dengan Kaisar untuk membahas tentang kasus hilangnya kalung kristal Tuan Putri.


"Percayakan kasus ini padaku, Yang Mulia. Saya punya orang yang siap bertanggung jawab." Ia meyakinkan Kaisar. "Utusan saya berhasil menemukan kalung itu." Lanjutnya.


"Apa utusanmu itu bisa memastikan kalung itu belum dipindahkan atau ditukar dari tempat pertama kali ia menemukan kalung itu?" Kaisar memastikan.


"Dia bisa memastikan, Yang Mulia. Saya janji." Jawab Master Nick dengan sangat yakin. "Sekarang kita hanya tinggal mengatur rencana."


Kaisar manggut-manggut. "Baiklah. Ikut saranmu saja." Ia memang sangat percaya pada Master Nick. Ia bahkan lebih mempercayai Master Nick dibanding Penasihat Kerajaan atau pejabat lainnya. Master Nick sudah seperti Penasihat Kerajaan untuknya. Oleh karena itu, masalah apa pun selalu ia diskusikan dengan Hakim Kerajaan itu.


"Sampaikan rencana ini pada orangmu itu." Kaisar menjelaskan rencanya pada Master Nick untuk disampaikan pada Kiara. Master Nick mengangguk patuh.


Kaisar tersenyum simpul. "Menteri Waze, kau tidak bisa kabur kali ini." Batinnya punya rencana untuk melumpuhkan si licik Menteri Waze kali ini.


...----------------...


Master Nick kembali memanggil Kiara dan Hansa untuk menyampaikan rencana yang telah ia dan Kaisar buat.


"Yang Mulia Kaisar mempercayakan kasus ini pada kita. Terutama kamu Kiara." Ia membuka percakapan. Kiara mendengarkan dengan seksama untuk mempersiapkan rencananya sendiri selanjutnya.


"Yang Mulia Kaisar curiga pelakunya telah mencurigai rencana beliau. Maka beliau telah merancang rencana selanjutnya." Tutur Master Nick.


"Beberapa hari lagi Yang Mulia Kaisar akan mengundang semua tamu undangannya ke perjamuan untuk mengumumkan kalung kristal Tuan Putri yang sudah ditemukan." Jelas Master Nick perlahan-lahan agar Kiara dan Hansa bisa menangkap penjelasannya.

__ADS_1


"Tapi kalung kristal yang nanti dipakai oleh Tuan Putri adalah kalung kristal yang palsu. Nanti pada saat itu, kamu akan memberitahu pada semua orang bahwa kalung kristal itu palsu dan beritahu di mana kalung kristal yang asli." Lanjut Master Nick. "Pada saat itu, sudah bisa dipastikan pelaku tidak bisa kabur lagi." Tekadnya.


Kiara mendengar dengan seksama. Ia mengangguk setuju dengan rencanya meski sedikit ragu jika harus bertentangan dengan Menteri Waze.


__ADS_2