
dirumah Cintya ia sedang merenung, teringat bai-bait indah yang masih di ingatnya dari siswa sekolahnya saat mereka tengah berduaan di mushola.
cklek. suara pintu kamar terbuka.
"mbak" teriak ridho mengagetkan kakaknya.
"apaan sih dek? gak bisa pelan dikit? ketuk pintu juga kek" gertak Cintya kepada adiknya.
"habisnya di ketuk sampai tangan merah gini gak di jawab" sambil menunjukan tangannya yang sudah panas mengetuk pintu.
"ada apa sih?" gerutu Cintya.
"nggak ada apa-apa sih cuma suntuk aja" jawab ridho seenaknya.
"ah ganggu aja sih ini anak"
"yah mbak. kamu kenapa mbak? nglamun aja tadi di panggilin?"
"nggak ada apa-apa dek. kepo deh kamu"
"Yee mbak, sama adik sendiri aja gitu"
"nggak yakin dek kalau cerita sama kamu" celetuk Cintya.
"hemm mbak mbak mah gitu. gini-gini aku udah gede mbak" bela ridho dengan bangga.
"dek, kamu pernah jatuh cinta?" tanya Cintya ragu-ragu.
"mbak lagi jatuh cinta ya? cie cieee" goda ridho mengerlingkan matanya.
"ish tuh kan. makanya males crita sama kamu dek" gerutu Cintya.
"hehehe. maaf mbak, emang mbak lagi jatuh cinta sama siapa? pak Rian ya?" selidik ridho.
"bukan dek. lagian di tanyain kok malah ganti nanya?"
"oh iya lupa mbak. hehehe. pernah sih mbak. tapi ya cinta monyet sih sepertinya" jawabnya sambil terkekeh.
"oh Iyo kamu masih kecil dek" cibir Cintya.
"hadeeehh. meragukan adikmu yang tampan ini ya mbak? gini-gini sudah pacaran 3 kali Lo" ucapnya bangga.
"iya, tapi putus semua" ledek Cintya.
"namanya belum jodoh mbak" bela ridho nggak mau kalah.
"emang siapa mbak?" lanjut ridho.
"mbak nggak tau dek" jawabnya lesu.
"kok nggak tau sih?. nggak jelas siapa orangnya? kok bisa gak jelas orangnya tapi jatuh cinta? aneh sih mbak sih" cerocos ridho
"heeem. mbak tau orangnya, tapi mbak masih ragu dek"
"ragu kenapa lagi?"
"ya ragu mbak bener-bener jatuh cinta nggak sih? soalnya kenal juga baru. trus mbak ragu dia kira-kira membalas cinta mbak nggak ya?"
"menurutku ya mbak. jatuh cintalah sama yang sudah mbak tau bagaimana orangnya, karena kan nantinya bakal hidup bersama terus. daripada salah memilih. lagian siapa sih yang bisa nolak mbakku yang cantik seperti ini?"
__ADS_1
goda ridho kepada kakaknya sambil menaik turunkan alisnya
"ish kamu dek. Sok bijak deh" senyum Cintya menyembunyikan rasa malunya.
"yah dibilangin kok. oh iya tadi belum dijawab. siapa mbak yang bikin kamu jatuh cinta? siapa tau aku bisa bantu selidiki calon kakak ipar?" disusul tertawa terkekeh.
"mbak belum bisa kasih tau dek, mbak masih ragu. tapi yang pasti kamu kenal kok dek" jawab Cintya memberi tanda tanya kepada adiknya.
"hemmm, gitu aja terus nggak terus terang"
Cintya hanya terdiam memikirkan orang yang entah sedang apa tidak di ketahuinya.
****
Hari Raya Idul Fitri telah datang. suka-cita umat muslim menyambut hari kemenangan.
usai melaksanakan sholat Ied. Cintya dan keluarganya berkunjung kerumah kakek dan neneknya, untuk sowan bermaafan. kebetulan tidak terlalu jauh rumah mereka, hanya perlu waktu 20 menit mereka sudah sampai kerumah kakek neneknya.
"assalamualaikum kek, Nek" salam ridho mendahului orang tua dan kakaknya melangkah lebih dulu kedalam rumah kakeknya
"wa'alaikumsalam ngger (panggilan "Nak" dalam bahasa Jawa)"
lalu dicium tangan kakek dan neneknya.
"mohon maaf lahir batin ya kek? Nek?" pintanya dan di ikuti oleh kedua orang tuanya dan kakaknya bergantian.
"iya sama-sama. kakek yang lebih tua lebih banyak lupa dan khilaf tolong maafkan juga ya?" sambil mengusap rambut anak-anaknya dan cucu-cucunya.
"iya kek. saudara-saudara belum datang kek?" tanya Cintya ke kakeknya.
"belum nduk, palingan juga sebentar lagi"
"alah dho, biasanya juga gak disuruh sudah main ambil sendiri aja gitu Lo? masa udah lupa adatmu dho?" ledek pak Rohmad kepada anaknya.
"iya nih. sok-sokan kamu dek. biasanya gitu aja Lo" lanjut Cintya membuat semuanya tertawa atas tingkah ridho.
"ini Lo dho, silahkan di nikmati cah ganteng" jawab neneknya sambil terkekeh.
"makasih nenekku yang baik hati" jawab ridho dengan manjanya.
"ini cucu kakek yang cantik ini kok masih sama bapak ibunya aja? kok belum kesini bawa gandengan?" ledek kakek kepada Cintya.
"kakek sih nggak tau, mbak Tya lagi kasmaran. itu kek" celetuk ridho membuat kakaknya langsung menolehnya dengan tatapan tajam.
"loh iya kah nduk?" tanya kakeknya lagi.
"ah ridho aja yang ngaco kek" jawabnya ketus.
"ya kalau sudah dapat calonnya kenalin ke kakek sama nenek Lo nduk" goda neneknya.
Cintya yang diserang godain bertubi-tubi hanya bisa menahan malu.
sedang bapak & ibunya hanya tertawa melihat tingkah anak-anaknya.
sedang asyiknya mereka ngobrol, terdengar ponsel Cintya bergetar.
'drrt. drrt. drrt' sebuah pesan masuk ke ponselnya.
-pak rian-
__ADS_1
Assalamualaikum Bu, sedang dirumahkan?
-cintya-
waalaikumsalam pak. saya sedang berkunjung kerumah saudara
-pak rian-
oh iya. kapan-kapan saya boleh berkunjung kerumah Bu?
Cintya langsung kaget mendapat pertanyaan itu. ia cemas karena selama ini pak Rian dirasa selalu intens mendekati Cintya. meskipun selalu ditanggapi cuek olehnya.
-cintya-
silahkan pak.
-pak rian-
baik terimakasih, nanti saya kabari kalau mau datang.
ia tidak membalasnya. karena sedang bingung tentang kemungkinan maksud lain dari pak Rian ketika sudah datang kerumah.
ridho yang menyadari kakaknya sedang gundah segera di dekatinya
"ada apa kak?" tanya ridho penasaran
lalu di tunjukannya pesan dari pak Rian kepada adiknya itu.
"ya tergantung kakak gimana Lo?"
"yah dek, kamu tau sendiri kan? pak Rian sering godain kakak. tapi jujur dek, kakak nggak tertarik sama dia, kakak cuma khawatir kalau dia kerumah ada maksud lain lagi. duuuuh"
Cintya mengusap-usap wajah gundahnya dengan kasar.
"udah tenang aja, nanti kalau datang biar aku temenin kakak buat nemuin. biar nggak bapak langsung yang menuin dia kak" bisik ridho menenangkan kakaknya.
"bener ya kamu dek? awas aja ngilang" ancam Cintya.
"iya mbak tenang aja. aku mah nggak rela aja kakakku nanti tidak bahagia sama pasangannya" ucap ridho.
meski mereka sering ledek-ledekan. tapi nyatanya ridho sangat menjaga kakaknya.
"ah ngomong apa kamu dek? gombal terus deh" gerutu Cintya memajukan bibirnya.
lalu mereka kembali mendekati orang tua dan kakek neneknya di ruang tamu.
"ngapain aja kalian? nyembunyiin apa?" Tegur Bu Wiwid.
"nggak ada Bu, cuma ngambil jajan ini Lo" jawab ridho beralasan sambil menunjukan jelly dalam toples yang dibawanya.
lalu mereka berpamitan dan beranjak pulang menuju rumahnya.
****
TERIMAKASIH AUTHOR UCAPKAN UNTUK KAKAK SEMUA YANG MASIH SETIA MEMBACA TULISAN INI.
SEMANGATIN AUTHOR DONK DENGAN MENINGGALKAN JEJAK DISINI
TERIMAKASIH (2)
__ADS_1